
Dalam perjalanan, Roy terus senyam-senyum membayangkan percintaan panas nya semalam dengan sang kekasih. Meski memang dia yang memaksa, tapi sepertinya gadis itu juga menikmati penyatuan yang dia lakukan, terbukti dari desahaan yang selalu lolos dari bibir mungil nya.
Sekarang hanya tinggal memikirkan bagaimana cara nya agar dia cepat-cepat meresmikan hubungan nya dengan Rena, gadis yang sudah dia ambil mahkota nya bahkan saat hubungan nya baru menginjak satu minggu.
Roy adalah seorang anak yatim piatu, kedua orang tua nya sudah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit parah yang mereka derita. Sejak itu, dia mengabdikan hidup nya dengan bekerja menjadi asisten pribadi keluarga Alexander yang sudah merubah nya dari pria upik abu menjadi pangeran tampan bak idol korea.
"Kenapa itu si Riska pake acara muncul lagi ke kehidupan ku ya? Nyesel pun dah terlambat kayak nya, bener kata Rena aku harus tegas." Gumam Roy, pria itu sedang dalam perjalanan menuju kantor setelah dari apartemen untuk sekedar mandi dan mengganti pakaian.
Tak lama, mobil itu berhenti di parkiran kantor. Dengan langkah tegap nya dia berjalan seperti biasa nya, berwajah datar dengan bola mata yang tajam.
"Selamat pagi pak.." Sapa karyawan yang sedang bersiap-siap memulai pekerjaan nya.
"Pagi." Jawab singkat Roy, tapi mampu membuat karyawan itu berteriak histeris.
"Aaaaa... Mimpi apa aku semalam bisa di respon pak Roy? Alamakk, pasti semangat kerja nya ini mah.."
"Mimpi woyy, lu bukan tipe nya kali. Bangun, sadar.." Ucap yang satu lagi, memang kedua pria dengan jabatan tertinggi itu sangat sulit di dekati. Tapi dia bisa luluh dengan Amelia? Kenapa bisa? Mana author tau, tanya saja pada rumput yang bergoyang.
"Hihh, sirik aja liat orang lain seneng.."
"Sirik apa nya? Kagak kali, gue mah punya laki." Jawab karyawan yang satu nya lagi, dia memang sudah menikah dan mempunyai satu anak.
Tak lama, obrolan mereka seketika terhenti saat melihat direktur utama datang dengan Amelia yang menggandeng lengan nya.
Gadis itu tersenyum ramah pada setiap karyawan yang berpapasan dengan nya.
"Mau ketemu Rena.." Rengek Amelia manja, dan rengekan itu masih bisa terdengar.
"Iya nanti sayang, jangan merengek gitu." Jawaban Smith yang membuat para karyawan wanita itu menganga, bagaimana tuan muda yang biasa nya selalu dingin dan kaku, tapi bersikap hangat pada gadis nya? Sungguh luar biasa!
"Amelia hebat banget, dia gadis yang luar biasa bisa mencairkan hati es tuan muda ya.."
"Iya, padahal kita yang udah lama kerja disini boro-boro di lirik."
"Ehemm, kayak nya ada yang lupa kalo udah punya laki.."
....
Smith membawa gadis nya ke ruangan nya, tapi gadis itu malah merengut karena sedari tadi tak bertemu sahabat nya, Rena.
"Tanyain sama Roy, jangan merengek sayang.."
Tak lama, orang yang disebut nama nya itu datang ke ruangan dengan beberapa berkas materi meeting dengan klien.
"Nah itu orang nya, panjang umur kau Roy.."
"Maaf, memang nya ada apa dengan saya?" Tanya Roy.
"Rena mana?" tanya Amelia antusias. Mendengar pertanyaan dari nona muda nya itu, membuat Roy gelagapan sendiri, padahal hanya pertanyaan se simpel itu.
__ADS_1
"Heyy, kok malah bengong sih.."
"Eh Nona maaf, Rena tak masuk kerja hari ini." Jawab Roy setelah sadar dari lamunan nya.
"Kenapa? Apa dia sakit?"
"Hanya kelelahan sepertinya, kaki nya sakit.." Jawab Roy setenang mungkin.
"Alasan saja kau Roy, bilang saja yang sakit itu selangkangann nya, jadi dia susah berjalan kan?" Tebak Smith, tepat sasaran.
"Apa iya?"
"Aduhh, pertanyaan macam apa ini? Ya ampun, aku terpojok." Batin Roy, tiba-tiba saja keringat membasahi kening nya.
"Tak usah di jawab, dari gelagat mu saja sudah mencerminkan kalau kau sudah merenggut kesucian gadis itu kan? Ngaku saja."
"T-tidak tuan.."
"Tanda merah di leher mu tak bisa berbohong, Roy.." Ucap Smith jahil, sedangkan Amelia dia hanya diam mendengarkan percakapan antara bos dan asisten nya itu.
Tapi yang jadi pertanyaan disini adalah, apa iya Rena menyerahkan mahkota nya pada Roy semudah itu? Yang dia tau, Rena itu punya prinsip. Takkan melakukan hubungan sexss sebelum menikah, tapi apa ini?
"Apalagi bekas cakaran di tengkuk mu itu begitu meyakinkan.." Ucap Smith lagi.
"Sudahlah, jangan membuat nya malu. Lagi pun kalau iya memang nya kenapa? mereka pacaran kan? Paling Rena hamil, dan pak Roy harus bertanggung jawab tentu nya."
"I-ini berkas penting yang harus tuan tanda tangani segera, saya sudah mempelajari nya terlebih dahulu tadi."
Pria itu mengangguk dan segera keluar dari ruangan Smith dengan tergesa-gesa, keburu pria itu mencecar nya lagi dengan pertanyaan menjebak.
"Jadi aku disini cuma liatin Oppa kerja aja?" Tanya Amelia.
"Lalu, mau nya apa sayang? Makan? Aku bisa pesankan lewat ponsel."
"Seblak level 5, boleh gak?"
"No, jangan yang pedas-pedas. Level 0 atau level 1."
"Yahh, Oppa terlalu pengatur.."
"Ini demi kebaikan mu sendiri sayang, nanti sakit perut. Cepatan, mau nggak?" Tanya Smith lagi.
Amelia mencebikan bibir nya, lengkap dengan ekspresi merajuk nya, membuat Smith gemas dengan tingkah calon istri nya.
"Ayolah, jangan merajuk sayang. Lagi pun ini masih pagi, masa langsung makan seblak level 5. Nanti perut nya kaget.." Bujuk Smith.
"Yaudah, level 1 aja deh.."
"Nah gitu dong, baru nama nya gadis ku."
__ADS_1
"Iya, harus nurut sama calon suami iya.."
"Nah itu tau, pinter nya.." Smith tersenyum lalu mengacak rambut gadis nya dengan gemas.
"Oppa, rambut ku acak-acakan lagi dong. Jahil banget sih.." Gerutu Amelia, dia merapikan rambut nya dengan tangan.
...
Tak lama, ada yang mengetuk pintu kaca ruangan Smith lirih.
"Masuk.." Ternya kurir gofood yang datang dengan membawa seblak pesanan nya.
"Permisi pak, ini pesanan seblak atas nama Amelia Putri."
"Ya saya, simpan di atas meja." Jawab Smith datar.
"Metode pembayaran nya cash on delivery pak, total 85 ribu." Smith memberikan dua lembar uang merah pada kurir yang terlihat kuyu itu.
"Ini kebanyakan pak, hanya satu lembar saja."
"Ambil, anggap saja rezeki anak dan istri mu." Jawab Smith, meski tak tau pasti. Tapi dari tampang nya, pria itu memang sudah berkeluarga.
"Terimakasih banyak pak, semoga kebaikan bapak di balas lebih-lebih dari yang bapak berikan pada saya." Ucap kurir itu mendoakan.
"Sama-sama, kamu bisa pergi." Usir Smith, masih dengan ekspresi datar nya.
Setelah kurir itu pergi, Amelia segera membuka bungkusan dalam kresek itu ,memindahkan nya ke mangkuk.
Seketika aroma khas seblak langsung menyeruak hingga membuat perut keroncongan.
"Punya Oppa mau di makan sekarang?" tanya Amelia.
"Iya sayang.." Jawab Smith, sedikit-sedikit pria itu jadi menyukai makanan itu karena sering nya Amelia mengajak pria itu memakan jajanan ala anak muda itu.
"Hihi, level 0 alias di bening.." Ledek Amelia dengan kekehan jahil nya.
"Daripada sakit perut, mendingan ambil aman aja." Jawab Smith sambil melangkah mendekati gadis nya.
"Oppa, mau jalan-jalan di mall dong."
"Boleh, kapan? Nanti weekend mau? Sekalian belanja.."
"Mau dong, sekalian belanja bulanan ya. Di apartemen beras nya tinggal dikit Oppa."
"Iya , sekarang makan dulu. Hati-hati tersedak ya, kuah nya merah banget." Smith nyengir-nyengir ngeri melihat kuah yang merah merona itu, padahal hanya level 1 gimana level 5 nya?
...
🌻🌻🌻
__ADS_1
Besok.up lagi tentang couple RR ya😊