
Di dalam, mereka masih asik menikmati hidangan termasuk Rena. Sedari tadi Roy nampak gelisah, dia ingin menemui gadis nya sekedar bicara berdua. Tapi tak bisa, gadis itu selalu bersama teman nya, membuat nya tak punya kesempatan.
Seperti saat ini, dia sibuk mengirimi pesan pada Rena dari toilet tapi gadis itu tak kunjung membalas nya juga. Dia malah pegal berdiri sedari tadi, tapi gadis nya tak kunjung datang menemui nya.
"Balas dong yang, susah banget.." Keluh Roy, dia teru menatap ponsel nya, tapi tak ada notifikasi pesan masuk satu pun. Bahkan pesan-pesan nya pun masih centang satu.
Tak ada pilihan lain, dia harus menelpon gadis itu agar mau menemui nya. Pokok nya dia harus bisa bertemu gadis nya hari ini, dia tak mau di jauhi lagi hanya karena sebuah kesalah pahaman.
Tutt.. tut..
"Hallo, ada apa?" Suara lembut dari seberang sana.
"Aku tunggu di toilet sekarang." Ucap Roy, lalu mematikan telepon nya secara sepihak.
Sedangkan disana, Rena mencebikan bibit nya kesal.
"Selalu saja seenak nya." Gerutu nya.
"Aku ke toilet bentar ya, permisi." Pamit Rena, lalu pergi dari kerumunan untuk menemui pria nya.
Dia berjalan tergesa ke arah kamar mandi, selain ingin menemui kekasih nya, dia juga kebelet.
"Akhirnya kamu datang juga yang," Sambut Roy di pintu masuk toilet, pria itu merentangkan tangan nya ingin memeluk gadis nya, tapi dengan cepat gadis itu menepis nya.
"Yang.."
"Bentar, mau pipis dulu. Lagian ngajak ketemuan kok di toilet, kagak ada romantis-romantis nya." Gerutu gadis itu lalu masuk ke salah satu bilik yang ada. Tanpa menghiraukan ekspresi geli pria itu.
Terpaksa lah, Roy harus menunggu lagi demi menyelesaikan kesalah pahaman yang tercipta. Meski harus mendapatkan tatapan aneh dari pengunjung kamar mandi, tapi dia tetap teguh dengan keputusan nya ,takkan pergi sebelum gadis itu mendengar penjelasan nya.
"Ada apa?" Tanya Rena, tiba-tiba saja gadis itu sudah ada di samping Roy, membuat Roy terkejut hingga melompat dari tempat nya berdiri.
"Hiss, kamu ini mengagetkan saja yang."
"Yang yang yang, apa?" Ketus Rena.
__ADS_1
"Jangan ketus gitu dong, kamu kan cantik masa marah-marah terus sih?"
"Bodo amat, suka-suka aku lah. Kalau gak ada yang penting, aku pergi aja." Rena akan pergi, tapi tangan nya keburu di tarik Roy dan masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi lalu mengunci nya dari dalam.
"Hiss, bau pesing. Mau apa sih sebenarnya?"
"Ayang, dengerin penjelasan aku dulu. Kamu harus nya gak langsung pergi saat itu, ya aku tau aku salah karena meluk cewek lain dan itu mantan aku, tapi.."
"Tapi apa hemm? Udah tau, udah punya pacar masih aja gatel pake peluk-peluk cewek lain, di depan pacar nya sendiri, wajar lah kalau aku cemburu." Sentak Rena.
"Ya makanya dengerin dulu sayang, kamu tuh doyan banget marah-marah, lagi datang bulan ya?" tebak Roy, dan benar saja memang saat ini Rena sedang menstruasi.
"Kalau iya memang nya kenapa?" Balik tanya Rena, dengan wajah kesal nya.
"Yaudah, tapi dengerin dulu ya. Aku gak sengaja meluk dia, dia cerita kalau suami nya nyerain dia tanpa alesan yang jelas, dia nangis-nangis sama aku, ya aku kasian jadi aku peluk buat nenangin. Sumpah yang, gak ada maksud apapun. Aku udah lupain dia, demi apapun cuma kamu yang aku cinta saat ini."
"Halah, gombal."
"Yang, masa gak percaya sih?"
"Emang enggak." Jawab Rena ketus.
"Udah ya, gini kalau kamu gak serius sama aku yaudah kita putus aja, jangan cuma mainin aku aja. Aku juga wanita yang punya perasaan, gimana kalau posisi kamu di balik? Apa yang bakal kamu lakuin?"
"Aku nggak bakal mutusin kamu sayang, kenapa sih kamu gak bisa percaya sama aku? Kita kan dah sepakat buat komitmen."
"Ya, dan kamu yang udah ngerusak komitmen kita. Kamu udah janji gak bakal berhubungan lagi sama mantan kamu itu, lalu apa? Kamu ingkar kan? Jadi buat apa, gak ada guna nya janji kalau kamu sendiri yang ingkarin."
"Kamu harus tau, gak peduli mau kamu siapa, tapi saat ini kamu pacar aku, dan aku butuh kepastian."
"Kalau kamu gak mau ngasih aku kepastian, udah putus aja ,jangan cuma ngiket doang. Udah ya, aku gak tahan bau toilet, aku pamit." Rena membuka pintu perlahan, tapi Roy segera memeluk Rena dari belakang hingga membuat pintu yang tadi sudah terbuka sedikit tertutup kembali.
"Aku mohon sama kamu yang, please percaya sama aku. Aku cinta nya cuma sama kamu doang, gak ada yang lain. Riska cuma masa lalu aku, dan kamu masa depan aku yang."
"Kalau begitu buktikan kalau kamu benar-benar serius sama kamu, jangan cuma ngomong doang. Semua lelaki juga bisa bilang gitu, tapi kebanyakan gak bisa menepati." Jawab Rena, dia mulai membalas pelukan nya.
__ADS_1
Dia bahkan merasakan bahu pria terguncang, pertanda pria itu tengah menangis.
"Hey, kenapa menangis? Sejak kapan Roy yang terkenal dingin dan angkuh menangis hanya karena seorang gadis, ayolah jangan cengeng." Roy tak menjawab, dia hanya mengeratkan pelukan nya. Rena tak mengerti, apa kekuatan cinta memang seperti ini? Seperti Tuan Smith, dia juga tergila-gila pada sahabat nya hingga melupakan sikap dingin nya.
Rena mengusap kepala belakang pria itu dengan lembut.
"Sudahlah, jangan menangis. Menangis pun takkan merubah apapun, jika kamu hanya diam." Rena mengurai pelukan nya, lalu dengan berani dia mengecup singkat bibir pria itu.
Rena tersenyum dan membingkai wajah tampaj Roy.
"Uhh ganteng gini tapi cengeng."
"Kamu yang buat aku begini yang, bener-bener ya cinta itu bisa buat orang gila." Jawab Roy, sesekali bibir pria itu bergetar menahan isakan.
Itu semua tak luput dari pandangan mata Rena, dia gemas dan mencubiti kedua pipi Roy saking gemas nya.
"Sakit.." Ringis Roy pelan.
"Oke, maaf deh. Yaudah sekarang kita keluar? Udah selesai kan? Aku percaya kok sama kamu."
"Kamu janji dulu, hubungan kita tetap berlanjut kan? Gak putus?" Rena menggelengkan kepala nya.
"Enggak kok, udah ya gak boleh cengeng."
"Iya, kalau aku tahan. Kalau enggak ya aku nangis lagi, cuma di depan kamu aku berani nunjukin ekspresi gini."
"Huhh, tukang mewek.." Ledek Rena dengan senyum jahil nya.
"Cukup, atau kamu aku makan disini."
"Heuhh, mulai lagi sikap seenaknya. Udah ah, temen-temen aku nungguin. Dadah, nanti teleponan ya.."
"Iya sayang," Jawab Roy, dia membiarkan gadis nya keluar terlebih dahulu. Sedangkan dia ingin menenangkan diri sejenak, mau bagaimana pun Rena itu wanita yang sudah dia beri harapan dengan suatu komitmen.
....
__ADS_1
🌻🌻🌻
Kabar gembira buat kalian semua pembaca Smith sama Amelia, mulai besok author bakal crazy up 3 bab sehari. Doain semoga lancar ya😊 happy reading ❤️