OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kedua Kali Setelah Resmi


__ADS_3

Setelah berdamai dengan kekasih nya, kini air muka Roy nampak lebih berseri. Bagaimana pun dia pria yang tengah jatuh cinta, bahkan sampai saat ini dia masih berfikir, kenapa tadi dia bisa menangis hanya karena takut Rena tak mempercayai nya dan meninggalkan nya? Apa hal itu juga sering di alami tuan nya yang sedang bucin parah pada Amelia?


"Roy, kau pulang saja sendiri. Aku akan menginap di rumah besar bersama gadis ku,"


"Bukan kah ini kesempatan yang bagus? kau bisa mengantar Rena pulang." Bisik Smith, membuat pria itu tersenyum penuh arti.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi pulang duluan." Ucap Roy sopan dengan setengah badan yang membungkuk hormat.


"Hati-hati di jalan Roy, jangan karena mabuk cinta kau lalai. Aku masih belum bisa mencari asisten baru jika kau teledor."


"Baik tuan muda.." Jawab nya lalu segera pergi dari restoran itu.


"Kita juga pulang?" Tanya Smith, jujur saja Amelia merasa lelah sekali meski bercampur bahagia, tapi lelah sangat mendominasi.


"Iya Oppa, aku mengantuk."


"Kita menginap di rumah besar ya," Sontak saja kantuk Amelia hilang, dia malu kalau harus menginap di rumah besar milik keluarga Alexander.


"Jangan malu, kamu calon menantu di rumah itu. Jadi tak usah sungkan, mari.." Ucap Joseon, dia dengan jelas tau kenapa gadis itu terkejut setelah mendengar kalau Smith akan membawa nya ke rumah besar, bahkan kali ini menginap di istana itu.


"Baiklah.." Amelia segera menggandeng lengan pria itu dengan erat.


Smith pun tak menolak, dia malah tersenyum melihat gadis nya sudah mulai berani menggandeng tangan nya di depan publik.


....


Singkat nya, mereka pun sampai di mansion. Tapi, Amelia malah tertidur. Dia benar-benar kelelahan, dengan sigap Smith menggendong nya. Membawa nya ke kamar semasa remaja nya di mansion itu.


Joseon tersenyum menatap punggung putra nya, benar kata Roseanne. Selama ini dia terlalu ikut campur dalam kehidupan anak nya, bahkan dia terlalu berani hingga mengatur jodoh putra nya. Padahal dia sudah bisa mencari gadis nya sendiri untuk di jadikan istri, dan yang pasti wanita yang di pilih putra nya adalah gadis yang baik.


"Huhh, maafkan Appa Smith." Gumam nya, lalu pergi ke kamar nya sendiri.


Di kamar, Smith meletakan gadis nya di ranjang mewah milik nya. Kamar ini milik nya dulu saat masih remaja, sudah lama dia tak berada di kamar ini. Berarti sudah lama juga dia tak tidur di kamar ini, jangan kan tidur di kamar ini, datang ke rumah besar nya saja Smith jarang.


Dia tersenyum saat melihat wajah teduh gadis nya saat tertidur, tangan nya tergerak mengusap wajah cantik gadis nya.


"Mimpi apa aku ini bisa memiliki mu Mel, huhh rasa nya memang seperti mimpi." Gumam Smith.


Dia mengingat bagaimana pertama kali dia bertemu dengan Amelia, gadis manis dan ceroboh yang menabrak nya di lobi.

__ADS_1


Pada saat itu dia sudah menyukai gadis itu, senyum nya, cara berpakaian nya, hingga terbayang-bayang setiap malam, membuat nya kesusahan tidur.


Hari-hari nya semenjak itu menjadi lebih berwarna, gadis itu bisa mengubah keangkuhan nya hanya dalam waktu singkat.


Itu yang membuat Smith klop memilih Amelia, meyakinkan gadis itu agar tetap bertahan dengan hubungan itu, dan sebentar lagi mereka akan resmi menjadi sepasang suami istri.


Merasa ada yang mengusap-usap wajah nya, Amelia terbangun dan dia mendapati Smith tengah tersenyum manis pada nya.


"Lho, tadi kan kita di mobil. Kok bisa jadi disini?"


"Iya kamu ketiduran, jadi aku membawa mu kemari. Kenapa bangun? Lanjutkan saja tidur nya."


"Tumben gak minta jatah?" Tanya Amelia, sudah hampir semingguan pria itu tak lagi mau menyentuh nya. Bahkan dia merindukan sentuhan pria itu yang selalu membuat nya teriak-teriak dengan sensasi nya.


"Ayang mau?" Balik tanya Smith, dia juga menginginkan hal itu, kembali menikmati kehangatan tubuh sexy gadis nya, tapi dia selalu teringat dengan pesan Roseanne.


Mendengar pertanyaan itu membuat Amelia merona, tak dapat di pungkiri dia sendiri selalu menikmati penyatuan itu. Pria itu selalu bisa membuat nya bergerak tak karuan, apalagi saat menyaksikan sendiri ekspresi keenakan pria itu.


"Kamu selalu minum pil kontrasepsi itu tepat waktu kan yang?"


"Iya, memang nya kenapa?" Tanya Amelia.


"Sudah seminggu aku tak memasuki mu,"


"Memang nya kenapa? Biasa nya juga setiap hari masuk kan?"


"Yaudah, sekarang kita bertempur disini saja."


"Apa gak bakal ketahuan Appa atau bibi Rose?" Tanya Amelia pelan.


"Kedap suara kok, jadi aman." Pria itu sudah menindih tubuh gadis nya, mengungkung nya.


Amelia melingkarkan tangan nya di leher pria itu. Lalu bibir mungil kemerahan itu tenggelam di hisap oleh bibir sexy milik Smith, pria itu mengulumm bibir Amelia dengan buas nya. Maklum lah, seminggu dia berusaha menahan hasrat nya untuk menggagahi gadis nya dan sekarang dia akan menuntaskan semua nya, bermain semalaman dengan gadis nya pasti akan sangat menyenangkan.


Cukup lama bibir itu saling bertaut, Smith lebih dulu melepaskan nya. Dia membuka seluruh pakaian nya, Amelia juga melucuti seluruh pakaian nya, hingga kedua nya sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


"Hai sarang ku, kamu merindukan burung elang ku?" Ucap Smith, dia memainkan tangan nya di inti sang gadis, membuat area itu berdenyut bahkan hanya karena sentuhan.


"Ahhh..." Amelia mendesahh saat satu jari pria itu mengobok-obokk lubang sempit nya dan bermain keluar masuk dengan perlahan, menimbulkan sensasi nikmat yang luar biasa.

__ADS_1


Smith segera membungkam desahaan itu dengan bibir nya, semua tangan nya bergerak. Yang satu nya dia gunakan untuk meremas bukitan indah dengan batu kerikil di ujung nya.


Amelia meronta dalam ciuman nya, dia akan mencapai puncak hanya dengan bantuan jari Smith.


Tak lama, tubuh itu mengejang. Amelia meraih klimakss pertama nya.


Smith mengeluarkan tangan nya, kini lidah nya yang beraksi, dia menenggelamkan kepala nya di inti gadis nya. Hingga membuat Amelia jerat-jerit penuh nikmat di kamar itu, beruntung saja kamar nya kedap suara, kalau tidak pasti sudah terciduk dari tadi.


Smith memainkan lidah nya memutari kacang kecil itu, sesekali lidah itu keluar masuk lubang kecil milik gadis nya.


"Ahh.. Sudah Oppa, aku pasti keluar lagi.." Racau Amelia, dia berusaha menjauhkan kepala pria itu dari selangkangann nya.


Smith tersenyum jahil, dia ingin membuat garus nya terus berteriak karena sensasi yang dia berikan.


"Jangan berfikir untuk menjahili aku, sudah lebih baik di masukan." Amelia menebak apa yang di pikirkan pria itu, dan Smith pun memilih menyudahi kejahilan nya.


Dia mengarahkan senjata nya ke arah inti sang gadis, menggesekan nya hingga membuat lubang itu terus berkedut manja.


Tak tahan, akhirnya Amelia menekan senjata itu hingga memasuki lubang sempit nya. Smith mengerang penuh nikmat saat senjata nya di jepit paksa oleh milik gadis nya.


"Sayang, kenapa milik mu malah semakin terasa sempit, padahal aku sudah sering memasuki mu yang. Ahhhh..."


Amelia tak menjawab, dia malah terus memejamkan mata nya, menikmati rasa di inti nya yang penuh.


Smith bergerak pelan sebagai permulaan, meski sebenarnya dia tak tahan ingin bergerak cepat memacu tubuh nya. Tapi dia harus membiarkan gadis nya terbiasa dulu.


....


🌻🌻🌻


di gantung deh, biar ngehayal nya gagal😅🤣


hari senin nih, jangan lupa nge vote ya😘😘 kembang sama kopi nya juga jan lupa❤️


....


Haii, hari ini author bawa novel karya temen author. Mampir juga ya, novel nya seru juga lho😊


__ADS_1


__ADS_2