
Smith beserta kedua orang tua nya itu masuk kembali setelah menyelesaikan pembicaraan mereka, tapi dia malah mendapat tatapan sendu dari calon mertua nya.
"Nak, kenapa tak bilang jika putri kami punya kekurangan?" Tanya Mamak langsung, membuat Smith melirik pada gadis nya yang tengah menunduk.
"Memang nya kenapa Mak? Smith mencintai Amelia apa ada nya, tak apa jika pun dari pernikahan kami tak mempunyai anak. Tapi sebelum menyerah, Smith pasti berusaha dulu Mak. Smith ingin membawa Amel berobat ke korea, disana teknologi dan cara pengobatan nya sudah lebih canggih." Jelas Smith.
"Lagi pun ini semua terjadi karena Smith teledor menjaga Amel, Mak, Pak. Maafin Smith, yang tidak bisa menepati janji Smith sama bapak."
"Jangan menyalahkan diri sendiri nak, tak apa-apa kamu sudah berusaha semaksimal mungkin. Ini semua sudah terjadi, dan orang-orang yang bersalah itu sudah mendapat hukuman nya kan?"
"Tentu saja Mak, Smith sudah memecat mereka semua. Smith juga membuat daftar blacklist untuk mereka agar tak di terima di perusahaan mana pun, Smith takkan tinggal diam jika ada yang menyakiti Amel." Jawab Smith.
"Oppa, apa Rena sudah kemari?" Tanya Amelia pelan, nyeri di perut nya masih terasa meski sudah makan obat.
"Belum hari ini By, mungkin dia sedang sibuk mengurus kebutuhan Roy di tempat misi. Kenapa? Kamu merindukan nya?" Tanya Smith, Amelia menganggukan kepala nya.
"Nanti aku telepon agar dia kemari ya By, sudah makan obat? Mau buah, atau ngemil sesuatu?" Lagi-lagi Amelia hanya menjawab pertanyaan itu dengan anggukan, hingga membuat Smith bingung.
"Yang mana nih, makan obat, atau mau makan buah, atau ngemil?"
"Sudah makan obat Oppa, terus sekarang tiba-tiba pengen rujak buah."
"Rujak apanya? Gak boleh, perut kamu masih sakit. Kalau mau nih makan apel.." Jawab Smith tegas.
"T-tapi.."
"Gak ada tapi-tapian Baby, sekali enggak ya enggak. Kalau kamu sembuh aku beliin sama tukang dagang nya, tapi tolong lah kamu masih sakit By, sekali aja jangan keras kepala bisa nggak?" Amelia mendengus sebal mendengar jawaban pria itu.
"Bener kata Smith, Nak. Kamu lagi sakit, jangan macem-macem."
"Gak tau nih Mak, doyan banget bikin saya khawatir." Celetuk Smith dengan wajah datar nya.
"Kalau nggak boleh ngapain nawarin.." Gumam Amelia.
"Iya aku nawarin, tapi ya nggak rujak juga kali By."
"Yaudah yang ada aja, aku mau buah naga.." Smith melirik ke arah keranjang buah, tapi tak ada buah berwarna merah itu di dalam nya.
"Katanya yang ada aja, tapi buah itu gak ada By. Jadi cerita nya nyuruh aku beli buah itu ya? Yaudah, aku pergi beli dulu ya.."
"Pilihin yang manis." Cetus Amelia.
"Ya masa harus di buka satu-satu sih yang? Kan malu.."
__ADS_1
"Terserah.."
"Kok jadi menyebalkan gini sih, untung sayang.." Gumam Smith, dengan wajah kesal dan bibir yang mengerucut lucu.
Smith pergi dari ruangan itu untuk membeli buah naga pesanan sang calon istri yang mood nya sedang berantakan pagi ini.
Dia masuk ke dalam mobil yang sudah ada salah satu anak buah nya.
"Mau kemana tuan?"
"Supermarket.." Jawab Smith singkat, mana mungkin dia membelikan buah naga untuk orang tercinta nya dari pasar ya kan? Tentu nya harus dengan kualitas yang sangat premium, ini kan buat calon istri seorang Smith Alexander.
Anak buah Smith itu melajukan mobil nya ke arah supermarket, kebetulan jarak nya lumayan dekat dari rumah sakit.
Setelah sampai, pria itu segera masuk dan celingukan mencari buah dragon itu.
"Yang merah atau yang kuning?" Gumam Smith.
Kebetulan, ada salah satu staff yang lewat di depan nya, dia memanggil nya untuk sekedar bertanya perbedaan kedua buah kaktus itu.
"Permisi, apa beda nya kedua buah ini?"
"Yang merah kaya akan antioksidan yang dapat meningkatkan imun tubuh, dan yang kuning banyak mengandung vitamin A, bagus untuk mata dan rahim." Jawab staff itu pelan, dia dengan jelas tau siapa pria yang tengah berdiri tegap di depan nya dengan memegang dua kotak buah naga.
"Mari ke kasir tuan.." Smith mengikuti staff itu hingga ke depan kasir.
"Total nya 295 ribu tuan.."
Smith mengeluarkan kartu sakti berwarna hitam itu dan memberikan nya pada kasir itu.
"Dan ini untuk mu, terimakasih sudah menjelaskan manfaat nya pada ku." Smith mengulur kan tiga lembar uang merah pada staff yang tadi membantu nya, setelah nya pria itu pulang, tentu nya setelah kartu hitam nya di berikan.
Tapi, baru saja akan memasuki mobil nya, dering ponsel di saku jas nya, membuat nya urung melakukan niat nya.
"Hallo.."
"Tuan, mereka kekeuh tak mau buka mulut." Ucap Roy di seberang telepon.
"Kau ini seperti baru pertama kali saja menangani hal semacam ini, Roy. Aku kesana sebentar lagi, dan bilang pada kekasih mu itu agar ke rumah sakit, calon istri ku merindukan nya."
Smith mematikan sambungan telepon itu secara sepihak, dia masuk ke dalam mobil dan setelah pria itu duduk manis, mobil pun melaju meninggalkan pusat perbelanjaan itu.
...
__ADS_1
Mobil berhenti di parkiran rumah sakit, setelah beberapa puluh menit melaju dengan kecepatan sedang di jalanan padat itu.
"Keluar, berikan ini pada Amelia dan katakan pada nya aku pergi sebentar karena urusan penting, aku akan kesini lagi nanti malam."
"Dan satu lagi, bilang pada nya Rena akan datang sebentar lagi."
"Baik tuan.."
"Berjaga-jaga lah di luar, jangan lengah, musuh masih berkeliaran bebas, hubungi anggota yang lain." Peringat Smith.
"Saya mengerti."
"Kau harus dapat di andalkan, ingat itu.." Setelah mengatakan itu, Smith pun pergi dengan mobil sedan hitam nya.
...
Anak buah Smith membuka perlahan pintu ruangan inap Nona muda nya, takut saja kalau kedatangan nya mengganggu.
"Permisi.."
"Ya, ada apa?" tanya Roseanne.
"Ada titipan buah dari tuan Muda untuk Nona Amel."
"Lho, memang nya Oppa kemana?" Tanya Amelia.
"Beliau harus pergi karena suatu urusan penting, nanti malam akan kesini lagi setelah urusan nya selesai."
"Kenapa tidak pamitan dulu.." Gumam Amelia sedih.
"Hanya sebentar karena urgent Nona, dan Nona Rena sedang dalam perjalanan kesini."
"Baiklah, terimakasih buah nya."
"Tuan Muda yang membeli nya Nona, saya hanya di titipi."
"Oke, baik terimakasih sudah menyampaikan titipan dengan aman dan selamat."
"Sudah tugas saya Nona, kalau begitu saya permisi. Jika perlu sesuatu, saya ada di luar." Ucap nya, lalu pergi keluar ruangan yang terasa panas karena banyak orang itu.
...
🌻🌻🌻
__ADS_1
Oppa Smith di bikin kejam, setuju gak?😁 setuju gak setuju aja deh, terserah author ya kan?🤭🤭🤭