OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kang Bucin


__ADS_3

Roy melajukan mobil nya ke arah pusat perbelanjaan, dia sengaja datang kesana untuk membeli concealer untuk kekasih nya, sekalian make up yang lain nya.


Seperti biasa, kedatangan nya di toko kosmetik membuat kerumunan karena mereka berebut ingin melihat ketampanan nya yang berada di atas rata-rata.


Mereka mengerumuni toko kosmetik dan Roy hanya memasang wajah datar nya tak peduli, meski banyak yang berusaha menggoda nya, dia sudah terlalu candu dengan tubuh Rena.


"Mbak, concealer yang full coverage sama spons nya." Ucap Roy pada penjaga toko.


Tak lama, dia membawa sepasang alat make up wanita itu.


"Skincare yang paling bagus ada?"


"Ada kak, keluhan nya apa?" Tanya sang penjaga toko.


"Kusam aja sih, selebihnya tak ada."


"Beli yang paket glowing aja ya kak, 1 juta dua ratus tiga puluh ribu, sudah krim siang, malam, toner, pencuci, serum, masker wajah dan refill krim siang. Itu paketan komplit kak, ada juga paket ekonomis."


"Komplit satu, sama ini jadi berapa?"


"Baik, saya total dulu.." Penjaga toko itu membawa kalkulator dan memasukan benda yang pria tampan itu beli ke dalam paperbag.


"Total nya jadi satu juta tiga ratus delapan puluh ribu."


Roy menyerahkan kartu tanpa limit nya kepada penjaga toko itu, meski sempat terkejut tapi dia juga harus profesional dalam bekerja, walau sebenarnya dia ingin berteriak saat melihat ketampanan pria di depan nya.


"Ini kak, terimakasih.." Roy pergi setelah kartu nya di kembalikan, lagi-lagi kerumunan itu mengikuti nya di belakang. Dia seperti idol korea yang di ikuti oleh fans nya kemana-mana.


"Udah ganteng, pengertian lagi. Pasti pacarnya kehabisan skincare ya kan? Jadi dia beliin, uhh so sweet nya.." Bisik-bisik para gadis di belakang Roy, tapi pria itu tetap santai seperti tak terjadi apa-apa.


Dia tetap berwajah datar, tak terlihat ada ramah-tamah nya, tapi aneh nya para wanita justru menggilai nya.


Dia masuk ke dalam mobil dan segera mengendarai nya, meninggalkan para kerumunan gadis di belakang nya.


.....


Di rumah, Rena sedang di landa kepanikan. Dia gelisah, sedari tadi teru mundar-mandir tak jelas di teras kost an nya.


"Aduhh, kemana Roy ini? Kenapa dia belum kesini, apa masih ada pekerjaan di kantor? Atau dia lembur, sudah malam tapi dia belum kesini juga."


"Ini juga handphone kenapa harus rusak di saat waktu yang tak tepat, gimana mau nelpon kalau retak gini." Tadi, ponsel nya terjatuh dan layar nya tepat mencium keramik hingga layar nya retak.


Tak lama, suara deru mesin mobil terdengar berhenti di halaman kost an nya, Rena berlari keluar, dan benar saja Roy datang dengan membawa satu paperbag besar.


"Malam sayang, maaf terlambat. Aku tadi ke.."


"Bisa gak sih kalau pulang itu tepat waktu? Kamu seneng ya lihat aku khawatir setengah mati gara-gara kau pulang terlambat, harus nya jika mau lembur bilang dulu, jadi aku gak nungguin." Gerutu Rena, memarahi kekasih nya.

__ADS_1


"Sayang, maaf ya.."


"Masuk, terus mandi sana." Ketus Rena tanpa memalingkan pandangan nya.


"Sayang nya aku lagi marah, sini sayang.." Roy berusaha meraih gadis nya ke dalam pelukan nya, tapi dengan cepat menghindar.


"Jangan marah dulu, aku beli concealer ini loh buat kamu, kata Nona Muda suruh di tutupin itu tanda merah di leher nya."


Mendengar itu, Rena berbalik dan menatap kekasih nya.


"Kamu membeli nya?"


"Iya, sama skincare buat kamu. Biar lebih kinclong, pacar nya aku."


"Hiss lebay.."


"Jadi, jangan marah ya yang."


"Yaudah iya, aku udah siapin air hangat buat kamu mandi di kamar mandi. Terus makan ya, aku udah masak tadi."


"Makasih sayang, calon istri terbaik."


"Jadi? Kapan mau halalin aku hmm?" Tanya Rena dengan alis yang naik turun.


"Ngebet ya? Oh iya, besok kamu pindah ke apartemen aku, sore nya kita jalan-jalan ke mall sama Tuan Smith dan Nona Amel. Mau kan?"


"Iya, mau.." Jawab Rena dengan semangat.


"Makan dulu kali.."


"Makan kamu aja, lebih enak dan nikmat." Jawab Roy dengan senyum nakal nya.


"Masalah jatah aja gak pernah lupa." Ketus Rena.


"Hehe, udah ngerasain sekali tuh jadi kecanduan gitu yang."


"Dah lah, jangan banyak omong. Mandi sana, keburu air nya dingin." Roy menurut dan pergi ke kamar mandi, setelah mencuri satu ciuman di pipi sang kekasih. Lalu berlari dan segera mengunci pintu nya, sebelum gadis itu marah.


....


"Persis sama punya Amel.." Ucap Rena saat dia melihat benda bernama concealer itu.


"Ya ampun ini skincare yang lagi viral itu kan? Berasa mimpi aku punya sepaket gini, pasti harga nya mahal."


"Murah kok yang, pokok nya kamu harus cantik biar aku makin tergila-gila sama kamu."


"Lebay amat, udah mandi nya?" Roy mengangguk, dia masih bertelanjang dada dengan handuk kecil yang melingkar di pinggang dan di leher nya.

__ADS_1


"Baju nya udah aku setrika, di gantung di dekat lemari." Rena sibuk memerhatikan skincare mahal yang selama ini hanya bisa dia lihat di ponsel, tapi kini dia punya satu set.


Roy keluar dengan kaos longgar milik nya, kemarin dia membawa banyak pakaian santai ke kost an gadis nya, agar memudahkan dia berganti pakaian.


"Udah dong yang, gak usah di lihatin terus."


"Makasih ya, aku seneng banget punya ini." Ucap Rena tulus.


"Sama-sama sayang, buat kamu apasih yang nggak? Sini peluk dulu.." Roy merentangkan tangan nya dan Rena masuk ke dekapan hangat pria itu, memeluk pinggang kekasih nya dengan erat.


"Lain kali, kalo mau sesuatu bilang ya. Gak usah malu, aku kekasih kamu."


"Ya tetep aja malu, aku gak mau kayak cewek lain yang seperti memanfaatkan kekasih nya sendiri."


"Aku gak merasa di manfaatkan kok, aku bakal seneng kalo kamu minta secara langsung sama aku." Jawab Roy, pria itu mengusap puncak kepala gadis nya, melayangkan kecupan-kecupan ringan di kening gadis nya.


"Sekali lagi terimakasih ya.."


"Iya sayang, ayo makan. Kamu udah makan?" Rena menggeleng, dia rela menahan lapar demi bisa makan bersama pria nya.


"Makan dulu, setelah itu bersiap kamu yang akan aku makan."


"Hiss, selalu saja begitu. Apa gak bisa libur dulu semalam?"


"Satu ronde aja ya, aku gak bisa tidur nanti kalo gak goyang kamu dulu."


"Ihh, terserah aja lah. Minggir aku lapar, mesoom aja terus.." Rena melerai pelukan nya dan pergi ke meja makan.


"Suapin ya.."


"Kan punya tangan sendiri, kenapa minta di suapin?"


"Ya biar romantis gitu yang," Jawab Roy.


"Dasar kang bucin.."


"Jangan lupa, kamu yang udah bikin aku begini." Peringat Roy.


Rena mendengus, lalu mulai menyuapi Roy dan menyuapi dirinya sendiri.


....


🌻🌻🌻🌻


Author: Huh kang bucin..


Roy be like; gapapa bucin, yang penting kagak nyusahin orang. Kayak tuan Smith yang bucin kebangetan🙄😂

__ADS_1


🤣🤣🤣


jangan lupa bunga sama kopi di pagi yang dingin ini, happy reading❤️❤️


__ADS_2