OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Tidur Bersama, Lagi..


__ADS_3

"Cubit aku Joseon, ini bukan mimpi kan?" Ucap bibi Rose, tatapan nya lurus ke depan menatap sosok wanita yang sedang duduk di ranjang dengan dua anak di pangkuan nya.


Joseon pun sama, dia bahkan menatap menantu nya tanpa berkedip. Antara percaya dan tidak percaya kalau Amelia sudah kembali, artinya kebahagiaan rumah ini sudah kembali.


"Berhenti menatap istri ku seperti itu, kemarilah. Apa kalian akan terus berdiri di situ? Apa kalian tak mau menyapa Amelia, menantu kesayangan kalian?" Tanya Smith, barulah kedua nya sadar dari lamunan dan mendekat ke arah ranjang.


"Sayang, bibi rindu. Kenapa lama sekali kamu tidur, Nak?"


"Amel juga rindu Bi, sangat rindu. Amel denger semua nya, bahkan Amel denger saat dua anak Amel nangis, tapi Amel gak bisa ngapa-ngapain, mau buka mata rasa nya berat banget, mau bergerak juga sakit." Jelas Amelia.


"Tak apa sayang, yang penting kamu sudah bangun sekarang. Bibi mau masak makanan favorit kamu,"


"Terimakasih bibi.."


"Sama-sama sayang, istirahat dulu ya. Jangan dulu fokus sama anak-anak, fokus samaa kesehatan kamu dulu ya." Peringat bibi Rose.


"Iya Bi,"


"Itu bayi besar mu juga kayak nya sangat manja ya, perlu kamu tau Mel, dia kayak kehilangan nyawa saat tau kamu koma."


"Sudahlah Bi, jangan di bahas itu kan sudah lama." Bantah Smith membuat sang istri tersenyum.


"Yasudah, bibi ke dapur dulu ya.." Bibi Rose pun pergi dari ruangan, tinggalah 5 orang di sana.


"Besok kita adakan syukuran atas bangun nya Amel ya Smith, kabari mertua mu agar mereka kemari, bilang juga kalau Amel sudah sadar."


"Baik Appa, Smith akan menelpon nya sekarang." Smith melepaskan pelukan nya pada sang istri, lalu pergi keluar ruangan. Kini hanya tinggal Appa dan Amelia, juga dua anak kembar yang begitu anteng dalam pangkuan Amel.


"Terimakasih sudah kembali Nak, Appa tak bisa membayangkan jika kamu tak kembali, Smith sangat terpukul saat kamu di nyatakan koma, bahkan dia tak mau makan, tak pergi ke kantor, bahkan untuk mengurus dirinya sendiri pun dia tak mau, kamu bisa melihat nya sendiri, wajah nya berewokan, kurus juga."

__ADS_1


"Iya Appa, Amel sudah nyoba berulang kali untuk bangun, tapi rasa nya sakit." Jelas Amelia.


"Yang penting kamu sudah bangun sekarang, Appa sangat berterima kasih padamu Nak."


"Ada suatu hal yang ingin Amel bicarakan,"


"Bicara saja nak, Appa akan dengarkan." Jawab Joseon.


"Sebenarnya, aku bukan anak kandung mamak sama bapak. Mereka paman dan bibi Amel,"


"M-aksudnya gimana Mel?"


Amelia menjelaskan kronologis kejadian pembunuhan belasan tahun silam dengam detail, memastikan tak ada yang terlewat satu bait pun. Sedangkan Appa Joseon menyimak dengan serius cerita menantu nya.


"Maaf menyembunyikan hal ini, Amel takut aja kalian gak merestui hubungan Amel sama Oppa kalau tau Amel anak yatim piatu."


"Hubungan nya apa? Tak masalah sayang, kami tetap menyayangi mu."


"Kamu anak Appa sekarang, jangan banyak pikiran ya. Fokus dulu sama kondisi kesehatan ya, kamu baru saja bangun dari tidur panjang."


"Iya Appa, terimakasih."


"Kamu ini, terus saja berterimakasih. Ayoo Aliya sama Ares ikut kakek dulu yuk, mama nya mau bobo dulu."


"Mamama bobo?" Celoteh Ares.


"Iya mama nya mau bobo dulu, Ares sama Aliya sama Kakek dulu ya, jangan nakal."


Smith masuk kembali ke dalam ruangan, dia masih merindukan sang istri, dia tak berhenti menatap Amelia yang sedang berbaring, membuat wanita itu risih sekaligus gemas.

__ADS_1



"Oppa kenapa liatin aku kayak gitu?"


"Gapapa, cuma aku masih gak nyangka aja kamu udah bangun. Aku bahagia sekali sayang.." Jawab Smith, mata nya terus menatap Amel dengan penuh cinta.


"Ini sudah kehendak takdir Oppa,"


Smith tak membalas ucapan sang istri, dia merangkak menaiki ranjang dan kembali memeluk Amelia dengan erat, bahkan sangat erat.


"Udah lama gak tidur sambil meluk kamu kayak gini, By."


"Sekarang kan bisa, ayo tidur."


"Iya, selama setahun lebih aku kurang tidur karena terus kepikiran kamu By."


"Maaf Oppa, sekarang tidur lah. Aku akan mengusap kepala mu."


"Terimakasih sayang, aku harap saat aku bangun kamu masih mengusap kepala ku."


"Iya, kalau aku gak ngantuk terus ikutan tidur ya Oppa."


"Iya sayang, aku ingin tidur disini, boleh?" Tanya Smith, menunjuk buah kenyal sang istri.


"Boleh, ini milik mu.." Jawab Amelia, dengan senyum yang terkembang, Smith akhirnya tertidur di dada sang istri, dengan tangan Amel yang mengusap kepala belakang Smith.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Ampun abang Smith🤭


__ADS_2