
Amel begitu bahagia melihat anak nya bermain dengan anteng, mereka adik kakak yang sangat akur.
Smith datang dengan sepiring buah, lalu mulai menyuapi sang istri kembali dengan buah-buahan.
"Masih begah sayang.." Tolak Amel, dia berhenti dia suapan buah ke empat.
"Biar kamu sehat Baby, biar ini kenyal lagi."
"Iya nanti kalau udah gak begah aku makan, sekarang masih kenyang ya." Bujuk Amel lagi.
"Baiklah sayang, tapi janji ya di makan." Amelia mengangguk mengiyakan, Smith merebahkan kepala nya di pangkuan sang istri.
Dia begitu merindukan semua ini, sampai dia lupa kalau di rumah ini bukan hanya ada dirinya dan Amel, tapi ada bibi dan Appa nya.
Tangan Smith nakal, dia berusaha menggapai buah kenyal sang istri dan memainkan nya. Amel meringis menahan ngilu, maklum lah sudah satu tahun lebih dia tak di sentuh, ini seperti pertama kali nya lagi.
"Jangan dong, malu kalau ketahuan bibi sama Appa. Gak sabaran banget.."
"Ya emang aku gak sabar yang, terus kamu mau apa hmm?"Tanya Smith.
"Aduhh, aku kok punya suami kayak kamu sih. Iya sih ganteng, tapi kok mesoom banget." Celetuk Amelia.
"Kamu menyukai nya kalau kamu lupa, aku yakin inti mu sedang berkedut manja di bawah sana." Tepat sasaran, Smith benar. Inti nya terasa berdenyut di bawah tubuh nya.
Amelia merona, Smith yang melihat nya pun terkekeh. Amel jadi malu-malu seperti di awal, saat mereka masih menjalin hubungan gelap.
"Jangan malu sayang, kamu bukan gadis lagi. Kamu punya anak dan suami, itu kebutuhan. Kamu menginginkan nya?"
"Kata siapa aku bukan gadis? Katanya wanita yang habis melahirkan, akan seperti gadis lagi. Emm, gimana ya? Pengen sih, tapi ya gak sekarang juga kali Oppa." Jawab Amelia.
__ADS_1
"Terus kapan? Kamu gak kasian sama si pisang raja? Orang lain berpuasa nya hanya selama masa nifas 40 hari By, lah aku? Setahun lebih. Kalau meledak, pasti banyak banget."
"Iya, nanti malam aja tapi pelan-pelan. Ini aku kan di jahit, pasti ngilu banget." Ucap Amel. Smith mengangguk cepat dengan senyum cerah nya, dia bahkan langsung memeluk dan mencium sang istri, hingga membuat wajah Amel basah karena ciuman Smith.
"Ciee, dunia nya jadi milik berdua lagi. Kami cuma ngontrak disini.." Celetuk Bibi Rose sambil tersenyum simpul.
"Ihh tuh kan, apa aku bilang? Kamu ini bandel banget." Amel mencubit lengan Smith dengan gemas, hingga membuat pria itu meringis.
"Ya ampun, galak nya gak hilang." Cetus Smith sambil mengusapi lengan nya yang memerah karena bekas cubitan.
"Siapa yang kamu bilang galak, hmm? Aku?"
"Eehh, enggak kok By. Kamu salah denger kali sayang, jangan marah ya." Smith langsung memeluk sang istri lagi.
"Hahaha, Smith takut istri.." Tawa Appa Joseon meledak seketika saat melihat Smith yang begitu ketakutan saat Amel menunjukan wajah garang nya.
"Harus takut dong, dia kan gak bisa hidup tanpa jatah." Sinis Amelia, sedang yang di sinisi hanya nyengir menunjukan deretan gigi putih nya.
"Oke, puasa lagi ya. Jangan minta jatah."
"Ya gak gitu juga By, gak bisa gitu dong. Aku pengen, udah lama gak masuk yang.."
"Masuk apa?"
"Masuk lubang dong sayang," Jawab Smith, membuat Appa dan bibi Rose kompak menggelengkan kepala nya.
"Gak boleh langsung di pake ya, Amel nya kan baru bangun."
"Lho kenapa Bi? Nifas nya kan udah berhenti, sampai kapan Smith harus puasa?"
__ADS_1
"Nifas itu terjadi sama wanita yang sadar, Amel itu kan koma selama setahun Smith, kemungkinan dia akan nifas setelah sadar."
Jedarr..
Smith lemas seketika, tubuh nya luruh ke lantai. Membuat Bibi Rose tak tahan dan tertawa dengan puas karena berhasil menjahili keponakan bucin nya.
"Bibi bercanda Smith,"
Smith mendongak dan menatap bibi nya dengan kesal.
"Kamu lihat gak tadi Mel? Gimana ekspresi nya saat bibi bilang kamu masih nifas? Langsung lemes, kayak gak punya semangat hidup." Ucap Bibi Rose dengan sisa tawa nya, membuat Smith makin kesal dan memilih memeluk Istrinya, menyembunyikan wajah nya di ceruk leher sang istri.
"Jangan ngambekan dong sayang." Amelia mengusap kepala suami nya yang sedang merajuk itu.
"Bibi ngeselin banget yang, aku kesel."
"Udah, bibi cuma bercanda."
"Nanti malem jadi dapet jatah ya?" Rengek Smith.
"Iya, tapi satu putaran aja ya. Takut nya gak kuat."
"Iya sayang, makasih." Jawab Smith girang, lagi-lagi pria itu menciumi wajah sang istri.
....
🌻🌻🌻
Waduhh Smithh😂😂
__ADS_1