OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Rapat Penting


__ADS_3

Amelia masih menggerakkan tangan nya naik turun di pisang raja Smith, sudah hampir satu jam tapi belum meledak juga.


"Masih lama gak sih? Pegel nih.." Keluh Amelia, tangan nya sudah terasa kebas, tapi pria itu masih belum menunjukan tanda-tanda akan segera meledak.


"Sebentar lagi By, percepat.." Pinta Smith, mata nya terus terpejam sedari tadi.


"Huah lama banget, aku udah ngantuk nih."


"Bentar lagi By, ayo cepetan."


Amelia menurut dan mempercepat gerakan tangan nya, hingga cairan hangat itu menyembur membanjiri tangan nya, cairan kental yang berbau khas.


"Iuhhh.." Amelia menatap tangan nya yang di penuhi lendir surgawi itu.


"Kenapa, jijik ya? Jilat coba enak kok.."


"Enggak ah buat apaan, bau."


"Cobain dulu kali By sebelum menghujat."


"Bau nya aja udah gak meyakinkan Oppa, udah ahh ayo cuci tuh pisang nya, nanti di lalerin kalo gak di cuci." Amela mengelap lantai di tempat cairan itu tercecer dengan tissu, saking banyak nya cairan yang keluar, maklum lah baru libur seminggu terus dapet jatah satu kali dan sekarang dia harus kembali berpuasa karena banjir bandang.


Smith keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan sweater dan celana boxer, tadi dia memakai celana pendek selutut, tapi karena kotor kecipratan lendir surgawi, jadi dia mengganti nya.


"Gosok gigi dulu, terus kita tidur.."


"Iya, bulu-bulu Oppa nyangkut di gigi nih."


"Beneran?" Tanya Smith.


"Iya lah, nihh panjang banget. Kenapa gak di cukur aja sih? Mana lebat, panjang lagi.."


"Iya nanti kalo udah mau nikah, biar sensasi nya beda. Cepetan gosok gigi sana, terus kita tidur, besok aku ada rapat penting." Ucap Smith, pria itu sudah membaringkan tubuh nya di ranjang.


"Besok kan hari minggu, kok kerja?"


"Rapat sama WO, By." Jawab Smith.


"Buat apa?" Tanya Amelia polos.


"Kan dua hari lagi kita mau nikah Baby, kamu lupa?"


"Ahh iya ya, aku memang lupa Oppa."


"Yaudah sana, aku pengen tidur sambil meluk kamu."


"Iya sebentar.." Amelia masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu nya, jujur saja jika membahas pernikahan, dia selalu merasa bahwa itu hanya mimpi.


Tapi hanya dua hari lagi, mimpi itu akan menjadi kenyataan, sungguh demi apapun dia tak pernah berfikir hubungan nya dengan Smith akan sejauh dan sampai ke jenjang yang lebih serius.


Dan yang lebih mengejutkan nya lagi adalah, orang tua Smith yanh terkenal dingin dan arrogan ternyata malah menyukai dirinya dan mendukung hubungan nya dengan sang putra, suatu keberuntungan untuk nya.


Apalagi setelah tau kalau Roseanne adalah bibi Smith, dia semakin merasa tak percaya diri awalnya, tapi ternyata respon nya melebihi perkiraan nya, wanita itu sangat antusias dengan hubungan nya dengan keponakan nya. Syukurlah.


Amelia keluar setelah menyikat gigi nya, juga mencuci wajah nya dengan sabun wajah yang di belikan Smith dua hari yang lalu, skincare yang sama dengan milik Rena.

__ADS_1


"By.."


"Iya, apa aku harus pakai lingerie malam ini?"


"Untuk apa? Kamu masih datang bulan kan? Kamu hanya akan menyiksa pisang ku, jadi sebaiknya cepat lah aku sudah mengantuk." Jawab Smith. Amelia menurut dan ikut membaringkan tubuh nya di samping pria itu.


"Gak biasa nya tidur jam segini, Oppa.."


"Aku muntah banyak, jadi bawaan lemes By." Jawab Smith, mata nya sudah terpejam dengan wajah yang menyuru di ceruk leher gadis nya.


"Ohh gitu ya, yaudah tidur yang nyenyak Oppa."


"Kamu juga, sweet dream baby, Love you.."


"Love you too.."


...


Pagi harinya, kedua nya kompak terbangun dari tidur nyenyak mereka.


"Oppa, katanya mau rapat, tapi kok belum siap-siap malah males-malesan gini." Ini sudah jam 7 pagi, tapi pria itu seperti enggan meninggalkan ranjang.


"Santai aja By, nanti jam 10 kok. Mau masak?"


"Aku bakalan pergi masak kalau Oppa lepasin pelukan nya dulu.." Smith tersadar dan dia segera melepas pelukan nya.


"Yang enak masak nya By."


"Mau kopi nggak?"


"Biasa aja kali gak usah ngegas." Ketus Amelia, lalu dia pergi ke luar kamar.


Begitu mengejutkan, Amelia melihat Roy sudah terduduk manis di sofa ruang tamu dengan setelan rapih dan rambut kelimis nya.


"Selamat pagi Nona.."


"Pagi Pak Roy.."


"Maaf, saya lebih nyaman di panggil Asisten Roy Nona."


"Ohh, baiklah. Kok pagi-pagi sudah disini? Oppa masih malas-malasan di kamar."


"Tak apa Nona, saya hanya takut terlambat saja." Jawab Roy.


"Mau ngopi dulu, sudah sarapan?" Tanya Amelia.


"Belum Nona, setelah bangun saya buru-buru kesini."


"Bagaimana Rena?" Tanya Amelia.


"Ehem, dia masih tidur. Tapi dia tau saya akan pergi pagi-pagi."


"Bukankah rapat nya jam 10, Asisten Roy?"


"Iya Nona, dengan pihak catering dan beberapa ancek-ancek yang lain. Untuk masalah WO dan gedung sudah selesai." Jawab Roy.

__ADS_1


"Ohh baiklah, kalau begitu."


"Nona juga ada jadwal fitting gaun pengantin hari ini, juga orang tua Nona sudah di jemput oleh supir pribadi keluarga Alexander."


"Mamak sama bapak udah di jemput? Kok aku gak tau ya.."


"Perintah tuan besar Nona." Jawab Roy, padahal dia sudah keceplosan.


"Makanya Roy, jangan kebanyakan omong kamu, kan jadi nya keceplosan." Suara bariton dari atas menghentikan obrolan mereka.


"Maaf tuan muda.."


"Mau gimana lagi, sudah terlanjur. Ngopi dulu.." Tawar Smith tumben.


Amelia membawa dua cangkir kopi untuk kedua pria itu,


"Bagaimana persiapan nya Roy?"


"Sudah 85% tuan, catering dan undangan belum ada yang mengurus."


"Sial, harus nya kan semua nya sudah beres. Ini udah mepet banget lho Roy, dua hari lagi."


"Maaf tuan, tapi kami cukup kewalahan apalagi pesta nya di adakan secara besar-besaran." Jawab Roy.


"Bagaimana para anak buah ku, apa mereka bekerja dengan becus?"


"Tak perlu di ragukan Tuan, mereka begitu giat bahkan tak ada yang pulang dari lokasi."


"Baguslah, jadi agenda kita apa hari ini?" Tanya Smith, lalu menyeruput pelan cappucino nya.


"Tinggal melihat hasil kerja mereka ke lokasi sudah sesuai atau belum, lalu mencari catering dan melihat undangan."


"Gaun? Cincin?" Tanya Smith lagi, mata nya menatap penuh selidik pada pria di depan nya itu.


"Gaun nya sudah selesai dan Nona harus fitting hari ini, cincin sudah siap tuan tinggal mengambil saja."


"Oke, kamu suruh Rena menemani gadis ku ke butik."


"Oppa, seperti apa gaun pengantinku? Siapa yang merancang nya?"


"Aku, aku yang merancang nya khusus untuk calon istri ku. Nanti kamu di jemput sama supir dan Rena akan menemani mu." Jawab Smith, Amelia tersenyum dia begitu merasa di istimewa kan oleh kekasih nya, bahkan untuk gaun saja, pria itu merancang nya sendiri, demi moment sehidup semati nya.


"Sarapan dulu, sudah matang.."


"Kau belum sarapan kan? Makan dulu, setelah itu kita berangkat." Roy menganggukan kepala nya, ini pertama kali nya dia ikut makan bersama sepasang kekasih yang bucin itu.


Sedangkan di apartemen lain, Rena baru saja bangun dari tidur nya, dia memang kebo kalau urusan tidur.


"Pasti dia udah pergi, semoga saja semua nya lancar." Gumam Rena, lalu dia melanjutkan aktivitas nya pagi ini dengan di awali beberes kasur yang berantakan seperti bekas perang.


...


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Siapa yang nungguin Amel sama Smith halal? Pantengin terus yaww๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2