
Meninggalkan sejenak Roy yang sedang bersusah payah membuat pisang nya muntah, berbeda dengan di mansion keluarga Alexander.
Amelia sedang packing beberapa pakaian yang akan di bawa ke korea besok, ya besok pagi mereka akan pergi ke Korea, untuk berobat sekalian berbulan madu.
"By, jangan banyak-banyak bawa baju nya. Kita kan bisa beli disana, bawa jaket hangat disana lagi musim dingin." Peringat Smith, sedari tadi dia hanya duduk sambil memangku laptop, menyelesaikan dulu pekerjaan yang tertunda kemarin, agar Roy tak terlalu sibuk nanti.
"Harus nuker uang dulu gak Oppa?"
"Nanti aja anak buah ku yang mengurus nya sayang, jangan pikirkan hal yang tidak terlalu penting, packing secukupnya saja." jawab Smith.
"Iya ya, aku lupa kalau kamu kaya." Celetuk Amelia lalu kembali melanjutkan packing nya.
"Udah ,yuk tidur yuk.." Ajak Smith.
"Sedikit lagi nanggung.."
"Cepetan By, pengen di kelonin."
"Iya, sebentar lagi sayang biar besok tinggal berangkat." Smith mencebikan bibir nya saat sang istri menolak keinginan nya.
"By.."
"Iya, ini sudah selesai. Tunggu, aku cuci muka dulu." Amelia pergi ke kamar mandi, sedangkan Smith kembali cemberut karena istri nya begitu lama, menurut nya.
Tak lama, Amelia keluar dan segera menyusul sang suami yang sudah terlihat bete.
"Ihh pipi mu gemesin kalau cemberut gini Oppa.." Goda Amelia sambil menguyel-uyel pipi suami manja nya.
"Pengen By."
"Pengen apa?" Tanya Amelia dengan kening yang berkerut.
"Pengen nyusu.." Tunjuk Smith pada buah kenyal sang istri.
"Ohh, boleh Oppa.." Amelia membukakan kancing piyama nya dan mengeluarkan kedua buah kenyal nya.
Tentu saja Smith tak menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung menyusu di dada sang istri, mengulumm puncak nya hingga membuat Amelia bergerak-gerak tak karuan karena sensasi geli dan nikmat yang datang secara bersamaan.
Smith juga menyesap kuat buah itu hingga meninggalkan banyak jejak kepemilikan berwarna merah keunguan, yang hampir memenuhi kedua buah kenyal itu.
"Udah By," Amelia pun memasukan lagi dua buah nya itu, dan menutup kancing nya.
"Tidur yuk." Ajak Amelia, dia berbaring miring berhadapan dengan sang suami yang tidur bertelanjangg dada.
"Iya By, besok kita berangkat pagi."
Amelia mengangguk dan masuk ke dalam pelukan hangat sang suami,
__ADS_1
....
Pagi hari nya, sepasang suami istri itu sudah bersiap dan akan segera pergi ke bandara Soekarno Hatta.
Bibi Rose dan Appa Joseon juga akan ikut mengantarkan anak dan menantu mereka pergi untuk berbulan madu.
Smith dan Amelia turun dengan berpegangan tangan, sedangkan koper sudah di bawa oleh anak buah Smith tadi.
"Selamat pagi Tuan dan Nona muda.." Sapa Roy, dia bertugas mengantarkan Smith dan Amelia ke bandara.
"Pagi Asisten Roy, Rena mana? Gak ikut?" Tanya Amelia.
"Rena masih bedrest Nona, jadi dia harus beristirahat total untuk saat ini." Jawab Roy, padahal semalam dia membuat Rena kelelahan melayani nafssu nya.
"Kapan kau akan menikahi Rena, Roy? Pikirkan kehamilan dan rumor yang akan di terima nya jika kalian menikah disaat kandungan Rena sudah besar." Ucap Smith.
"Nanti malam saya akan ke rumah Rena tuan, untuk melamar Rena. Tapi karena saya sudah tidak punya orang tua, jadi saya meminta Bibi Rose untuk mengantar saya."
"Berkas-berkas nya?"
"Sudah di urus oleh Barry tuan."
"Bagus, ayo pergi sebelum terlambat." Smith menarik tangan Amelia, membawa nya ke dalam mobil, sedangkan Bibi Roseanne dan Appa Joseon berada di mobil lain dengan pak Amir sebagai supir nya.
Mobil berjalan beriringan meninggalkan mansion besar milik keluarga Alexander, melaju membelah jalanan ibu kota yang padat di saat pagi hari.
"Oppa.."
"Kenapa tangan mu begitu dingin By? Kamu sakit?" Tanya Smith lagi.
"Tidak, aku tidak sakit Oppa. Aku hanya gugup,"
"Gugup kenapa?"
"Ini pertama kali nya aku naik pesawat." Jawab Amelia pelan.
"Gapapa sayang, kayak naik mobil kok cuma beda nya ini di udara."
"Tetep aja, pasti ada bedanya. Ke korea berapa lama sih?"
"7 jam 20 menit sayang.." Jawab Smith.
"Lama banget.."
"Itu gak seberapa sayang, aku pernah duduk di dalam pesawat selama 24 jam."
"Waw, gimana pantatt kamu? Apa gak tepos?" Tanya Amelia.
__ADS_1
"Nggak dong By.."
"Memang nya kamu mau kemana sampe 24 jam?"
"Amerika serikat sayang."
Saking asik nya berbincang, tak terasa mobil sudah memasuki kawasan bandara.
"Sudah sampai Tuan dan Nona.." Ucap Roy, lalu membukakan pintu untuk sepasang suami istri itu.
Smith mengulurkan tangan nya dan dengan senang hati Amelia menyambut uluran tangan itu, menggenggam nya cukup erat.
"Pesawat anda sudah menunggu Tuan Smith.." Ucap salah satu pramugari yang bertugas.
Smith hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Amel, hati-hati selama disana ya sayang. Disana dingin, kamu harus sering makan sup agar tubuh mu hangat. Jangan tidur malam ya,"
"Bibi pasti akan merindukan mu sayang," Bibi Rose memeluk erat tubuh Amelia, begitu juga dengan Amelia.
"Jaga dirimu baik-baik ya Nak, bibi akan menunggu kabar darimu. Semoga cepat ada kabar baik." Bibi Rosse mengusap puncak kepala Amelia, mengecup kening nya dengan penuh kasih sayang.
"Pasti Bi, pasti Amel jaga diri Amel baik-baik disana. Lagi pun ada Oppa yang pasti selalu nemenin Amel disana, Oppa juga pasti jagain Amel."
"Smith, bibi titip Amel ya. Jaga dia dengan baik."
"Iya Bi, Amel kan istri Smith. Sudah pasti Smith akan melindungi Amel." Jawab Smith.
Dengan berat hati, kedua orang itu melepas kepergian anak-anak mereka pergi ke negeri ginseng untuk berobat.
Bibi Rose dan Appa Joseon melambaikan tangan mereka, begitu juga dengan Smith dan Amelia.
"Duduk yang nyaman sayang, pasang safety belt nya."
"Gak bisa, bantuin dong." Smith membantu sang istri memasang safety belt. Setelah selesai, Amelia menyandarkan kepala nya di pundak sang suami.
"Tidur saja sayang.."
"Iya Oppa, tiba-tiba saja aku mengantuk."
Smith mengusap kepala Amelia, mengecupi kening nya dengan penuh cinta. Tak lama kemudian, pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara Soetta.
....
🌻🌻🌻
Garing ya? Gapapa deh🤭🤭 masih ada yang nunggu novel ini up? komen ya kalau masih nunggu😊
__ADS_1