OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Bertemu Gerald


__ADS_3

"Saya keluar dulu ya pak, gak enak sama OG lain. Apalagi Amel nyariin saya, pasti dia mau mengajak ngemil."


"Kalian suka ngemil? Ngemil apa?" Tanya Roy, setau nya memang Nona muda nya itu doyan ngemil diam-diam tanpa sepengetahuan tuan muda.


"Seperti keripik atau makan makaroni gitu.." Jawab Rena, dia masih sibuk membenahi kancing seragam nya yang tadi di berantakin sama pria mesuum asisten tuan muda.


"Kesini lah, aku masih rindu."


"Nanti setelah saya selesai kerja,"


"Cepat lah." Roy sedikit memaksa dan menarik tangan Rena hingga gadis itu kembali terduduk di pangkuan pria yang hari ini resmi menjadi kekasih nya.


Roy kembali memeluk pinggang ramping gadis nya, dia kembali membuka kancing seragam Rena yang tadi sudah rapih kini terbuka lagi.


"Pak, jangan dong! Susah rapiin nya lagi.." Pekik Rena saat tangan kekar pria itu kini sudah merayap di dada nya, mengeluarkan kedua gundukan kenyal milik Rena.


Tanpa ragu, pria itu kembali menenggelamkan kepala nya di salah satu buah kenyal itu, mengulumm pucuk nya dengan nikmat, sesekali menggigit kecil benda kecil itu, tangan yang satu nya juga aktif meremas sebelah dada Rena.


"Pak, sudah dong.. Nanti keciduk kan malu, kayak waktu itu. Untung aja Amel gak liat wajah aku." Tangan Rena mendorong pelan kepala Roy yang masih anteng memainkan dada nya.


"Ngangkangg yang.." Pinta Roy, tak sadarkah kalau Rena memakai rok pendek?


Karena Rena tak menurut, dia membenarkan posisi gadis nya menjadi mengangkangg di pangkuan nya, otomatis rok selutut yang Rena pakai tersibak hingga ke paha mulus nya.


"Aisshhh, ini posisi yang memalukan pak.." Ketus Rena, mata nya mendelik sebal menatap pria yang kini melemparkan senyum nakal pada nya.


Roy memegang leher gadis itu hingga membuat nya memekik pelan saat dia kembali memagutt bibir kemerahan itu, tangan Roy semakin menekan tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman buas nya.


Bahkan Rena saja kewalahan melayani ciuman pria itu.


Cukup lama mereka berciuman dengan posisi itu, hingga akhirnya Roy melepaskan ciuman nya. Kembali memasukan dua gundukan kenyal yang tadi dia keluarkan, lalu mengancingkan seragam gadis nya.


"Cukup hari ini, terimakasih. Aku mencintai mu." Roy mengecup singkat kening Rena.


"A-aku juga.." Jawab Rena terbata, dia bangkit dari posisi nya, menurunkan kembali rok yang tadi tersibak.

__ADS_1


"Saya permisi, masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan." Pamit Rena.


"Pergilah, hati-hati dan jangan kelelahan."


"Baik," Rena keluar dengan menjinjing ember berisi alat kebersihan. Tugas pagi nya terganti, bukan membersihkan ruangan itu. Tapi malah melayani ciuman sang asisten tuan muda itu.


Bahkan hanya mengingat bagaimana buas nya pria itu mencium nya saja mampu membuat wajah nya memerah.


"Wajah mu kok merah Ren, kenapa? Itu juga bibir mu dower, habis makan seblak level 5 ya?" Tanya Amelia, setelah gadis itu sampai di ruang belakang khusus pekerja kebersihan wanita.


"Ngatain, itu bibir mu juga merah dower juga. Hayoloh kenapa?"


"A-aku habis makan ayam geprek.." Alasan Amel.


"Darimana? Kok gak nyisain?"


"Gak tau, dari Rafli.." Jawab Amelia acuh, untung saja dia benar memakan ayam geprek tadi, kalau tidak entah apa alasan yang akan dia katakan pada sahabat karib nya itu.


"Jawab aku, kamu alergi ya?" Tanya Amelia lagi.


"Ohh, yaudah.. Tadi ngapain aja di ruangan pak Roy, lama amat?"


"Cuma bersihin ruangan nya, tapi ya kamu tau sendiri kalau Pak Roy itu orang nya perfeksionis, jadi dia minta di bersihkan ulang." Jawab Rena, berusaha setenang mungkin.


"Iya sih, Tuan Smith juga begitu. Gak boleh ada yang terlewat, harus bersih dan wangi." Ucap Amelia sambil manggut-manggut.


"Inget, gak boleh nge ghibah masih jam kerja." Tegur Laras, OG yang sedari tadi menatap mereka sinis. Pasalnya dia sudah setahun bekerja di perusahaan ini, tapi dia hanya mendapat tugas membersihkan ruangan manager keuangan. Sedangkan dua gadis itu, baru dua bulan bekerja tapi mereka langsung mendapat tugas membersihkan ruangan direktur utama dan asisten nya.


Semua karyawan disini tau, kalau ruangan direktur utama dan asisten nya itu adalah ruangan idaman semua petugas kebersihan, apalagi wanita. Karena bisa menatap pria tampan itu dari jarak yang sangat dekat.


"Baik kak.." Ucap Amelia dan Rena bersamaaan.


Laras mendelik sebal ke arah dua gadis itu, dia berjalan angkuh melewati kedua gadis itu. Menyebalkan memang!


.....

__ADS_1


Sore hari, Amelia sudah duduk di taman menunggu mobil Smith. Pria itu terus meneror nya dengan berbagai macam pesan, katanya dia akan sedikit terlambat menjemput nya di taman.


Amelia menghembuskan nafas nya pelan, cuaca sangat cerah sore ini. Tiba-tiba saja seorang pria berjalan mendekati nya, duduk di samping nya.


"Maaf tuan, anda siapa?"


"Kau melupakan aku Nona manis? Kita pernah bertemu dua kali, kamu yang menabrak ku disana." Tunjuk pria itu ke tempat dua kali gadis itu menabrak nya.


"Ahh iya, maaf saya tak ingat."


"Kamu kenapa disini sendirian? Mau pulang, aku antar.." Tawar Gerald, pria itu di bebaskan bersyarat dari cengkraman Smith.


"Tak usah tuan, saya sedang menunggu kekasih saya." Jawab Amelia, jujur saja dia tak nyaman dengan tatapan mendamba pria itu.


"Kamu OG di perusahaan ALX?"


"Iya, baru dua bulan.." Jawab Amelia.


"Kamu tau, yang punya perusahaan ini adalah temanku."


"Lalu, urusan nya dengan saya apa?" Tanya Amelia, setau nya pria itu tak pernah memperkenalkan siapapun pada nya termasuk teman nya. Selama dia dekat dengan Smith, Amelia hanya tau kalau Roy adalah satu-satunya pria yang sering bersama Smith.


"Tidak, hanya memberitahu saja."


"Saya tak berminat tuan, lagi pun saya hanya OG. Tak penting untuk tahu siapa saja teman tuan direktur." Jawab Amelia datar, pria di samping nya begitu sok akrab.


"Baiklah, saya pergi saja." Amelia segera bangkit dan berjalan menjauh dari bangku taman, meninggalkan Gerald yang masih terpaku di tempat nya.


"Sangat menarik sekali, aku harus mendapatkan mu Amelia." Gumam Gerald dengan senyum smirk nya, dia terus menatap punggung gadis itu hingga menghilang di telan jarak.


"Ahh ya, aku masih mencari Marissa. Kira-kira dimana wanita murahan itu ya? Apa dia masih hidup? Aku merindukan goyangan nya.."


....


🌻🌻🌻.

__ADS_1


Baru aja bebas, dah berulah lagi kau Gerald.. gak ada kapok-kapok nya🙄🙄


__ADS_2