OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Hampir Saja


__ADS_3

Sesampai nya di kantor, Smith segera masuk ke dalam ruangan nya. Dia tersenyum saat melihat gadis nya tengah menyapu ruangan dengan teliti, juga secangkir cappucinno yang tersaji cantik di meja, gadis itu tetap profesional dalam bekerja.


"Sayang.." Panggil Smith.


"Iya tuan."


"Semangat, fighting." Ucap Smith memberikan nya semangat.


"Terimakasih tuan."


Smith memulai kesibukan nya dengan fokus ke depan laptop yang menyala, pekerjaan nya sangat banyak dan menumpuk di pastikan dia harus lembur hari ini.


Amelia fokus mengepel ruangan itu dengan semangat, apalagi tadi dia mendapat semangat dari Smith.


Tak lama pintu kembali terbuka, Marissa masuk dengan angkuh nya, pakaian nya selalu mini dengan belahan dada yang rendah.


"Hati-hati Nona, lantai nya masih basah." Peringat Amelia. Tapi sepertinya Marissa tak peduli dan malah berjalan cepat mendekati Smith yang terlihat tak peduli.


"Sayang.." Panggil Marissa dengan suara lembut yang mendayu, tapi baru saja dia akan meraih tangan Smith, Marissa terpeleset dan terjungkal.


Smith melirik Marissa yang meringis sambil memegangi bokongg nya yang baru saja mencium ubin marmer itu.


"Pppfffttt, hahahaa..." Smith tertawa puas melihat Marissa yang jatuh.


Marissa menatap tajam Amelia yang diam mematung di pojok ruangan dengan alat pel yang masih di pegang nya.


"Sayang, tolong aku berdiri." Pinta Marissa manja.


"Berdiri saja sendiri, tak usah merepotkan aku. Aku sedang bekerja, jangan mengganggu." Ketus Smith setelah selesai dengan tawa nya.


"Sayang.."


"Berisik."


Amelia kembali melanjutkan pekerjaan nya, tanpa peduli pada Marissa yang masih terduduk di lantai.


Dengan terpaksa, Marissa bangun sendiri dan mendudukan bokongg nya di kursi yang berhadapan dengan Smith.


"Sayang, kenapa beberapa hari ini nomor ponsel mu tak bisa di hubungi?" Tanya Marissa lembut.


"Semua orang yang mengganggu aku masukan ke dalam blacklist." Jawab Smith seadanya, tanpa melirik sedikit pun pada Marissa yang sudah kelihatan kesal.


"Aku tunangan mu Alex, kenapa kau memperlakukan ku seolah aku adalah musuh mu."


"Ralat, mantan tunangan." Tegas Smith.

__ADS_1


"Heii, aku masih berstatus tunangan mu sampai sekarang. Kau tak bisa membatalkan pertunangan kita seperti ini."


"Kenapa tidak bisa? Aku tak bisa bertunangan dengan wanita yang tidak aku cintai."


"Tapi Alex...."


"Bagaimana skandal mu hmm? Bukan nya kau terjerat skandal lagi?" Tanya Smith dengan pandangan merendahkan.


"T-tidak, aku tak punya skandal apapun.." Elak Marissa.


"Oh ya? Lalu kau fikir aku bodoh begitu? Kau tak punya televisi ya? Seperti nya kau lupa siapa aku, aku Smith Alexander pemilik perusahaan iklan terbesar di negara ini. Aku dengan cerdas memilah mana iklan yang berkualitas untuk kau tayangkan dan terimakasih, karena aku telah menayangkan berita tentang dirimu, perusahaan ku untung banyak." Sinis Smith dengan senyum smirk nya.


Marissa mematung, hati nya terasa di hantam palu godam. Selama ini dia lupa kalau Smith adalah orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis, jadi bisa di pastikan sebentar lagi dia akan jadi gelandangan.


"Pergilah, Appa juga sudah tau kelakuan mu. Dia takkan memaksa ku lagi untuk menikahi jalangg seperti mu," Marissa mengepalkan kedua tangan nya dan pergi dari ruangan Smith.


Amelia melongo melihat perubahan sikap Smith yang tadinya hangat menjadi dingin dan kasar seperti itu.


"Kemari sayang, duduk disini." Amelia menurut dan duduk di pangkuan Smith.


Tangan Smith kembali menggerayangii tubuh Amelia yang di baluti seragam berwarna biru muda itu.


"T-tuan pekerjaan saya belum selesai."


"Ohh, aku menginginkan dirimu untuk memperbaiki mood ku." Jawab Smith cuek dan tetap membuka semua kancing seragam gadis nya dengan tak sabar.


"Eeemmmm.." Lenguh Amelia, dia melingkarkan tangan nya di leher Smith dan sesekali mengusap rambut belakang pria itu.


Saat sedang asik menyusu, tiba-tiba saja Roy masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia melotot saat melihat pemandangan yang membuat nya panas dingin, dulu dia hanya mendengar dari balik telepon, sekarang dia melihat sendiri adegan itu dengan mata kepala nya sendiri.


Amelia yang sadar akan kehadiran Roy, segera mendorong pelan kepala Smith dan segera menutupi dada nya dengan tangan.


"Kenapa sayang?" Tanya Smith manja dengan ekspresi yang menggemaskan.


"Ada pak Roy.." Bisik Amelia, Smith melirik Roy yang masih berdiri mematung di ambang pintu dengan berkas di tangan nya.


"Kemarilah Roy, ada apa?" Tanya Smith datar, tangan nya masih melingkar erat di pinggang gadis nya.


Malu, Amelia hanya bisa menyembunyikan wajah nya di ceruk leher pria itu.


"Ada berkas pengajuan kerja sama dari klien china tuan.." Roy meletakan berkas nya di depan Smith, tangan Smith terulur mengambil berkas itu dan mulai membaca nya dengan Amelia yang masih di pangkuan nya.


"Sebelum kau memberikan nya padaku, kau mempelajari nya dulu kan?" Tanya Smith datar.


"Sudah tuan.."Jawab Smith.

__ADS_1


Smith mengambil pena dari saku jas nya dan menandatangani berkas itu.


"Pergilah, jangan ganggu aku dulu. Jika terdesak kau harus menelpon dulu."


"Baik tuan.." Roy keluar ruangan tuan muda nya dengan membawa berkas yang sudah di tandatangani.


"Mari kita lanjutkan." Bisik Smith dengan sensual, membuat sekujur tubuh Amelia menegang seketika.


Smith menggendong tubuh mungil Amelia yang setengah terbuka, tapi baru saja akan masuk ke dalam kamar pribadi nya, tiba-tiba saja dering ponsel membuat nya harus menunda keinginan nya untuk bercocok tanam bersama gadis nya.


"Ganggu aja, siapa sih?"


"Angkat dulu, siapa tau penting tuan.." Ucap Amelia, dia segera merapikan kancing kemeja nya.


"Roy?" Dahi Smith mengerut saat melihat nama penelpon yang tertera di ponsel ya.


"Hallo.."


"Tuan, sebaiknya nona Amel segera keluar. Tuan Besar ada di lobi sekarang." Ucap Roy dengan suara panik nya di seberang telepon.


"Ckk mengganggu saja.." Gerutu Smith, dia langsung mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


"Bersembunyi lah sayang, Appa sedang kemari."


"Lebih baik saya keluar saja tuan,"


"Tidak, kau ingin kabur dari kewajiban mu melayani ku kan?" Tanya Smith.


"Bukan begitu tuan, tapi saya harus bekerja. Nanti di apartemen tuan bisa menyalurkan hasrat tuan pada saya. Bagaimana?"


"Baiklah, kau harus menepati janji mu. Aku takkan melepaskan mu nanti malam, ingat itu." Ucap Smith dengan seringaian nakal nya.


"Iya tuan, saya permisi dulu." Amelia mengambil alat kebersihan nya dan segera keluar dari ruangan Smith.


Di lobi, dia tak sengaja bertemu Tuan Besar Joseon Appa nya Smith, pria paruh baya itu berjalan angkuh dengan kedua tangan yang di masukan ke dalam celana nya.


"Selamat siang tuan besar.." Sapa Amelia, dengan menundukan kepala nya sopan. Joseon menganggukan kepala nya dan tersenyum tipis melihat penampilan OG itu yang terlihat rapi.


Amelia menghela nafas nya lega, ternyata tuan besar itu tak semenakutkan itu menurut nya.


"Hampir saja," Gumam nya, lalu pergi dengan membawa ember dan alat pel nya.


....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Selamat siang, semoga harimu menyenangkan☺️



__ADS_2