OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Masih Masalah Ponsel


__ADS_3

Singkat nya, mereka sampai di apartemen dengan kedua gadis yang merajuk kompak.


"Hadeuh, napa lagi?" Tanya Roy saat melihat wajah cemberut Rena.


"Masih kesel, iya? Udah lah, pake aja sayang. Lagi pun ini ponsel bagus sayang, kenapa kekeuh gak mau coba? Nona Amel juga ponsel nya sama seperti mu, yang kamera belakang nya tiga."


"Terserah," Ketus Rena, dia berjalan cepat meninggalkan kekasih nya.


Tapi berbeda dengan Roy yang akan berusaha membujuk Rena, di dalam apartemen Smith sepasang kekasih yang lain sedang ngemil sambil menonton televisi.


"By.."


"Iya, apa?" Tanya Amelia singkat, mulut nya penuh dengan buah jeruk dengan Smith uang berbaring di paha nya.


"Pengen anggur.."


"Iya, aku buangin dulu biji nya." Amelia membuka buah anggur itu dan membuang biji nya, setelah nya menyuapkan ke dalam mulut yang sudah terbuka itu.


"Manis, kayak kamu.."


"Bangun dulu, aku mau nyobain buah yang aneh tadi."


"Aneh apa nya By? Maksud mu peach?" Tanya Smith.


"Tak penting lah apa nama nya, tapi yang jelas buah itu aneh dan nampak seperti pantatt."


"Hahaa, ada-ada saja kamu ini. Masa buah di samain sama pantatt.." Ucap Smith sambil menggelengkan kepala nya, heran dengan gadis nya.


"Apa kulit nya harus di kupas, Oppa?"


"Tak perlu, lembut kok bisa di makan kayak apel." Jawab Smith.


"Hih, mahal tapi isi nya cuma tiga biji?" Gumam Amelia, sambil mencuci buah nya di air mengalir.


"Emm, tapi buah nya wangi banget, kayak nya manis. Tapi mahal.."


Amelia membawa tiga butir buah itu ke ruang tamu, dimana Smith masih anteng menonton televisi.


"Mau?" Tawar Amel, pria itu hanya menganggukan kepala nya.


Amelia mengiris buah itu dengan pelan, maklum lah dia baru pertama kali melihat buah yang nama nya peach.


Amela menyuapkan irisan buah itu ke dalam mulut nya, mengunyah nya dengan dahi yang mengernyit.


"Gimana, enak gak?"


"Manis dan wangi, tapi aku gak suka kayaknya.." Jawab Amelia, ekspresi wajah nya menyiratkan ketidak sukaan nya.

__ADS_1


"Empuk kayak melon tapi manis kayak apel ya, enak juga.." Gumam nya lagi.


"Tadi katanya gak suka."


"Hehe, nama nya juga buah. Semakin di kunyah, terasa semakin enak." Jawab Amelia sambil cengengesan.


"Tapi aku lebih suka stroberi, harga nya lebih manusiawi daripada buah ini. Isi nya cuma tiga biji, tapi harga nya bisa buat beli stroberi 5 kotak."


"Emang berapa sih By?"


"230.." Jawab Amelia singkat.


"Segitu doang, gak perlu di perhitungin kali aku mampu beliin kamu, bahkan sama supermarket nya aku beli buat kamu juga aku mampu."


"Iya deh, orang kaya. Oppa sultan.." Ucap Amelia malas, tingkat kepercayaan diri Smith akan bertambah berpuluh kali lipat jika di puji.


"Tentu saja, kamu beruntung punya aku.."


"Iya rabbit oppa.."


"By, masih datang bulan?" Tanya Smith tiba-tiba.


"Iya, kenapa? Mau jatah ya?" Smith hanya nyengir sambil menggaruk pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa gatal.


"Sabar ya, lagian kan kita 3 hari lagi nikah. Saat itu pasti datang bulan ku sudah selesai," Jelas Amelia.


"Okey, pake mulut apa pake tangan?"


"Kedua nya aja, kamu tau sendiri aku suka lama kalau meledak."


"Yaudah, di kamar aja jangan disini.." Amelia bangkit dari duduk nya, menyimpan piring yang tadi berisi buah ke dapur dan setelah nya pergi ke kamar menyusul pria nya.


...


Di apartemen sebelah, Rena masih kesal setengah mati, sedari tadi dia mendiamkan Roy, hingga membuat Roy uring-uringan, mana pusing mikirin jatah junior yang pasti tak akan di beri oleh yang punya sarang, miris sekali nasib mu pisang tanduk.


"Yang, bicara dong jangan diemin aku terus. Aku cuma pengen yang terbaik buat kamu, itu aja."


"Pengen yang terbaik atau cuma egois? Kamu tau, aku bermimpi dari lama punya ponsel itu dan setelah punya kesempatan buat memiliki nya, kamu malah kekeh pengen beliin aku ponsel yang gak aku suka." Ketus Rena.


"Kamu mungkin gak sadar, orang lain banyak tuh yang menginginkan ponsel maha itu sayang, dan kamu memiliki nya. Jadi, mau di tuker aja?"


"Boleh gitu?"


"Ya daripada kamu marah-marah terus, kesejahteraan pisang ku di pertaruhkan." Jawab Roy lesu.


Sebenarnya dia kasihan melihat Roy, tapi dia masih kesal sekali dengan kelakuan pria tua itu.

__ADS_1


"Yaudah deh, gak perlu di tukar aja takut ngerepotin."


"kalau gitu udahan dong ngambek nya, kasian pisang aku kedinginan." Ucap Roy kembali bersemangat, dia mengelus pelan pisang nya.


"Cuci dulu sana,"


"Asik, makasih ayang." Roy mendaratkan ciuman di pipi kekasih nya, Rena menggelengkan kepala nya, pria itu bisa berubah menjadi menggemaskan dalam sekejap.


Rena mengganti baju nya dengan lingerie yang tadi dia beli di mall tanpa sepengetahuan Roy, dia juga menyemprotkan minyak wangi di leher dan pergelangan tangan nya, menggoda pria itu agar mau bermain di leher nya.


Ceklek..


Bunyi pintu kamar mandi terbuka, Roy keluar dengan ekspresi datar nya, tapi sedetik kemudian ekspresi nya berubah 180 derajat.


"Sayang, waw.." Ucap nya sambil berjalan mendekati Rena yang duduk di sisi ranjang.


"Sangat menantang untuk di hajar.." Roy menyeringai saat melihat penampilan sexy gadis nya, lingerie berwarna merah cerah itu terlihat begitu pas di pakai tubuh mungil nya.


"Apa aku terlihat seperti sugar baby?" Tanya Rena.


"Tidak, kamu lebih terlihat seperti bidadari.." Roy merebahkan tubuh gadis nya, lalu menindih tubuh berbalut pakaian tipis itu.


"Ini, wangi sekali.. Kamu semakin pandai menggoda sekarang.." Bisik Roy, saat mengendus aroma menyegarkan dari leher gadis nya, dia mengecup basah leher jenjang nan putih itu, menjilat nya hingga membuat Rena merinding.


"Kapan kamu membeli pakaian ini sayang?" Tanya Roy, tangan nya mulai aktif meraba buah kenyal gadis nya.


"Tadi, saat kamu ke toilet setelah membeli ponsel." Jawab Rena, sedikit mendesaah di sela jawaban nya.


"Bagus sekali kamu membeli yang berwarna merah, sangat panas. Ahh aku tak tahan.." Roy segera mencumbu gadis nya dengan buas, hingga membuat Rena kelabakan karena ciuman nya yang tiba-tiba.


"Emmhhh..." Tangan Roy begitu nakal, kini tangan nya sudah menyusup di segitiga gadis nya, mencolek-colek inti yang terasa begitu lembab.


Rena menggeliat tak karuan saat kacang kecil nya di mainkan oleh jari nakal Roy, dia merasakan geli dan nikmat di waktu bersamaan.


"Langsung saja ya, aku tak kuat. Kau begitu menggoda.."


Roy tak sabar, dia melucuti seluruh pakaian nya dan pakaian Rena, hingga kedua nya polos saat ini.


Dia segera menyatukan diri dengan tak sabar nya, hingga membuat Rena memekik saat pisang itu menerobos lubang nya yang belum sepenuhnya basah.


"Sakit.." Roy tak peduli dan terus melancarkan aksi nya.


Buah dari merajuk sedari tadi yang memuaskan, di apartemen lain nya juga sedang terjadi adegan panas karena sepasang kekasih itu juga tengah melakukan kegiatan yang hampir sama, hanya saja tidak memasukan nya ke dalam lubang, hanya memakai mulut dan tangan.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Bisaan ngebujuk nya kang bucin, hingga Rena luluh dan ngasih jatah🤣🤣


__ADS_2