
Amelia dan Smih masih menikmati bulan madu yang terlambat nya, hari ini mereka berdua berwisata ke sungai han. Smith menyewa speed boat untuk mengajak sang istri berkeliling sungai han yang begitu luas ini.
"Oppa, itu jembatan apa?" Tunjuk Amelia pada jembatan yang megah berdiri kokoh di atas sungai han.
"Ada banyak jembatan sayang, tapi yang itu jembatan hangang." Jawab Smith, tangan nya terus merangkul pundak sang istri.
"Indah banget Oppa."
"Tunggu sampai kamu melihat lampu-lampu di nyalakan saat malam hari, pasti lebih indah." Jawab Smith.
"Ada lampu nya?"
"Ada dong sayang.." Jawab Smith.
"Tau gitu, kita pergi nya malam hari biar lihat lampu-lampu nya nyala."
"Kita tunggu aja sampai malam ya sayang.."
"Lama dong, keburu dedek nya laper." Ucap Amelia sambil mengelus perut buncit nya.
"Yaudah, kita makan dulu yuk. Nanti sore kita kesini lagi buat lihat lampu jembatan, gimana? Mau?" Tawar Smith memberi solusi.
"Iya Oppa, aku mau.." Jawab Amelia sambil menggelayut manja di lengan sang suami.
"Apapun untuk mu istriku." Smith mengecup puncak kepala sang istri dengan mesra.
....
Smith dan Amelia berada di restoran tteokbokki yang terkenal di Seoul. Permintaan ibu hamil yang meminta makan tteokbokki siang-siang begini.
"Silahkan makan istriku sayang.."
"Pengen ayam goreng." Rengek Amelia.
"Oke, aku pesankan sayang. Mau yang original atau ayam pedas bumbu korea?"
"Kalau bisa dua-duanya, kenapa harus milih satu?" Tanya Amelia dengan senyum manis nya.
"Baiklah istri ku sayang," Smith mengusap puncak kepala istri nya dengan gemas. Kalau tidak cinta, pasti pria itu sudah marah besar karena merasa di permainkan.
__ADS_1
Tadi, dia sudah menawari istrinya untuk memesan menu lain, tapi istrinya bilang tidak mau, tapi setelah tteokbokki nya datang, wanita hamil itu malah merengek minta ayam goreng.
Amelia terus mengelus perut nya, dia begitu tergiur melihat penampilan tteokbokki yang tersaji di depan nya, selain aroma nya yang menggugah selera, kuah nya yang merah merona membuat nya semakin lapar, tapi dia menunggu ayam goreng dulu.
Tak lama, Smith datang dengan dua kotak berisi ayam goreng pesanan sang istri.
"Ayo makan sayang.."
Amelia mengangguk dan segera memakan tteokbokki nya di cocol dengan ayam goreng.
"Enak sayang?" Tanya Smith. Amelia tak menjawab dia hanya mengacungkan kedua jempol nya, dengan mulut yang penuh dengan ayam dan tteokbokki.
Setelah menyelesaikan makan siang nya, Smith dan Amelia kembali pergi ke sungai han untuk melihat lampu jembatan hangang yang sebentar lagi pasti akan di nyalakan, karena hari sudah mulai petang.
Smith dan Amelia terus berpegangan tangan sepanjang perjalanan menuju kembali ke sungai han, tentu nya dengan senyuman yang tak pernah hilang dari bibir mereka.
"Oppaa..." Pekik Amelia saat melihat lampu jembatan yang berkelap-kelip, menambah indah nya pemandangan di sungai han.
"Kamu senang?"
"Iya, aku senang. Terimakasih sudah membawa ku ke tempat yang paling indah.."
"Apapun untuk istri kesayangan ku." Jawab Smith, dia mengecup kening sang istri dengan penuh cinta.
Meninggalkan sejenak sepasang suami istri yang sedang menikmati bulan madu mereka. Lain hal nya dengan Roy yang saat ini sedang di landa kegugupan luar biasa.
Bagaimana tidak? Ibu nya Rena, sejak tadi menatap nya dengan tatapan tajam.
Ya, Roy sedang berkunjung ke rumah Rena untuk meminta restu dari ibu nya. Tapi saat mendengar kalau Rena sudah hamil, ibu nya terus melayangkan tatapan tajam nya pada Roy, membuat pria itu gugup sekaligus salah tingkah. Sedangkan Rena, gadis itu masih terlihat santai.
"Jadi rencana nya kau akan menikahi anak ku kapan?"
__ADS_1
"Secepatnya bu.." Jawab Roy.
"Iya kapan? Tak mungkin kau menunggu hingga kehamilan anak ku membesar kan?" Tanya Ibu Rena dengan tegas.
"Surat-surat nya sudah saya urus Bu,"
"Jadi kapan waktu nya?"
"Semingguan lagi Bu." Jawab Roy.
"Baiklah, aku akan ke rumah mu besok. Untuk membantu persiapan pernikahan."
"Baik bu, terimakasih."
"Untung saja kau pria yang bertanggung jawab." Ketus Ibu Rena. Dia sangat marah setelah mengetahui kehamilan Rena yang sudah memasuki bulan ketiga.
"Saya pasti mempertanggung jawabkan perbuatan saya Bu, Rena hamil anak saya."
"Iya lah, mana mungkin anak saya bisa hamil sendirian." Rena cengengesan.
"Jangan cengengesan, anak bandel."
"Iya maaf Bu."
"Mau pulang atau nginep? Sudah malam, juga nampak seperti akan turun hujan."
"Nginep apa gimana yang?" Tanya Roy.
"Nginep aja, aku capek." Rengek Rena, membuat ibu nya tersenyum geli melihat tingkah anak gadis nya sendiri.
"Yaudah, terserah kamu aja yang.."
"Makan malam dulu, Ibu tadi masak banyak." Tawar Ibu Rena, ternyata ibu nya sangat baik. Meski terlihat menakutkan di awal pertemuan nya.
Berbagai hidangan tersaji di meja makan, setelah anak nya menelpon akan pulang dengan seseorang, ibu nya segera memasak untuk menyuguhi mereka, tak sangka kedua insan itu membawa berita yang begitu mencengangkan.
Roy makan dengan di layani Rena, gadis itu berubah menjadi sedikit lembut sekarang. Tak ada lagi Rena yang selalu ketus pada nya, dia bahkan terkesan manja saat ini, mungkin karena efek hormon kehamilan.
....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻
Yee roy sama rena mau kawin🤭🤭