OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kebar-baran Rena


__ADS_3

Roy masuk ke dalam kamar nya dengan rambut kelimis dan pakaian santai nya, bisa di tebak dia habis apa di kamar mandi selain mandi.


Dia melihat Rena sudah tertidur dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh nya, kecuali wajah nya.


"Huhh, andai saja dia memberiku jatah pasti akan terasa lebih menyenangkan melihat nya tertidur setelah kelelahan melayani ku."


"Ini semua gara-gara Riska, kenapa wanita itu harus muncul lagi setelah sekian abad menghilang bak di telan dinosaurus. Biang rusuh.." Gerutu Roy, dia mengusap pelan pipi gembul Rena. Sudah satu minggu ini selera makan sang kekasih meningkat, bahkan dia mampu menghabiskan tiga porsi bakso plus sate sendirian, menakjubkan.


Makanya tak heran kalau pipi nya terlihat gembul sekarang, makan nya saja banyak. Tapi semua itu tak masalah, asalkan Rena sehat dan bahagia, itu saja sudah cukup untuk Roy.


Roy menyunggingkan senyuman nya, entah apa yang membuat nya begitu tergila-gila dengan gadis bar-bar seperti Rena.


Dia membaringkan tubuh nya di belakang sang gadis, karena saat ini Rena tidur miring ke kiri. Roy melingkarkan tangan nya di perut rata kekasihnya, posisi yang sangat nyaman bagi Roy bisa memeluk tubuh Rena, meskipun dari belakang.


"Selamat tidur kekasih kesayangan, semoga mimpi indah, selamat malam aku mencintaimu." Ucap Roy, sebelum kesadaran nya hilang dan terlelap.


....


Pagi hari nya, Rena terbangun lebih dulu. Dia melepaskan tangan kekar yang melingkar ketat di perut nya dengan perlahan, hari ini dia kembali masuk kerja, begitupun dengan sang pria yang mulai ngantor lagi.


Setelah berhasil memindahkan tangan Roy dari perut nya, dia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, lalu pergi ke ruangan ganti untuk menyiapkan segala keperluan sang kekasih untuk memulai kembali aktivitas nya.


Setelah selesai menyiapkan nya, Rena pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Roy sangat suka sarapan sereal gandum dengan susu dan secangkir kopi hitam.


"Aku hias pake buah biar menarik aja, siapa tau dia jadi lebih semangat kerja." Rena menaruh beberapa irisan buah raspberry kesukaan Roy di sereal nya, menata nya dengan cantik.



"Selesai, terlihat sangat menggugah selera." Gumam Rena, dia melepas apron nya dan kembali ke kamar untuk membangunkan sang kekasih yang pasti masih ngorok di ranjang.


Roy sangat kebo, jika sudah tidur dia akan sangat sulit di bangunkan meski pun di guyur air satu ember, dan Rena punya trik sendiri untuk membangunkan pria itu.


Rena membuka pintu kamar mereka, benar saja Roy masih tertidur dengan posisi telungkup tanpa menggunakan baju, padahal tadi malam Roy memakai baju nya, tapi pagi ini dia tak lagi memakai nya, bahkan baju nya itu terlihat teronggok mengenaskan di lantai.


Rena mengambil pakaian itu dan meletakan nya di keranjang cucian kotor.


Dia memulai trik nya untuk membuat Roy bangun dari tidur lelap nya itu.


Dia meremas pisang yang terasa kenyal itu, mengusap nya lembut hingga membuat nya menegang.


"Bagus, membangunkan pria kebo memang harus dari bawah dulu." Gumam Rena dengan senyum licik nya.


Rena terus melancarkan aksi nya, hingga Roy membuka kedua mata nya karena tak tahan dengan sentuhan di area pribadi nya.


"Sayang.." Rengek Roy, sambil mengucek kedua mata nya.

__ADS_1


"Iya, bangun yuk udah pagi. Kan harus masuk kantor hari ini." Rena berucap seolah tak punya salah apa-apa, padahal Roy sudah di buat panas dingin pagi-pagi.


"Enak aja, kesini kau gadis nakal." Roy menarik tangan Rena hingga membuat gadis itu terjatuh menindih tubuh Roy.


"Mau apa hmm? Gak ada jatah pagi atau malam, sebelum kamu selesaikan masalah kamu sama Riska." Tegas Rena, yang lagi-lagi membuat semangat Roy redup.


"Yang, apa gak bisa kamu ngasih aku penyemangat sebelum kerja?"


"Gak ada, bangun terus sarapan. Aku mau ganti baju." Rena bangkit dari tubuh Roy dan pergi ke ruang ganti.


Roy menatap punggung Rena yang menghilang di balik pintu ruang ganti dengan nanar, lagi-lagi hasraat nya tak dapat tersalurkan hanya karena masalah nya dengan Riska belum selesai.


"Sabar ya, pagi ini kita main sabun aja." Gumam Roy saat menatap bagian bawah nya yang sudah menegang karena di mainkan Rena tadi.


"Dasar, tak bertanggung jawab. Miris sekali nasib ku ini." Roy berjalan gontai ke arah kamar mandi, sungguh dia sangat tersiksa. Seatap dengan gadis yang dia cintai, tapi tak bisa menyentuh nya.


....


Roy berangkat duluan tanpa Rena, karena dia tak enak jika harus membawa kekasih nya satu mobil bersama sang tuan muda yang saat ini masih di mansion besar.


Rena berdiri di halte bus dengan seragam rapi, tas selempang merah pemberian Amelia dan rambut yang dia cepol.


Tak lama, bus datang dan Rena segera menaiki bus itu sebelum kembali melaju, meski harus berdesak-desakan, tapi lebih baik daripada harus terkena semprot tuan muda yang kini jadi suami sahabat nya sendiri.


Hingga tatapan mata nya tak sengaja melihat seorang ibu hamil yang berdiri dengan ekspresi tak nyaman karena perut nya sudah sangat besar.


"Permisi pak, bisakah bapak berdiri dan membiarkan ibu itu duduk disini? Kasihan, dia sedang hamil besar." Ucap Rena meminta izin pada seorang laki-laki paruh baya dengan kepaala plontos dan perut yang buncit.


"Siapa cepat dia dapat, wanita itu kalah cepat dengan ku. Jadi biarkan aku duduk, aku juga bayar disini." Ketus pria itu.


Mendengar jawaban pria itu membuat Rena geram, dimana rasa peduli nya sebagai sesama manusia yang sama lahir dari rahim wanita?


"Seperti nya ibu mu gagal mendidik mu menjadi seorang manusia." Cetus Rena, hingga membuat pria itu menoleh dengan tatapan tajam nya.


"Apa maksudmu gadis kecil?"


"Kau masih punya ibu? Apa kau lupa kau lahir dari rahim seorang wanita? Apa ibu mu tak pernah mengajarkan untuk menghargai wanita, walau tak mengenal nya?" Tanya Rena.


"Sudahlah Nak, bibi tak apa-apa. Hanya sedikit pegal saja."


"Bibi harus mendapatkan hak bibi sebagai perempuan." Jawab Rena tegas.


"Aku takkan pernah meninggalkan tempat duduk ku." Kekeuh pria itu.


"Ommo, apa kau juga sedang hamil tuan? Lihat perut mu, buncit seperti wanita hamil."

__ADS_1


Pria itu melirik ke arah perut nya yang memang buncit, bahkan kancing kemeja nya nampak terbuka, pasti sebentar lagi kancing nya melompat dari tempat nya.


"Heii, lihatlah dia pria yang sedang hamil tua dan tak mau mengalah pada seorang wanita yang hamil juga."


Sontak saja seluruh penumpang melirik ke arah belakang dengan tatapan tajam pada pria yang tak mau mengalah itu.


Wajah pria itu nampak memerah karena malu dan memutuskan turun di halte depan.


"Mau kemana Nyonya? katanya tak akan meninggalkan tempat duduk mu." Tanya Rena dengan senyum sinis nya.


Pria itu pergi tanpa melirik ke belakang membuat Rena merasa lucu dengan ekspresi kesal pria itu. Katakan lah dia tak sopan, tapi niat nya baik ingin membantu ibu hamil yang nampak kelelahan berdiri, tapi semua orang tak peduli awalnya.


Mereka bersikap cuek meski berkali-kali ibu itu oleng ke samping saat bus melewati belokan.


"Silahkan Bibi, duduk dengan nyaman."


"Terimakasih nak,"


"Sama-sama bi, sudah berapa bulan?" Tanya Rena ramah.


"Sudah bulan nya Nak, ini mau ke rumah sakit nge cek kapan HPL nya." Jelas ibu muda itu.


"Benarkah? Wahh, semoga selamat dan lancar jika sudah waktu nya ya Bi."


"Terimakasih nak, kamu sendiri sudah menikah?"


"Belum bi.." Jawab Rena apa adanya.


"Bibi doakan semoga kamu mendapatkan jodoh yang baik, bertanggung jawab dan tegas ya nak. Bibi sangat berterima kasih atas bantuan kamu tadi, terimakasih sekali lagi."


"Sudah tugas saya bi, saya juga perempuan. Terimakasih juga atas doa nya."


Setelah obrolan singkat itu kedua nya diam, hingga Rena turun dari bus yang sudah sampai di tempat nya bekerja.


"Saya duluan ya bi, hati-hati dan semoga sehat selalu."


"Semangat kerja nya ya nak.." teriak nya dan di balas senyuman manis oleh Rena.


"Semoga kebaikan mu di balas dengan berkali-kali kebaikan nak." Doa ibu itu dalam hati, mungkin kalau tak ada gadis itu sampai saat ini dia masih berdiri terombang ambing saat bus melewati belokan.


....


🌻🌻🌻


Ini pengalaman author sendiri ya, kali aja kamu jadi pembaca aku. Terimakasih atas kebaikan nya, gak bakalan lupa😊🙏

__ADS_1


__ADS_2