
Sesuai anjuran dokter, Amelia baru bisa pulang sore hari. Dia tak sabar ingin segera memberitahukan kabar bahagia pada keluarga nya di Indonesia.
"Oppa, boleh telpon bibi sama Appa gak?"
"Boleh By, telpon aja." Jawab Smith, pria itu sedang memotongi kuku sang istri.
"Telepon suara apa video ya Oppa?"
"Video aja sayang," Usul Smith, Amelia mengutak-atik ponsel miliknya dan menekan panggilan video.
Berdering..
"Hallo sayang, gimana? Kamu baik-baik saja?" Celoteh bibi Rose, padahal Amel belum bicara.
"Amel baik Bi, bahkan sangat baik."
"Mana Smith?" Tanya bibi Rose, Amelia membalikan kamera menghadap ke arah suami nya yang tengah memotong kuku kaki nya.
"Wahh ponakan bibi sangat bucin,"
"Yang penting istri senang dan mood nya bagus Bi, apapun pasti Smith lakuin demi Amel." Jawab Smith dengan senyum nya.
"Amel.." Amelia memutar kembali kamera menghadap nya.
"Iya bibi, Appa mana?"
"Appa mu sedang menonton acara masak, bibi kesana dulu. Gimana pengobatan kamu, lancar?" tanya bibi Rose, terlihat wanita itu tengah berjalan menuruni tangga.
"Amel punya kabar gembira buat Bibi sama Appa.."
"Benarkah? Apa Mel?"
"Bibi samperin aja Appa, biar tau nya barengan." Jawab Amelia.
Bibi Rose duduk di samping kakak nya,
"Nelpon sama siapa Rose?" Terdengar suara Appa nya di telpon, tapi wajah nya belum nampak.
"Menantu mu.." Jawab bibi Rose terdengar ketus.
"Appa.." Sapa Amelia saat melihat wajah ayah mertua nya.
"Iya sayang, bagaimana kabar mu nak? Kamu baik-baik saja disana?"
"Amel baik Appa, bahkan sangat baik. Appa sehat juga?"
"Appa juga baik, bibi Rose mu yang doyan marah-marah ini mengurus Appa dengan baik." Jawab Appa, membuat bibi Rose yang ada di samping nya kesal dan mencubit tangan kakak nya sendiri.
"Ampunn Rose, kau ini selalu galak padaku. Main kekerasan."
"Kau menyebalkan Joseon."
"Haha, sudahlah jangan bertengkar. Amel nelpon cuma buat ngasih tau kabar bahagia,"
"Kabar bahagia apa?" Tanya kedua nya kompak, baru saja mereka berdua berdebat tapi dalam sekejap mereka akur kembali. Ya begitu lah adik kakak.
Smith datang dengan membawa testpack yang menunjukan garis dua.
"Kamu hamil sayang?" Teriak bibi Rose heboh.
"Iya Bi, Amel hamil 2 bulan. Dan apa bibi tau? Aku hamil kembar." Jawab Amelia,
__ADS_1
"Ap-apa? Benaran, ini bukan prank kan?" tanya bibi Rose dengan wajah tak percaya nya.
"Ngapain Amel nge prank bibi, gak ada manfaat nya. Amel beneran hamil Bi, tadi juga habis periksa."
"Syukurlah sayang, cepat lah pulang. Bibi ingin memeluk mu, Nak." Bibi Rose menangis, air mata nya luruh begitu saja.
"Tolong jangan menangis Bi, Amel cuma semingguan disini. Amel gak akan pulang sebelum Oppa bawa Amel ke namsan tower."
"Smith, cepatlah bawa menantu ku ke tempat itu. Dia ngidam, nanti bayi nya ileran."
"Iya, besok kami akan kesana Bi." Jawab Smith.
"Baguslah, dan cepat pulang. Aku ingin memeluk mu."
"Iya bi, kalau begitu Amel matiin dulu ya. Kata dokter Amel harus istirahat dulu."
"Iya sayang, jaga kesehatan ya disana. Jangan lupa, tidur nya pake selimut double, pake jaket juga."
"Baik bibi cantik ku, nitip Appa ya. Jangan di marahin terus.."
"Itu bibi gak janji ya nak, Appa mu menyebalkan."
"Yasudah ya Bi, Amel tutup dulu. Selamat malam."
"Disini masih siang nak."
"Ahh ya, Amel lupa." Jawab Amelia sambil cengengesan.
Setelah itu panggilan pun di tutup, Amel meletakan ponsel nya di meja nakas dan menggelayut manja di lengan kekar sang suami.
"Kenapa sayang?"
"Pengen buru-buru besok, udah gak sabar." Jawab Amelia manja.
"Nggak, cuma pengen poto aja."
"Iya deh terserah bumil cantik aja, sekarang tidur ya.."
"Pengen di peluk,"
"Iya Bi, aku mana tega biarin kamu tidur sendirian tanpa pelukan." Jawab Smith, dia menggendong tubuh sang istri dan merebahkan nya di ranjang.
Smith mengusap-usap perut Amelia yang masih datar. Sesekali melabuhkan kecupan-kecupan di perut sang istri.
Merasakan kenyamanan, Amelia tak tahan. Dia tertidur nyenyak hanya dalam waktu beberapa detik saja.
"Istri yang baik, aku mencintaimu Amelia." Smith melayangkan kecupan singkat di kening sang istri, lalu ikut tertidur di samping Amelia dengan tangan yang melingkari perut rata nya.
....
Keesokan hari nya, sesuai janji Smith sebelumnya. Sekarang mereka sedang berada di perjalanan menuju Namsan tower atau populer di sebut Menara Seoul.
Beruntung tempat itu jarak nya dekat dengan apartemen yang di tinggali Smith dan Amelia, hanya 2 km saja.
"Oppa, aku excited banget.." Celoteh Amelia dengan senyum yang terus terkembang sejak tadi.
"Iya sayang, sebentar lagi kita sampai." Smith terus menggenggam tangan sang istri, cinta nya terus bertambah besar setiap hari nya, apalagi setelah mengetahui kalau istri nya itu tengah hamil muda dengan dua janin di rahim nya.
"Oppaa..." Amelia memekik kegirangan saat namsan tower itu mulai terlihat dari jalan.
"Ngidam nya sederhana, cuma pengen poto-poto di namsan tower." Ucap Smith sambil geleng-geleng kepala, sesekali dia tersenyum melihat tingkah istri nya yang tak duduk dengan tenang.
__ADS_1
...
"Ayo Oppa..." Amelia menarik tangan Smith agar segera keluar dari mobil dan jalan-jalan di sekitar namsan tower.
"Sabar Baby," Smith mengambil tas nya dan mengekor di belakang sang istri yang berjalan cepat.
"Baby, jangan cepat-cepat jalan nya. Ingat, kamu lagi hamil sayang." Peringat Smith, tapi seperti nya Amelia terlalu semangat untuk menjelajah tempat wisata khas kota Seoul ini.
Hingga tak sengaja dia menginjak batu, beruntung Smith dengan cepat meraih tubuh sang istri.
"Tuh kan, aku bilang juga apa. Pelan-pelan aja jalan nya sayang, kamu juga harus mikirin anak kita."
"Maaf Oppa.."
"Iya gapapa sayang, ayo.." Smith mengulurkan tangan nya dan Amelia menerima nya, mereka berjalan dengan tangan yang bertaut mesra.
"Kita beli gembok dulu ya By."
"Buat apa?"
"Nanti juga kamu tau sayang, ayo.." Ajak Smith, dia menarik sang istri memasuki sebuah toko khusus yang menjual berbagai jenis,bentuk dan gambar gembok lucu.
"Kamu suka yang mana By?" Tanya Smith, sedangkan Amelia dia bingung memilih gembok yang menurut nya bagus.
"Ini bagus gak Oppa?" Tanya Amelia menunjuk sepasang gembok berwarna biru dengan ukiran bahasa korea.
"Tapi ini artinya apa?"
"Cinta sehidup semati By." Jawab Smith.
"Yang ini aja.." Putus Amelia, setelah dia tau makna tulisan di gembok itu.
Smith membayar dan segera membawa istri nya ke tempat mengunci gembok.
"Wahh, ada ini ya.."
"Kita kunci cinta kita disini ya By,"
"Iya Oppa," Mereka pun mengunci gembok itu dan membuang kunci nya jauh ke bawah.
"Semoga cinta kita bertahan selamanya ya By, disini aku mengunci cinta kita agar tak terlepas."
"Iya Oppa," Jawab Amelia, dia memeluk lengan sang suami dengan mesra.
....
🌻🌻🌻
Huaaaaa😭😭😭
Kalian tau kenapa Amel ngebet pengen ke namsan tower? Itu karena ini keinginan author yang gak bakal kesampaian😭
indah bangettttt😭
__ADS_1
ini akang juki yang siap motoin neng amel🤭