
Smith berbaring dengan bertelanjang dada, dia menunggu istri nya yang sedang membersihkan diri di kamar mandi. Tapi sudah hampir satu jam, Amel tak kunjung keluar dari kamar mandi, membuat Smith kesal dan tak sabar.
Dia bangkit dan mencoba membuka pintu kamar mandi, tapi terkunci dari dalam membuat nya bertambah kesal.
"By, masih lama gak?" Tanya Smith dari luar, membuat Amelia yang sedang mondar mandir takut untuk keluar menghentikan langkah nya dan menatap pada pintu kamar mandi kaca yang terdapat bayangan seorang pria.
"Aduhh, Oppa pasti udah kesel nungguin itu. Gimana ya?" Gumam Amelia, dia menggigiti kuku-kuku nya.
"By, ayo keluar dong.." Teriak Smith dari luar dengan menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"I-iya sebentar Oppa." Jawab Amel.
Terpaksa sudah Amel keluar keburu sang suami mengamuk besar.
"Akhirnya keluar juga, ngapain aja di kamar mandi hampir satu jam. Mandi apa tidur By?" Tanya Smith dengan sedikit sindiran.
"Mandi dong, kan biar wangi.." Jawab Amelia.
"Yaudah ayo, aku udah gak tahan ini."
"Ngebet banget sih, Oppa gak gugup?" Tanya Amelia.
"Gugup kenapa? Kita kan udah sering ngelakuin itu, kenapa harus gugup By?"
"Gak tau, ya mungkin karena ini akan jadi pertama kali setelah kita menikah." Jawab Amelia.
"Maka dari itu, ayo puaskan aku. Lihat ini.." Smith menunjuk bagian bawah nya yang menggembung di balik celana boxer.
"Udah bangun aja nih pisang raja." Amelia mengelus benda itu dengan lembut, membuat Smith memejamkan mata nya menikmati sentuhan sang istri.
"Aduhh By, ayolah udah di ujung ini.." Amelia tersenyum jahil melihat ekspresi mendamba suami nya.
"Udah lama gak di es krim, mau ya?" Amelia menganggukan kepala nya, membuat Smith segera menarik tangan istri nya ke arah ranjang.
Smith membuka celana nya, hingga terpampang lah si pisang raja yang sudah berdiri tegak menantang dengan angkuh nya.
"Yok cepetan.."
"Oppa, kayak udah gak main setahun aja, ngebet banget." Ledek Amelia.
__ADS_1
"Udah gak tahan By, kita kan udah lama gak main. Pasti lubang hangat kamu makin sempit gak aku masukiin." Amelia hanya menggelengkan kepala nya, dia segera melakukan tugas nya sebagai istri yang menuruti kemauan suami nya.
Dia menjilati pisang itu dari atas hingga pangkal nya, membuat Smith mendongak dengan mata yang terpejam.
Tangan nya tak berhenti mengusak puncak kepala istri nya yang tengah bergerak maju mundur dengan pisang raja di mulut nya.
"Sudah By, sekarang giliran aku yang melakukan nya.." Smith menarik paksa pisang nya dari mulut sang istri.
Smith melucuti pakaian tipis istri nya hingga membuat nya polos sempurna, dia melakukan kegiatan favorit nya, mencecap rasa manis dan memabukkan dari irisan daging kenyal tanpa tulang dengan kacang kecil di tengah nya.
"Oppa.."
"Ya By, kenapa? Enak?" Tanya Smith, Amelia menganggukan kepala nya cepat. Tatapan mata nya sayu dengan wajah yang memerah seperti menahan sesuatu.
"Sekarang By? Udah gak tahan?"
"Terserah Oppa aja, mau sekarang atau besok juga gak masalah."
"Yehh, itu mah mau nya kamu By." Smith merangkak naik dan menindih tubuh polos istri nya.
Smith memasukan pisang raja itu dengan perlahan hingga semua nya masuk sempurna dan menimbulkan pekikan dari mulut sang istri, Smith segera membungkam pekikan itu dengan bibir nya, dia melumaat nya dengan buas, maklum lah sudah cukup lama mereka tak menikmati kehangatan tubuh masing-masing karena di sibukan dengan pesta dan Amelia sibuk dengan pengobatan nya.
.....
Sudah satu jam berlalu, tapi Smith terlihat tak ingin menghentikan gerakan nya di atas tubuh polos istri nya.
Padahal Amelia sudah memohon agar pria itu berhenti karena miliknya sudah terasa panas dan perih.
"Sudah, sakit.."
"Aku sudah lama tak menikmati ini By, masa baru satu jam saja sudah menyerah, biasa nya kan kamu tahan saat aku menghajar mu semalaman, kok sekarang kalah?" Tanya Smith, tapi tak menghentikan gerakan nya.
"Aku kan sedang berobat Oppa,"
"Aku sudah bilang pada mu By, kita akan ke korea untuk pengobatan mu sekalian berbulan madu." Jawab Smith.
"Cepatlah, sakit.."
Smith mempercepat gerakan tubuh nya dan menekan pisang nya agar masuk lebih dalam saat dia merasakan denyutan terakhir saat pelepasan nya.
__ADS_1
"Aku capek By.." Amelia menyeka keringat di dahi suami nya, lalu pergi ke kamar mandi membasuh sesuatu yang masih basah dengan air dan sabun.
Setelah itu dia keluar dan ikut membaringkan tubuh nya di samping sang suami.
"By.."
"Iya, kenapa Oppa?" Tanya Amelia, gadis itu berbaring miring berhadapan dengan Smith. Tangan lentik itu bergerak mengusap wajah tampan suami nya.
"Aku menginginkan yang terbaik untuk mu By, aku.."
"Aku tau Oppa, tak perlu di bahas sekarang. Lebih baik Oppa tidur, katanya lelah.."
"Mau lagi By.." Smith menyeringai dengan pandangan lekat pada wajah sang istri.
"Katanya capek."
"Tapi enak." Jawab Smith. Kalau sudah begini tak ada guna nya menolak lagi, dia hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan suami nya.
Mereka pun melakukan ronde kedua hingga semua nya berakhir tepat tengah malam.
....
Di markas milik Smith, Gerald meraung-raung karena ada ribuan belatung yang menggerogoti tubuh nya.
"Tolong lah aku, buat saja aku mati daripada harus begini." Teriak nya, tapi anggota yang berjaga tak mengindahkan teriakan pria itu dan mereka berpura-pura tak mendengar apapun.
"Kalian tuli, aku bilang bunuh saja aku. Aku tak tahan lagi.."
"Kami takkan berani membunuh musuh Bos besar tanpa perintah." Jawab nya, hanya itu dari kemarin sebagai jawaban.
Bau busuk menguar dari tubuh Gerald, karena luka yang di buat Smith tak di jahit dan di biarkan membusuk dengan sendiri nya, dengan begitu sakit yang di rasakan pria itu terasa lebih menyakitkan.
Pria itu menangisi nasib dan kebodohan nya, hanya karena dendam dia menyakiti gadis yang tak mempunyai kesalahan apapun pada nya, dan inilah akibat nya berurusan dengan Smith Alexander. Pria itu tak terlihat kejam di luar, tapi jika ada yang menyakiti orang yang paling dia cintai, dia tak segan-segan membalas nya dengan kesakitan yang seribu kali lipat lebih menyakitkan, seperti yang Gerald rasakan saat ini.
"Aku menyesali semua nya, harus nya aku tak melibat kan Amelia dalam dendam ku, dan ini lah hukuman yang harus aku terima." Gumam pria itu, sudah lebih dari seminggu dia berteriak kesakitan di ruangan sunyi, gelap dan dingin ini tanpa pakaian sehelai pun.
....
๐ป๐ป๐ป
__ADS_1
Up pagi-pagi biar dapet kopi, ayo dong kasih kopii๐๐๐