OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Pria Asing


__ADS_3

Hari ini, Amelia benar-benar kembali ikut ngantor bersama Smith karena gadis itu terus merengek ingin bertemu sahabat nya, siapa lagi kalau bukan Rena.


Rena pun hari ini mulai kembali bekerja setelah kemarin cuti dengan alasan sakit, padahal benar yang di katakan mulut lemes Smith, selangkangann nya yang sakit bukan kaki.


"Renaa.." Panggil Amelia saat gadis itu melihat sahabat nya sedang menyapu di halaman depan kantor.


"Amel, kok disini?" Tanya Rena heran, tak biasa nya gadis itu ikut ngantor dengan tuan bucin.


"Pengen ketemu kamu, kemarin aku kesini tapi kata Pak Roy kamu lagi sakit kaki." Jelas Amelia.


"Tapi pria itu gak bilang apa-apa kalau kamu kesini nyariin aku Mel, pasti dia lupa. Maklum lah, dia udah tua jadi pikun." Tanpa dia sadari, Roy ada disana dan mendengar semua ucapan asal ceplos Rena.


"Tapi kok kamu bisa mau sama pria tua, Ren?" Tanya Amelia dengan senyum jahil.


"Mau gimana lagi, dia ganteng banget." Jawab Rena jujur.


"Hahaa oke deh, yaudah nanti pas jam makan siang aku tunggu di kantin ya. Ada yang mau aku tanyain sama kamu, penting! Pokoknya kamu harus ceritain sama aku, semua nya." Ucap Amelia dengan tatapan mata yang sedikit memicing saat menatap leher nya.


Sontak saja Rena gelagapan, dia menelan ludah nya susah payah.


"Ehem, oke aku tunggu ya Mel." Jawab Rena, lalu pergi secepat kilat dari hadapan Amelia, keburu gadis itu sadar tanda kemerahan yang semalam di buat Roy.


Padahal Amelia sudah melihat nya dari awal dia bertemu sahabat nya, hanya saja dia tak menyangka sebanyak dan semerah itu.


"Haiiss kelakuan bos sama Asisten nya sama aja, doyan lubang." Gumam Amelia sambil menggelengkan kepala nya.


Amelia melihat lihat ruangan dulu tempat dia menyimpan barang, bahkan masih ada name tag disana bertuliskan nama nya.


Amelia mengambil nya, mengusap benda kecil berpeniti itu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Kamu teman seperjuangan ku, mana bisa aku meninggalkan mu disini."


Amelia Putri


OG khusus ruangan VVIP


Itu lah tulisan di name tag nya, yang di maksud ruangan VVIP adalah ruangan direktur utama, di lantai paling atas.


"Sayang sekali karir ku sebagai OG harus berakhir, padahal masih banyak yang belum aku ketahui." Ucap Amelia, bagaimana pun terkadang dia merasa rindu saat dia masih menjadi office girl. Tapi itu hanya bertahan selama dua bulan saja, sebelum Smith mengumumkan nya pada karyawan sebagai kekasih nya.


"Ehh, ada Amel.." Sapa karyawan lain, mereka memang cukup akrab.

__ADS_1


"Iya Nis, aku kesini pengen lihat-lihat aja. Tapi rasa nya kok jadi sungkan." Jawab Amelia dengan senyuman canggung nya.


"Gak usah sungkan kali Mel, kita kan pernah berteman sesama office girl, ya meski pun sekarang kamu udah jadi kekasih nya tuan Smith."


"Tetap aja Nis, rasa nya beda. Orang-orang lihatin aku kayak orang asing, apa karena awalnya aku OG terus tiba-tiba jadi kekasih tuan Smith ya?" Tanya Amelia pada Nisa, salah satu OG yang dulu berteman baik dengan nya selain Rena.


"Bisa iya, bisa juga nggak Mel. Jujur aja, aku juga kaget awal nya, gak nyangka aja gitu. Tapi setelah semakin kesini aku ngerti, kenapa Tuan Smith milih kamu buat jadi kekasih nya."


"Apa Nis?"


"Selain kamu cantik, kamu juga tulus Mel. Aku bisa lihat ketulusan di mata kamu, mau itu dalam hal berteman atau menolong, aku bisa merasakan ketulusan kamu. Makanya aku bersyukur, semoga kamu bahagia selalu ya. Aku ikut bahagia buat kamu, Mel." Ucap Nisa di sertai senyum manis nya.


"Makasih Nisa, aku minta maaf.."


"Untuk apa Mel?" Tanya Nisa.


"Aku tau kamu selama ini menyukai tuan Smith, tapi aku.."


"Sudahlah, jangan di bahas. Hanya sekedar menyukai bukan berarti harus memiliki kan? Aku malah bahagia kamu yang bakal jadi istri nya Tuan Smith nanti, udah ya gak usah di bahas. Mungkin aku memang gak berjodoh sama tuan Smith, doain aku ya semoga dapet jodoh pria yang baik."


"Aku bakal terus doain kamu Nisa, makasih sudah mau berteman sama aku."


"Iya sama-sama Mel, aku lanjut kerja lagi ya.."


"Haha, aamiinin aja deh.." Jawab Nisa sambil terkekeh, lalu dia pergi dari ruangan itu dengan membawa ember dan sapu.


Amelia kembali mengenang masa-masa menjadi OG nya, dia tersenyum sesekali murung juga jika mengingat dia pernah di bully habis-habisan.


Hingga moment itu harus buyar karena bunyi ponsel yang memecah gendang telinga, siapa lagi yang menelpon nya kalau bukan tuan bucin.


*Rabbit Oppa*🐰


"Baby, kamu dimana?" Tanya suara yang khas di balik telepon.


"Ini lagi di jalan kesana Oppa, tunggu sebentar." Jawab Amelia, dia memasukan name tag nya ke dalam tas kecil yang dia bawa, dan segera berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan Smith.


"Yasudah, hati-hati baby."


"Iya Oppa.." Jawab Amelia lagi, setelah mendengar jawaban itu Smith pun mematikan sambungan telepon nya.


Amelia masuk ke dalam lift dan menekan tombol 24, tempat ruangan direktur utama berada.

__ADS_1


Tapi baru saja pintu lift itu akan tertutup, tangan seseorang menghalangi dan sesosok pria bertubuh tegap masuk ke dalam lift yang sama dengan gadis cantik itu.


Aroma maskulin langsung memenuhi indra penciuman Amelia, tunggu! Dia merasa tak asing dengan bau ini, seperti pernah mencium nya dari seseorang tapi dia lupa.


"Mau ke lantai berapa Nona?" Tanya pria itu sok akrab, membuat Amelia tak nyaman dan memilih menundukan kepala nya, tanpa berani melihat wajah sang pemilik suara.


"24." Jawab nya singkat.


"Oh, kamu siapa ya? Aku belum pernah melihat mu disini sebelum nya." Tanya Pria itu lagi, bahkan suara nya terdengar tak asing di telinga Amelia.


"Apa itu penting, maaf saya duluan." Amelia buru-buru keluar dari lift setelah benda persegi itu terbuka pintu nya.


Tanpa Amelia sadari, pria itu tampak menyeringai. Entah apa yang ada di pikiran pria itu, tapi seperti nya dia mempunyai niat yang tak baik.


Amelia merasa tak nyaman saat berada di dekat pria asing itu, belum lagi aroma khas lelaki yang menguar dari tubuh nya, membuat nya mual.


"Aduhh, kok jadi pusing ya.." Gumam Amelia, dia segera berlari ke ruangan Smith sebelum rasa pusing nya bertambah.


Amelia membuka pintu dengan tergesa, dia segera menutup nya dan bersandar di balik nya.


"Baby, kenapa?" Tanya Smith mengerutkan dahi nya heran. Dia mendekati gadis itu dan memeluk nya, tentu Amelia segera membalas pelukan pria nya.


"Kamu berkeringat, ada apa baby? Ada sesuatu yang terjadi?"


"A-aku takut Oppa, tadi ada pria yang datang kesini dan seperti nya dia juga turun di lantai ini." Jelas Amelia, bukan rasa tak nyaman lagi yang dia rasakan, tapi takut!


"Siapa baby?"


"Aku tak melihat wajah nya karena aku menunduk, tapi bau tubuh nya membuat aku mual." Jawab Amelia.


"Tenangkan dirimu dulu baby, jangan panik. Ada aku disini, jangan takut ya."


Amelia semakin mengeratkan lilitan tangan nya di pinggang pria itu, menyalurkan ke khawatiran yang kini melanda hati nya.


....


🌻🌻🌻


Siapa sih? Ada yang bisa nebak gak?😁


__ADS_1


outfit baby Melmel saat ikut ngantor sama tuan bucin😁


__ADS_2