OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kedatangan Riska


__ADS_3

Rena sampai di kantor, bertepatan dengan mobil Roy yang baru saja masuk parkiran. Rena berpura-pura seolah tak tau apa-apa dan dia segera masuk untuk memulai pekerjaan nya sebagai seorang office girl.


"Hufftt, kerja lagi setelah cuti beberapa hari.." Rena menghela nafas nya sebelum mengambil alat kebersihan berupa alat pel dan sapu.


Tugas nya masih sama, hanya double saja karena Smith tak mau orang lain masuk sembarangan ke ruangan nya.


Seperti biasa nya, Rena akan membersihkan ruangan sang direktur dulu sebelum asisten nya dan harus selesai sebelum Smith masuk ke ruangan nya untuk memulai pekerjaan nya, pokoknya semua nya harus sudah selesai.


Rena mulai menyapu ruangan direktur utama itu, lalu mengepel nya hingga mengkilap dan mengeringkan nya dua kali agar tak beresiko


Beresiko apa? tentu nya beresiko snag direktur utama tergelincir dan jatuh mencium ubin marmer. Jika itu terjadi, bisa-bisa dia di pecat tanpa pesangon.


Setelah di rasa kering, dia pun segera keluar ruangan direktur utama, lalu melanjutkan pekerjaan nya di ruangan sebelah.


Smith datang dengan wajah datar nya, setelah pernikahan yang meriah dan megah, pria itu nampak lebih manusiawi. Maksud nya dalam berekspresi, dia kadang bisa tersenyum dan lebih ramah jika di bandingkan dulu sebelum menikah.


Para karyawan berbaris dan membungkuk hormat pada pimpinan tertinggi sekaligus pemilik perusahaan tempat mereka menggantungkan hidup.


"Selamat pagi tuan.."


"Pagi, sudah puas liburan nya? Kalau sudah, mulai pekerjaan seperti biasa. Jangan mengecewakan." Jawab Smith, selama hampir seminggu kantor ini di tutup karena sang pimpinan perusahaan meliburkan semua karyawan nya karena dia menikah.


"Baik tuan.." jawab mereka serempak, setelah itu Smith kembali melangkah dengan tegap nya di ikuti Roy di belakang nya.


Smith memasuki ruangan nya, lagi-lagi di ikuti Asisten nya.


"Roy, apa masalah mu dengan Riska sudah selesai?" Tanya Smith, kali ini dia ingin mengobrol empat mata secara serius dengan asisten nya atas permintaan sang istri.


Dia mencoba menjadi sahabat untuk Roy saat ini,


"Belum tuan, wanita itu masih meneror saya dengan pesan-pesan ancaman dan lebih mengesalkan nya lagi, dia sudah berani mengancam Rena juga." Jelas Roy, dia memijat kening nya yang terasa berdenyut saat membicarakan masalah yang dia alami.


"Sebaiknya segera selesai kan Roy, tegas lah jadi laki. Mau bagaimana pun Rena adalah perempuan yang membutuhkan pengakuan dan status yang jelas. Apalagi kalian sudah melakukan hubungan yang toxic."


"Saya mengerti tuan, tapi wanita itu selalu menolak jika saya ingin bertemu dan membereskan masalah yang mengganggu ini tuan, entah saya harus bagaimana lagi." Jawab Roy.


"Disini lah kau harus bisa bersikap tegas Roy Aditia, kau ini laki-laki semua keputusan ada di tangan mu. Kalau kau ingin menyelesaikan semua nya, berani lah mengambil keputusan. Rena gadis yang baik, hanya saja kau yang merusaknya."


"Saya tau tuan."

__ADS_1


"Lalu tunggu apalagi Roy? Rena menunggu keputusan dari mu, kau tau? Dia selalu berkeluh kesah tentang hubungan tak jelas ini. Dia merasa kau hanya membutuhkan tubuh nya untuk pelampiasan nafsuu saja,"


"Tapi tak begitu tuan, saya benar-benar mencintai Rena."


"Buktikan kalau memang kau benaran mencintai Rena dengan tulus, pikirkan masa depan nya yang sudah kau rusak Roy. Bayangkan bagaimana perasaan orang tua nya jika tau anak gadis nya kamu rusak?" Tanya Smith.


"Aku juga sama seperti dirimu Roy, aku merusak masa depan seorang gadis polos. Beda nya aku berani meresmikan hubungan ku dengan nya, aku sudah jujur pada orang tua Amel dan mereka sangat kecewa Roy. Mereka menyalahkan diri mereka sendiri karena gagal menjaga anak gadis mereka."


"Jadi, ayolah Roy jangan jadi pengecut." Ucap Smith, raut wajah nya menyiratkan keseriusan.


"Baik tuan, Rena hanya memberi saya waktu satu bulan untuk menyelesaikan semua nya."


"Mepet Roy, jadi selesaikan secepatnya. Aku mendukung mu dengan Rena, tegaslah jadi laki-laki. Akui kesalahan mu dan yakinkan gadis mu agar mau menunggu semua nya selesai."


"Baik tuan, saya permisi dulu.." Pamit Roy dan di angguki oleh Smith, dia juga akan memulai pekerjaan nya.


....


Rena masih menggosok noda kopi di meja yang sulit hilang, karena itu dia tak menyadari Roy masuk dengan ekspresi yang tak bisa di tebak.


Roy menatap punggung sang kekasih dengan sendu, dia memang menginginkan Rena menjadi miliknya, meresmikan nya menjadi seorang istri, tapi Rena tak mau menikah dengan nya sebelum masalah nya dengan Riska selesai.


"Iya, apa?" Tanya Rena singkat.


"Lagi apa, fokus banget?" Tanya Roy.


"Ini noda kopi nya susah hilang, kenapa wajah mu murung begitu? Kau punya masalah?" Tanya Rena dengan dahi yang berkerut heran melihat wajah kusut pria di depan nya.


"Tidak, hanya banyak pikiran saja."


"Jangan terlalu banyak pikiran, kau juga harus mementingkan kesehatan mu."


"Iya sayang, sudahlah tak perlu di hapus." Roy mengambil kain lap dari tangan sang kekasih, membuang nya ke dalam ember.


Dia berjalan pelan dan segera merengkuh tubuh itu ke dalam dekapan hangat nya,


"Kenapa? Aku bau keringat, tolong jangan begini."


"Biarkan begini saja sebentar sayang, aku merindukan mu."

__ADS_1


"Bukan nya kita setiap hari bertemu, lalu apa yang kau rindukan dari ku?" Tanya Rena. Dia tak berani membalas pelukan Roy karena tangan nya kotor sehabis membersihkan meja.


"Tentu saja aroma tubuh mu yang menenangkan sayang, jangan marah-marah terus dong, aku kangen bermanja dengan mu." Rengek Roy.


"Huhh, baiklah. Tapi maaf untuk jatah, aku tak bisa memberikan nya." Jawab Rena.


"Tak apa sayang, aku hanya ingin bermanja dengan mu. Ya meski tanpa penyatuan tubuh." Wajah Roy seketika berbinar ceria, dia melerai pelukan nya dan meraih bibit mungil Rena, mencumbu nya dengan mesra.


"Balas sayang.." Ucap Roy saat merasakan Rena tak membalas ciuman nya.


Roy sekali lagi mendaratkan bibir sexy nya di bibir Rena, melumaat nya pelan hingga membuat Rena terbuai dan ikut dalam permainan bibir Roy.


Roy mendorong tubuh gadis nya, hingga membuat nya bersandar di meja kerja nya.


Hingga bunyi pintu terbuka membuat mereka harus menghentikan kegiatan saling mencecap itu, Rena memalingkan wajah nya yang memerah, sedang Roy menatap seseorang yang datang itu dengan tatapan tajam.


"Hai Roy, tak sangka kau bisa berbuat tak senonoh di kantor." Ledek nya, siapa lagi kalau bukan Riska.


"Sebuah keberuntungan untuk ku bisa menemui tuan Roy yang terhormat ini ada di ruangan nya."


"Mau apa lagi kau hmm?"


"Maaf, sebaiknya aku keluar." Rena segera keluar dengan seperangkat alat kebersihan nya, dia bahkan menutup pintu dengan terburu-buru.


"Nah sekarang tak ada lagi pengganggu." Celetuk Riska membuat Roy menatap wanita itu dengan tatapan tak biasa.


"Sadar diri, yang pengganggu itu kau bukan Rena."


"Kau bisa melakukan nya dengan ku, Roy."


"Cihh, menjijikan. Maaf aku tak berminat dengan tubuh bekas orang lain." Jawab Roy.


"Katakan apa tujuan mu datang kemari Riska? Sudah cukup kau mengganggu hubungan ku dan Rena sejauh ini, berhenti lah."


"Aku takkan berhenti sebelum kau kembali padaku Roy!"


....


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

__ADS_1


Si Riska muka nya tebel amat, udah mah ngeganggu pasangan yang baru akur, gak tau malu lagi๐Ÿ™„๐Ÿ™„๐Ÿ™„


__ADS_2