OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Obrolan Suami Istri


__ADS_3

Tak lama, datang dua orang berpakaian kumal dengan gerobak berisi karung-karung rongsokan.


"Hendra, kenapa dengan mu Nak?" Teriak wanita yang baru datang dengan histeris, dia menangis terisak saat melihat keadaan putra nya yang bonyok sana sini.


"Kamu mencuri lagi Nak?" Anak itu mengangguk, hingga membuat sang ibu memeluk tubuh lemah putra nya.


"Apa ibu adalah orang tua Hendra?" Tanya Amelia, setelah menyaksikan adegan yang membuat dada sesak.


"Benar Nona, dia anak saya satu-satunya." Jawab ibu itu dengan air mata yang membanjiri wajah tua nya.


"Mari, kita berbincang di tempat yang lebih nyaman." Ajak Smith, dia mengajak ibu itu duduk di sisi bangunan yang nampak teduh karena banyak pepohonan.


...


"Bu, apa Hendra sudah tidak sekolah?"


"Hendra sudah putus sekolah sejak kelas 2 sd Non, karena gak ada biaya. Jangan kan buat biaya sekolah, buat makan saja kami kesulitan." Jawab Ibu itu sendu, tangan nya tak berhenti mengusap bahu sang putra yang masih terdiam.


"Lalu, dia ngapain kalau gak sekolah Bu?"


"Ikut mulung Non, tau sendiri kalau mulung itu gimana. Kadang dapet kadang nggak, terpaksa kami harus menahan lapar hingga berhari-hari." Amelia tercengang, disaat bocah seusia Hendra sedang menikmati pendidikan, berbeda dengan Hendra, anak itu malah ikut memulung karena tak ada biaya untuk melanjutkan sekolah.


"Hendra mau sekolah lagi Nak?" Tanya Amelia lirih, membuat anak itu mendongak dan dengan cepat menganggukan kepala nya.


"Oppa, kita biayai sekolah nya Hendra ya?"


"Boleh sayang.." Jawab Smith dengan senyuman nya, dia juga mengusap puncak kepala sang istri.


"Kamu bisa sekolah lagi ya Nak, kakak yang biayain kamu. Buat ibu, kelola saja warung yang disana."


"T-tapi, warung itu punya pak Mamat. Orang paling galak disini, ibu gak berani, takut." Jawab nya.


"Kami sudah membeli nya untuk ibu, dalam waktu 24 jam dia akan menyerahkan sertifikat kepemilikan warung itu, kalau tidak dia bisa kehilangan semangat hidup kalau berurusan dengan suami saya."


"Benarkah?"


"Iya, jadi kelola dengan baik. Untuk biaya Hendra sekolah, kami yang akan membiayai nya hingga lulus nanti." Ibu itu tercengang mendengar ucapan gadis cantik yang masih terlihat muda tapi sangat bijak.


"Apa ini tidak berlebihan?"


"Tentu tidak Bu.." Amelia mengulas senyum manis nya.


"Kalian suami istri?" Tanya bapak nya yang sedari tadi diam.


"Iya pak, kami baru menikah satu minggu." Jawab Amelia dengan senyuman lagi.

__ADS_1


"Semoga jadi pasangan suami istri yang sakinah, mawaddah, warohmah ya Nak. Semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan, semoga cepat di beri keturunan yang memilik akhlak yang baik seperti orang tua nya."


"Saya orang susah merasa sangat terbantu, jarang sekali orang-orang yang mau memandang kami yang hina ini. Tapi ternyata, masih ada orang baik, meski hanya beberapa. Terimakasih nak, semoga kebaikan kalian di balas berkali lipat sama yang di atas ya." Ucap Bapak itu, dia tak kuasa menahan tangis nya.


"Terimakasih untuk doa bapak, sehat selalu ya pak, Bu. Untuk Hendra, kamu bisa mulai sekolah besok. Akan ada orang yang menjemput mu ke sekolah, belajar dengan baik dan banggakan kedua orang tua mu kelak ya." Smith mengacak rambut Hendra dengan gemas, bocah itu sangat tampan meski tubuh nya kotor.


"Kami permisi dulu, ada beberapa hal yang harus saya urus."


"Hati-hati di jalan tuan dan sekali lagi terimakasih sudah menolong keluarga kami."


"Sama-sama, saya pamit dulu pak, Bu." Smith menggandeng tangan sang istri dan membawa nya masuk ke dalam mobil.


Keluarga itu melambaikan tangan mereka hingga mobil itu menghilang di belokan.


"Seumur hidup, kita harus berterimakasih pada mereka."


"Iya, disaat orang-orang terpandang memandang kita sebelah mata, menginjak kita karena tak mampu, tapi mereka malah merangkul kita, membantu kita terbebas dari jeratan kemiskinan."


...


"By.."


"Ya Oppa, kenapa?"


"Aku bangga padamu sayang.."


"Aku bangga karena memiliki istri yang selain cantik wajah nya, juga memiliki kecantikan hati yang begitu tulus. Langkah mu sangat benar sayang, kamu sangat baik hingga mau peduli pada orang lain."


"Kita sesama manusia harus membantu Oppa, apalagi mereka orang susah. Kamu dengar sendiri, jangankan buat biaya sekolah, buat makan aja mereka susah. Aku merasa iba saja, disaat teman seusia Hendra sedang bersekolah tapi anak itu malah mulung, berkubang dengan barang-barang bekas yang dibuang orang."


"Aku juga orang susah Oppa, makanya aku tau gimana rasa nya di rendahkan orang lain, di pandang sebelah mata hanya karena aku orang tak mampu, aku tak mau orang lain merasakan hal seperti itu juga, karena itu rasanya sangat sakit." Jelas Amelia panjang lebar.


"Ya, dan aku bangga akan kebaikan hati mu sayang. Aku merasa jatuh cinta setiap hari nya pada mu,"


"Lagi pun itu uang Oppa kan?"


"Lalu kenapa? Uang suami kan uang istri By.."


"Kalau begitu aku minta blackcard buat belanja."


"Ambil aja di laci atau di dompet.." Jawab Smith enteng.


"Memang nya oppa punya berapa blackcard?" Tanya Amelia, dia belum tau sekaya apa suami nya.


"Mungkin 3 By, memang nya kenapa?"

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali."


"Itu belum termasuk saldo di kartu kredit, saham di perusahaan, dan properti." Jawab Smith santai.


"Aku baru sadar punya suami sultan." Mendengar itu Smith tergelak, lalu dari kemarin-kemarin Amelia kemana? Kok baru sadar sekarang.


"Oh iya, kenapa Oppa tiba-tiba ada di lokasi tadi? Katanya nunggu di kantor."


"Anak buah ku menelpon, kamu terlibat keributan di jalan xxx. Aku marah dong, aku takut kamu kenapa-kenapa jadi aku susul." Jawab Smith. Amelia membulatkan mulut nya dengan kepala yang mengangguk-angguk.


"Tunggu, jadi oppa menyuruh anak buah untuk menguntit aku?"


"Bukan menguntit sayang, lebih tepat nya menjaga. Kita tak tau orang-orang disini bagaimana, bisa saja ada orang yang berniat mencelakai mu sayang."


"Ohh, baiklah tapi dari kejauhan saja agar aku tak merasa risih."


"Iya sayang, mau makan?" Tawar Smith.


"Mau pecel lele, enak kayaknya.."


"Boleh, kita makan dimana? Kamu punya rekomendasi?"


"Di jalan xxx pecel lele nya mantul Oppa."


"Kita kesana ya.."


"Kapan kita ke korea?" Tanya Amelia lagi.


"Paling lusa sayang, aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan secepatnya. Memang nya kenapa?"


"BTS konser Oppa, tadi nya pengen kesana nontonin."


"Katanya pengen ke namsan tower?"


"Ya itu juga termasuk." Jawab Amelia.


"Lusa kita berangkat ya, sekarang aku menyuruh orang untuk mengurus paspor dan beberapa berkas keberangkatan kita."


"Yeee, makasih Oppa.."


"Untuk mu, apa sih yang enggak."


...


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

__ADS_1



jangan lupa like, komen, vote dan hadiah ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2