OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Berbeda


__ADS_3

Pagi hari nya, Amelia terbangun dari tidur panjang nya. Dia sadarkan diri semalaman, mungkin di sambung tidur juga jadi nya.


Dia membuka mata nya perlahan, mata nya mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya matahari yang merangsek masuk melalui celah jendela.


Amelia mencoba bangun, tapi kepala nya terasa begitu berat dan sakit.


"Tuan Smith tidur disini?" gumam Amelia pelan, dia melihat Smith tertidur dengan posisi setengah duduk dengan tangan yang menggenggam nya dengan erat.


"Terimakasih sudah merawatku.." Ucap Amelia, dia tersenyum manis. Meski tangan nya terasa sedikit pedih karena jarum infus yang menempel di punggung tangan nya.


"Eemmhhh.." Kebiasaan Smith, dia selalu berdehem jika akan bangun.


"Tuan.." Panggil Amelia pelan, tangan nya bergerak mengusap kepala belakang pria yang tengah tertidur dengan kepala menelungkup itu.


Smith mendongak, seketika itu juga senyum nya langsung terkembang dengan merekah.


"Kamu sudah sadar sayang ku? Kamu baik-baik saja, apa ada yang sakit?" Cecar Smith, pria itu terus menghujami gadis nya dengan kecupan-kecupan basah.


"Hanya sedikit pusing saja tuan.." Jawab Amelia.


"Seperti nya kamu senang jika membuat aku khawatir setengah mati, gadis nakal."


"Maaf tuan.."


"Manggil nya tuan lagi, kemarin oppa." Amelia tak menjawab, dia sibuk menyembunyikan rona di pipi nya.


"Oh ya, apa kamu punya phobia atau trauma sayang?" Amelia menggelengkan kepala nya.


"Lalu kemarin kamu kenapa? Kok bisa pingsan?" Amelia tampak mengingat,


"Kemarin saya ketakutan di pojok situ, terus mimisan. Setelah itu saya tak ingat lagi tuan."


"Iya karena kau pingsan, kenapa bisa mimisan?" Tanya Smith lagi.


"Saya tak tau tuan, tapi sejak kecil jika saya ketakutan pasti akan mimisan."


"Sejak kecil? Apa hidung mu pernah terpukul atau semacam nya?" Tanya Smith.


"Pernah di seruduk kambing qurban tuan.." Jawab Amelia dengan malu-malu.


"Lho kok bisa?"


"Ya bisa tuan, nama nya juga anak kecil. Ada kambing nganggur tuh pasti di becandain, eh kena karma di seruduk. Sejak hari itu saya sering mimisan, dulu hampir setiap hari saya mimisan. Tapi sekarang, cuma kalo ketakutan aja." Jelas Amelia.


"Nanti kita periksa setelah keadaan mu membaik ya sayang, kenapa tak bilang kamu seperti ini jika ketakutan?"


"Saya tak tau akan mengalami ketakutan seperti kemarin tuan."


"Sudah, tak apa. Kamu tidur lagi ya, aku harus ke kantor dulu sebentar, ada pekerjaan penting. Aku berjanji takkan lama."


"T-tapi..."


"Akan ada bodyguard yang berjaga di luar apartemen, tak usah takut sayang." Smith mengelus puncak kepala gadis nya.


"A-apa tuan benar pergi sebentar?" Tanya Amelia lirih dengan memainkan jemari nya.

__ADS_1


"Tentu saja, kenapa jadi manja begini sayang?"


"Ti-tidak, saya hanya takut tuan."


"Tak perlu takut, takkan terjadi apa-apa padamu. Keselamatan mu aku yang jamin."


"Huum, baiklah tuan.." Dengan terpaksa Amelia merelakan pria itu pergi meninggalkan nya karena pekerjaan penting.


Tapi saat akan berdiri, Smith meringis sambil memegangi pinggang nya.


"Tuan kenapa?"


"Pinggang ku Mel, sakit sekali. Seperti nya karena tidur sambil duduk." Jawab Smith.


"Berbaring lah, jangan memaksakan diri tuan."


"Disana ada koyo sayang, tolong tempelkan beberapa." Amelia menurut, dia bangun dari posisi berbaring nya dan berjalan pelan dengan memegangi kantung cairan infus.


Setelah menemukan nya, dia segera menempelkan nya di pinggang Smith.


"Masih muda tapi sudah encok tuan.." Gumam Amelia, tapi masih bisa terdengar oleh telinga tajam milik Smith.


"Kau berani sekali mengatai ku Amelia, kalau saja tak mengingat dirimu sedang sakit aku akan menghajar mu habis-habisan."


"Gimana goyang nya kalau pinggang nya sakit?" Tanya Amelia, terdengar seperti tantangan.


"Oke nanti malam aku hajar kau," Ancam Smith, tapi Amelia tak menunjukan ekspresi ketakutan, dia malah menyunggingkan senyum manis nya.


"Yakin kuat goyang?"


"Saya punya black card, jika tuan lupa tuan sendiri yang memberikan nya pada saya secara suka rela." Jawab Amelia, entah darimana keberanian nya dia dapat.


"Tinggal aku bekukan, gampang."


"Baik, jika itu terjadi takkan ada jatah malam."


"Sejak kapan kamu jadi berani begini Amelia?"


"Tak tau tuan, tapi ketakutan saya menghilang." Jawab Amelia.


"Huhh, jangan membuat aku kesal. Ayo tidur."


"Saya lapar."


"Masak sendiri, jangan merepotkan aku."


"Tuann..."


"Apa?" Jawab Smith ketus.


"Mau bakso sama mie ayam." Rengek Amelia.


"Kau sedang sakit, tak boleh makan makanan seperti itu."


"Yang sakit kan cuma hidung ku, bukan perut." Cetus Amelia dengan wajah yang di tekuk.

__ADS_1


"Sekali tidak tetap tidak, tak ada yang bisa merubah keputusan ku, meskipun aku mencintai mu."


Mulut Amelia terbuka mendengar ucapan Smith yang mengatakan bahwa pria itu mencintai nya, apakah benar? tapi sejak kapan?


"Tutup mulut mu, meski pun di tempat ini tak ada lalat atau pun nyamuk, tapi ekspresi mu tak enak di pandang." Cibir Smith dengan senyum jahil nya.


Amelia sadar dan segera menutup mulut nya, lengkap dengan wajah yang memerah, mungkin malu.


"Tuan.."


"Heemmm..."


"Mau bakso lava."


"Makanya jangan suka nontonin mukbang ala-ala korea, kan jadi ngiler. Beli aja sendiri sana."


"Issshhh, yaudah. Amel pergi."


"Berani melangkahkan kaki keluar dari kamar ini, aku pastikan kau takkan bisa melihat dunia luar lagi."


"Jadi tuan mau nya apa?"


"Diam disini, aku akan memesankan nya untuk mu gadis nakal."


"Yeeee, terimakasih oppa tampan." Ucap Amelia kesenangan, bahkan saking senang nya dia berani mencium pipi kanan dan kiri Pria itu.


Smith melongo, tangan nya meraba bekas ciuman gadis nya, wajah nya memerah.


Healah, baru gitu aja Smith. Kalian sering ngelakuin yang lebih dari sekedar mencium kan?


"Tuan.."


"Tuann.. Helloo.." Amelia melambaikan tangan nya di depan muka Smith.


Smith sadar dan segera menetralkan ekspresi nya menjadi datar kembali, meski dalam hati dia tak dapat menahan rasa bahagia nya hanya karena di cium duluan oleh gadis nya.


"Ngapain senyam senyum, sana ke kamar mandi, cuci muka terus gosok gigi. Seharian saya disini, saya gak mau di cium-cium sama gadis bau iler."


"Lahh tadi gak nolak." cibir Amelia ,lalu segera berlari ke kamar mandi dengan membawa wadah air infus nya, sebelum pria itu marah dan meneriaki dirinya.


"Si Amel udah mulai aktif, ada-ada saja kelakuan gadis kecil ku itu."


"Tunggu, biasa nya dia kan gak begitu? apa ini efek dari mimisan nya ya, mempengaruhi adrenalin nya begitu?"


"Ahh sudahlah ,mana ada yang begituan.." Smith menggelengkan kepala nya, bisa-bisa nya di berfikir sejauh itu.


....


🌻🌻🌻


Amelia mulai aktif ya bund, bikin abang Smith darah tinggi🤭🤭



lagi tidur aja ganteng, tapi sayang tak bisa di gapai😭😭

__ADS_1


__ADS_2