OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kabar Buruk


__ADS_3

Setelah selesai fitting gaun pernikahan nya, juga dress bridesmaid, sekarang kedua gadis itu tengah di perjalanan pulang ke apartemen.


Tapi baru di pertengahan jalan, ada sedikit rasa tak nyaman saat melihat ada dua mobil hitam yang berusaha memepet mobil yang di tumpangi nya, begitu terlihat mencurigakan.


"Pak, maaf ada apa ini?"


"Harap tenang Nona, anak buah tuan Smith sedang menyusul. Jangan panik." Jawab Pak Amir, tapi justru jawaban itu membuat Amelia panik sendiri.


"Ren, gimana ini?"


"Tenang Mel, jangan panik. Gak bakal terjadi apa-apa." jawab Rena menenangkan.


Tak lama, kedua mobil itu berhasil menghadang laju mobil itu, terlihat dua orang berbadan tegap dengan tubuh yang berotot serta di penuhi tatto. Wajah nya di tutupi topeng hitam, hingga hanya terlihat mata nya saja.


Mereka menggedor pintu mobil dengan tak sabar.


"Jangan keluar apapun yang terjadi, saya mohon bersabar lah sebentar lagi, anak buah tuan Smith sedang dalam perjalanan kemari."


"T-tapi sebenarnya ada apa ini pak?" Tanya Amelia, dia masih belum mengerti dengan situasi genting ini.


"Saya mohon jangan keluar, apapun yang terjadi." Pak Amir membuka pintu mobil, dan kedua orang berbadan besar itu menarik kerah seragam yang di gunakan Pak Amir, hingga pria itu keluar.


Tanpa ampun, mereka langsung menghajar pria paruh baya itu dengan brutal, meski sempat melawan, tapi tetap saja jika di kepung begini dia kalah. Dua orang lain nampak keluar dari mobil, perawakan nya tak berbeda jauh dengan dua orang yang lebih dulu keluar tadi.


"Ren, gimana ini? Aku gak mau mati sekarang.." Ucap Amelia histeris.


"Sabar, jangan gini Mel. Kamu calon istri tuan Smith Alexander, orang yang paling berpengaruh di negara ini, tentu dengan banyak sekali musuh yang siap menyerang kelemahan nya kapan pun. Dan kamu, adalah kelemahan nya Mel."


Amelia diam, dia tau bagaimana resiko nya menjadi istri dari seorang Smith, tapi di hadapkan dengan situasi seperti ini, tetap membuat nya takut.


"Keluar.." Kedua orang itu menodongkan senjata api ke kepala Amelia, gadis itu menurut dan keluar dengan mata yang terpejam.


"Ya tuhan, jika aku harus mati sekarang tak apa. Tuan Smith, aku beruntung pernah menjadi bagian terpenting dari dirimu, aku mencintaimu Smith Alexander. Maaf, mungkin kita belum sempat meresmikan hubungan kita, tapi bisa menjalin hubungan dengan mu menjadi simpanan saja aku sudah sangat beruntung."


"Terimakasih sudah mencintai dan menerima ku apa adanya." Batin Amelia, mata nya terus terpejam, hingga...


Dorr... Dorr..

__ADS_1


Suara tembakan begitu nyaring di telinga nya, dia begitu takut hingga penyakit nya kambuh, darah segar mengalir dari lubang hidung nya, Amelia merasakan sakit yang luar biasa, dia masih sempat melihat bayangan Smith sedang menghajar salah satu pria sebelum kesadaran nya hilang, dia pingsan tak sadarkan diri.


"Amelia, bangun By.." Teriak Smith, dua orang terkapar di jalanan, Pak Amir juga tak sadarkan diri dengan wajah babak belur penuh dengan luka.


"Brengsekkk..." Teriak Smith, dia menghajar ke empat orang itu dengan membabi buta, dia bahkan tak peduli dengan luka tembak di lengan kanan nya.


"By, bangun.."


Rena menyaksikan sendiri bagaimana pria itu begitu menakutkan ketika marah.


"Mel, bangun bestie." Rena sudah menangis begitu melihat sahabat nya terkapar tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari hidung nya.


"Amell.." Rena menyandarkan kepala sahabat nya di pangkuan nya, menepuk pelan pipi gadis itu, tapi sia-sia sahabat nya itu tak kunjung sadarkan diri.


"Roy, bawa gadis ku ke rumah sakit. Biar aku yang membereskan cecunguk ini. Pergi cepat, pastikan gadis ku baik-baik saja." Perintah Smith, Roy pun menurut dan segera melakukan perintah tuan muda nya.


Mobil pun meluncur dengan kecepatan tinggi, meninggalkan Smith yang masih ingin menghajar para pria yang berani macam-macam pada gadis nya.


"Sialan, berani sekali menyakiti gadis ku."


Tak lama, dua mobil datang berisi para anak buah nya.


"Maaf tuan, kami sedang menyebar undangan saat Pak Amir menelpon. Sekali lagi maaf tuan."


"Kalian tau? Gara-gara ketidak becusan kalian, aku hampir saja gagal kawin kalian tau hah? Awas saja, kalau sampai terjadi apa-apa pada gadis ku, ku habisi kalian semua tanpa ampun." Teriak Smith marah, wajah nya memerah denga urat-urat leher yang menonjol.


"Bawa mereka semua ke tempat biasa, aku akan ke rumah sakit, jaga mereka seketat mungkin dan interogasi, siapa yang membayar mereka." Smith pergi dengan gaya angkuh nya, keringat nya mengucur deras dari dahi nya, bukan hanya itu, lengan kanan nya terluka karena senjata tajam, dan juga tembakan, darah nya mengucur deras.


Tapi dia tak menghiraukan luka nya, seperti tak merasakan sakit apapun, dia masih mampu menyetir dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit yang sudah Roy kirimkan alamat nya.


...


Di rumah sakit, Rena sedang terduduk lemas di luar ruangan pemeriksaan Sahabat nya. Sudah hampir satu jam berlalu, tapi dokter tak kunjung keluar juga.


"Sayang, aku tau kamu khawatir. Tapi makan lah dulu, kamu belum makan dari tadi."


"Aku takkan makan sebelum memastikan keadaan Amel baik-baik saja, tolong mengertilah." Jawab Rena, bawel. Itu lah satu kata yang mewakili perasaan nya saat ini, dari tadi pria itu terus membujuk kekasih nya agar mau makan, tapi di tetap menolak sebelum melihat Amelia baik-baik saja.

__ADS_1


Tak lama, Smith datang dengan keadaan yang sangat berantakan. Wajah nya masih memerah karena amarah,


"Bagaimana keadaan gadis ku, Roy?" Tanya Smith tegas.


"Dokter belum keluar sedari tadi tuan.." Jawab Roy.


"Apa yang di lakukan para dokter itu di dalam hah? Lama sekali.."


"Bersabar tuan, mereka pasti sedang menangani Nona Amel." Jawab Roy.


"Bersabar? Kau bilang bersabar hah? Jika keadaan berbalik, apa kau bisa bersabar hah?"


Smith marah dan dia masuk dengan mendobrak pintu ruangan, hingga membuat para dokter yang sedang bekerja itu terkejut bukan main saat melihat tuan muda itu datang dengan keadaan berantakan.


"Bagaimana keadaan calon istri ku hah? Kenapa lama sekali?" Tanya Smith to the point.


"Maaf tuan, kami sedang memberi diagnosa yang tepat. Apa perut Nona Amel pernah terbentur sesuatu yang cukup keras?" Tanya Salah satu dokter, di dalam ruangan itu ada beberapa orang dokter senior.


"Aku tidak tau, kenapa?"


"Salah satu organ penting nya terganggu tuan, apa sebelum ini Nona muda mengeluh sakit perut, atau mulas?" Tanya dokter itu lagi, Smith tercengang. Dia baru ingat, tadi pagi gadis nya mengeluh perut nya sakit.


"Ya, tadi pagi dok. Apa itu membahayakan dok?"


"Tidak, itu bisa saja sembuh tuan. Hanya saja.."


"Apa?" Tanya Smith, raut ke khawatiran begitu kentara di wajah nya.


"Nona akan sulit hamil.."


Jederr....


....


🌻🌻🌻🌻


Jan ngamookkk plisss😭😭😭

__ADS_1



__ADS_2