OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Fitting Gaun


__ADS_3

Bunyi dering ponsel membuat Rena menghentikan sejenak aktivitas beres-beres nya.


My Sweet Boyfriend ❤️


Rena mengerutkan dahi nya, kira-kira siapa yang menyimpan nomor ponsel pria itu dengan nama se manis ini? Hah sudah pasti ini kelakuan pria tua yang tengah di mabuk cinta itu.


"Ya, hallo.." Jawab Rena.


"Sudah bangun sayang?"


"Basa-basi yang membosankan, kalau aku udah jawab ya berarti udah bangun dong." Jawab Rena ketus.


"Kali aja masih rebahan sayang, nanti siang siap-siap ya. Nona Amel harus ke butik untuk fitting gaun pengantin, kamu temani ya."


"Ohh oke, kamu sudah berangkat?" Tanya Rena.


"Belum yang, masih di apartemen Tuan Smith, beliau masih sarapan. Kalau begitu sudah dulu ya, jangan lupa jam 12 siang. Nanti ada supir yang mengantar kalian, dan ingat tunggu saja di luar, jangan masuk sembarangan ke dalam apartemen tuan muda."


"Iya bawel, yaudah aku mau lanjut beres-beres dulu."


"Jangan lupa mandi wajib."


"Hiss iya.." Roy mematikan sambungan telepon nya sepihak, karena dia melihat Smith sudah selesai sarapan.


"Sudah menghubungi Rena? Apa dia mau?"


"Tentu saja tuan, dia kan sahabat nya Nona Amel." jawab Roy.


"Baiklah, ayo pergi.." Ajak Smith.


"Lho, sudah mau pergi ya?" Tanya Amelia, gadis itu baru turun dari kamar nya.


"Iya By, kamu hati-hati di rumah ya. Nanti Rena kesini buat nemenin kamu ke butik,"


"Huh baiklah Oppa.." Ucap Amelia lemas, wajah nya juga nampak pucat.


"Kamu kenapa yang? Kok lemes gitu?"


"Perut aku sakit Oppa, gak tau kenapa.."


"Mau di periksa?" tanya Smith khawatir.


"Gak usah, hanya sakit perut biasa kok, mules gitu.."


"Kalo ada apa-apa telepon aku ya By, jangan lupa."


"Tentu saja Oppa.." Jawab Amelia dengan senyum manis nya, pria itu merengkuh tubuh mungil gadis nya ke dalam dekapan nya.


"Tolong jangan sakit By, dua hari lagi kita menikah. Aku tak mau kamu tak menikmati pesta nya."


"Aku baik-baik saja Oppa, jangan terlalu khawatir."


Smith melerai pelukan nya, dia mengecup kening dan bibir gadis nya, membuat Roy segera membalikan badan nya.


Pria itu malah sempat melumaat bibir mungil kemerahan milik gadis nya cukup lama.


"Manis seperti biasa, aku pergi dulu By."


"Hati-hati di jalan Oppa,"

__ADS_1


"Tentu saja baby, aku mencintaimu."


"Aku juga.."


Setelah berdrama yang membuat Roy salah tingkah, akhirnya kedua pria itu pergi meninggalkan Amelia sendirian.


"Ngapain ya? Beres-beres aja deh.." Amelia mengambil alat kebersihan dan mulai menyapu dan mengepel ruangan tengah, sebagai mantan alumni office girl dia merasa tak nyaman jika ada debu di tempat nya tinggal.


....


Tepat jam 11 siang, bel berbunyi membuat Amelia yang sedang memakan buah peach itu berdiri dari tempat nya dan membukakan pintu.


"Renaa.."


"Ayo, katanya mau fitting gaun.."


"Gak mampir dulu Ren? Aku lagi makan buah ini, mau gak?"


"Buah apaan tuh?"


"Peach Ren, enak sih.."


"Nggak ah, lagian aku di larang keras buat masuk sembarangan ke apartemen kamu." Jawab Rena.


"Lho kenapa? Apa pacar mu itu yang melarang?" Rena menganggukan kepala nya.


"Iya, katanya takut ganggu privasi kamu sama Tuan Smith. Jadi aku tunggu disini aja ya.."


"Tega banget, padahal gapapa kok.."


"Enggak ahh, aku gak enak Mel."


"Yaudah, tunggu sebentar ya aku mau ambil tas sama ponsel dulu." Rena menganggukan kepala nya sebagai jawaban.


"Permisi Nona, saya supir pribadi keluarga Alexander. Saya di tugaskan oleh Tuan Muda Smith agar mengantar Nona Amelia ke butik."


"Oh iya, saya Rena teman nya Amelia. Tunggu sebentar, dia sedang mengambil tas dulu." Jawab Rena.


"Baik Nona.." Pri itu berdiri tegap, bahkan terlihat tidak bernafas saking tegap nya.


"Ren, ayo.."


"Mari Nona, saya Amir supir pribadi keluarga Alexander. Saya yang bertugas mengantar anda."


"Baik pak, terimakasih."


Amelia menutup pintu nya, dan pintu pun terkunci secara otomatis. Mereka pun pergi ke butik khusus keluarga Alexander, tempat gaun pernikahan nya di buat.


Entah kapan pria itu merancang gaun untuk nya, yang dia tau pria itu sangat sibuk dengan pekerjaan, tapi dia masih menyempatkan diri untuk merancang sendiri gaun pernikahan untuk nya.


...


Singkat nya, kedua gadis itu langsung masuk ke dalam butik besar itu, dan lagi-lagi dia mendapat penyambutan yang luar biasa.


"Selamat siang Nona, mari saya antar.."


"Ini Nona Amelia?" Tanya seorang wanita paruh baya yang nampak stylish dengan dress berwarna hijau botol, rambut nya pendek sebahu dan dandanan yang sederhana.


Amelia menganggukan kepala nya.

__ADS_1


"Saya Emelda, pemilik butik ini. Sungguh menjadi suatu keberuntungan calon istri Tuan Smith datang secara langsung ke butik kami, mari saya antar."


Amelia di antar ke sebuah ruangan yang cukup luas dengan satu gaun berwarna putih gading, ekor nya menjuntai elegan.


"I-ini gaun saya?" Tanya Amelia, mata nya tak berhenti menatap gaun yang terpajang di manekin itu dengan speechless.


"Iya Nona, anda bisa memanggil saya madam atau sist."


"Waw, ini benar gaun saya madam?"


"Tentu saja Nona, gaun ini tuan Muda sendiri yang merancang nya. Ini gaun teristimewa yang pernah kami buat, karena ini pesanan langsung dari tuan muda keluarga alexander."


"Mari di coba dulu, takut nya nanti ada yang tak pas. Bisa kami perbaiki dulu sebelum di ambil."


Amelia menganggukan kepala nya dan mengikuti kemana Madam Emelda membawa nya, bahkan untuk membawa gaun nya saja membutuhkan 5 orang yang memegangi ekor nya.


Rena duduk manis di kursi tunggu, iseng dia melihat-lihat media sosial sembari menunggu sahabat nya mencoba gaun mewah nya.


Cukup lama mereka berkutat di ruangan ganti, akhirnya Amelia keluar dengan gaun pengantin yang nampak pas sekali di tubuh nya.


Rena melongo melihat penampilan sahabat nya dari atas sampai bawah.


"Amel, kamu terlihat seperti princess dari negeri dongeng, cantik sekali." Puji Rena, bukan omongan semata, gadis itu terlihat sangat cantik dengan gaun yang melekat di tubuh ramping nya.



"Benarkah? Apa aku secantik itu hingga membuat mata mu berkaca-kaca?" Tanya Amelia. Rena menganggukkan kepala nya mengiyakan.


"Aku bahagia kamu akhirnya bisa mendapatkan pria yang bisa menerima mu apa adanya, mencintai mu dengan tulus Mel. Aku bahagia karena kamu mendapatkan pria yang sempurna." Air mata Rena tumpah sudah, dia merasa ikut bahagia saat melihat sahabat nya sudah menemukan tambatan hati nya.


"Terimakasih Ren, kamu memang yang terbaik." Amelia memeluk sahabat nya, meski terlihat Rena sedikit menjaga jarak dari Amel karena takut merusak gaun nya.


"Untuk dress bridesmaid tersedia 4 pcs Nona, apa Nona ini salah satu nya?" Tanya Emelda.


"Ah iya, dia bridesmaid nya Madam."


"A-apa? Aku?"


"Iya, kak Nisa juga.." Jawab Amelia.


"Seperti biasa, kayaknya kamu ketularan tuan Smith yang suka seenak nya deh, aku kan belum setuju."


"Jadi kamu gak mau dampingin aku Ren?"


"Tentu saja, aku mau." Jawab Rena dengan senyuman nya.


"Ya sudah coba dulu, Kak Nisa juga sebentar lagi kesini buat fitting dress nya."


"Oke, aku duluan ya. Cantik banget sahabat nya aku, aku jamin tuan Smith klepek-klepek tuh."


"Diam lah, ini berat tau."


....


🌻🌻🌻


Yee dua hari lagi😍


Misi, author mau sebarin undangan nih. Datang yuk, kita nguah bareng🤭🤭🤭

__ADS_1



undangan by KINOSSAN❤️


__ADS_2