OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Pulang


__ADS_3

Keesokan pagi nya, supir pribadi Smith sudah berdiri tegak di samping mobil mewah milik tuan nya dengan seragam berwarna hitam juga alat komunikasi yang terselip di saku seragam nya.


Tau lah apa konsekuensi membawa orang penting seperti Smith yang terkenal sebagai pemilik perusahaan periklanan terbesar di kota ini, mungkin saja ada pihak yang ingin mencelakai tuan muda keluarga Jeon itu kan? Maka dari itu mereka selalu waspada.


Btw, selama 5 hari di kampung ini supir Smith menyewa rumah kecil yang cukup jauh dari rumah calon mertua tuan muda nya.


Amelia tengah menangis di pelukan bapak nya, dia sangat manja pada bapak. Pahlawan nya, pria yang selalu kuat dan tegar itu kini sudah renta dan sering sakit-sakitan karena faktor usia.


"Sudah, jangan menangis. Bapak selalu gak kuat kalo lihat kamu nangis nak, kamu anak bapak satu-satunya, kamu anak kebanggaan bapak. Hati-hati di kota, jangan terlalu mengikuti pergaulan di kota ya. Jaga dirimu baik-baik." Nasehat bapak, dia mengusap rambut hitam anak gadis nya dengan lembut.


Smith berdiri mematung melihat pemandangan yang begitu menyesakkan dada itu. Sedangkan Amelia, gadis itu merasa ada ribuan batu yang menghantam hati nya. Nyata nya dia tak bisa menjaga kehormatan nya dengan baik, dia malah merelakan kegadisan nya untuk pria yang bukan suami nya.


"Nak Smith, bapak titip Amelia ya. Dia anak gadis bapak satu-satunya,"


"Baik pak, saya pasti akan selalu menjaga Amel." Jawab Smith tegas.


"Mari sayang, sudah terlalu siang.." Ajak Smith, dengan berat Amel melepaskan pelukan nya, dia mengusap air mata nya.


"Amel pergi dulu, bapak sehat-sehat disini ya. Amel ke kota cari uang buat biaya pengobatan bapak, jadi bapak harus sehat ya."


"Iya, hati-hati di jalan dan segera kabari kalau sudah sampai." Ucap bapak.


"Ingat, kalau ada apa-apa cepetan telepon Amel ya mak." Ibu Rara menganggukan kepala nya dengan ekspresi sendu. Sebenarnya dia tak rela membiarkan anak gadis nya bekerja seorang diri di kota, jauh dari keluarga. Tapi karena keadaan, semua nya harus mengesampingkan keinginan.


Smith maju dan memberikan uang untuk orang tua Amelia, awalnya kedua nya kompak menolak tapi dengan sedikit paksaan akhirnya mereka mau menerima nya.


"Hati-hati di jalan ya nak," Ucap Mamak, wanita paruh baya itu melambaikan tangan nya ke arah mobil yang perlahan menjauh dari halaman rumah kumuh nya.


Selain kedua orang tua yang berat melepaskan anak nya pergi, terlihat juga sepasang mata yang menatap kepergian gadis itu dengan sendu, Arkan mendengar ucapan tetangga yang bilang kalau gadis itu akan pergi hari ini.

__ADS_1


Pria yang tengah sibuk mengelola perusahaan teh nya itu segera mengemudikan motor nya menuju rumah Amelia, tapi dia malu untuk menampakan wajah nya jadi dia hanya berani melihat dari kejauhan.


Amelia menatap orang tua nya nanar dari dalam mobil, terbersit rasa ingin tetap tinggal dan menjaga orang tua nya. Tapi bagaimana pekerjaan nya di kota? Di terima bekerja di perusahaan itu saja sudah seperti sebuah keberuntungan besar bagi gadis yang hanya lulus SMA seperti dirinya.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Smith, pria itu begitu khawatir melihat keadaan gadis kesayangan nya.


"Saya tak apa-apa tuan, tapi.."


"Tapi apa sayang?" Tanya Smith.


"Saya butuh sandaran, bisa saya meminjam bahu tuan un.." Amelia tak menyelesaikan ucapan nya karena Smith segera meraih tubuh mungil nya ke dalam pelukan nya. Menyandarkan kepala gadis nya di dada bidang nya, mengusap rambut nya dengan mesra.


"Tak perlu meminta, aku milikmu.." Amelia mendongakan kepala nya menatap pria yang tengah menatap nya juga dengan senyuman hangat nya.


Bolehkah dia besar kepala dan mengharapkan Smith menjadi miliknya seorang? Tanpa harus berbagi dengan wanita mana pun, termasuk Marissa?


...


Di kantor, Roy sedang di sidang habis-habisan oleh Joseon. Pagi-pagi tadi dia di kejutkan dengan pria paruh baya itu yang tiba-tiba saja datang berkunjung.


"Katakan Roy, kemana Smith pergi?" Tanya Joseon, tatapan mata nya tajam hingga mampu membuat nyali seorang Roy Aditia penindas kedua setelah Smith merasakan ketakutan yang luar biasa.


"Saya tidak tau beliau kemana tuan, saya hanya di minta agar menggantikan pekerjaan nya selama satu minggu." Jawab Roy, sebisa mungkin dia harus terlihat tenang meski dalam hati dia ketakutan setengah mati.


"Marissa bilang Smith bahkan tidak bisa di hubungi, jadi apa kau bisa menjelaskan kenapa Smith melakukan itu?" Tanya Joseon.


"Maaf tuan besar, saya tak berani ikut campur urusan pribadi tuan muda."


"Ckkk, asisten macam apa kau ini? Aku tuan besar mu dan kau masih bisa menyembunyikan hal sebesar itu dariku? Katakan siapa gadis yang sudah menggantikan Marissa di hati Smith? Kau pasti tau kan!" Cecar Joseon dengan ekspresi datar nya, meski intonasi suara nya sudah cukup tinggi.

__ADS_1


"Sekali lagi saya meminta maaf tuan besar, tapi saya benar-benar tidak tau." Jawab Roy, tetap teguh dengan pendirian nya.


"Ini mungkin yang membuat Smith betah mempekerjakan dirimu sebagai asisten, kau sangat sulit untuk membuka mulut."


Roy hanya tersenyum kecil saat mendengar ucapan Joseon tentang kinerja nya.


"Baiklah, lebih baik aku pulang saja." Joseon pergi melenggang dari hadapan Roy. Roy mengelus dada nya merasa lega.


"Huffttt, selamat.. Tuan muda, kau harus memberiku bonus bulan ini. Hampir saja aku di makan hidup-hidup oleh ayah mu yang seperti macan itu." Gerutu Roy, dia bergidik ngeri saat membayangkan tatapan tajam pria tua itu.


Sudah berapa kali Roy menjadi korban kebucinan tuan muda nya pada gadis muda itu, mulai dari membeli alat make up, beli pembalut, lembur berhari-hari karena tuan nya malah pergi pulang kampung gadis nya dan sekarang tuan muda nya itu membuat kelangsungan hidup nya terancam.


"Tuan seperti nya sudah benar-benar bucin pada Amelia, lalu bagaimana nasib ku dengan Rena?" Keluh Roy, dia menelungkupkan kepala nya ke meja dan menutup kepala nya dengan dua tangan.


Entah harus dengan cara apalagi dia mendekati gadis itu, tapi hubungan nya hingga kini tak ada kemajuan, malah gadis itu semakin menjauhi nya.


...


🌻🌻🌻


Minta saran dari tuan bucin aja Roy🤭🤭


garing? Maafin ya, besok di lanjut dengan adegan ehemm😂


...


Oh ya, author mau promoin novel keren punya temen author. Mampir juga yaww☺️


__ADS_1


__ADS_2