
"Yang, aku minta maaf kalau aku gak jawab pertanyaan yang di tanyakan Tuan Sama Nona muda, jujur aku kaget pas mereka nanya begitu. Tapi aku serius dengan hubungan kita yang," Jelas Roy, dia berusaha menggenggam tangan gadis nya.
"Udahlah, aku cape mau istirahat. Kalau mau pergi, pergi aja." Ketus Rena, dia menarik paksa tangan nya.
"Sayang, aku mohon jangan begini."
"Terus, aku harus nya gimana? Aku perempuan, setiap perempuan menginginkan sebuah kejelasan dan kepastian, kalau kamu gak mampu ngasih aku dua hal itu, yaudah. Buat apa lagi kita pertahanin hubungan ini?" Tanya Rena lagi.
"Sayang.."
"Jujur ya, aku kecewa. Kecewa karena kamu gak bisa bersikap tegas, pertama tentang mantan kamu Riska, kamu gak tegas sama dia kan? Terus sekarang, kamu sebenar nya nganggap aku apa? Kalau cuma pelampiasan doang, aku gak mau."
"Aku pasti memberi kamu kejelasan sayang, tapi plis kasih aku waktu. Aku perlu ngurus semua nya, Riska juga masih suka datang ke kantor."
"Ya, itu karena kamu gak bisa tegas sebagai laki-laki. Jadilah laki-laki yang bertanggung jawab, jangan mau nya enak doang." Sindir Rena, dia masih ingat Roy mengatakan dia pernah berhubungan badan dengan Riska.
"Aku akui memang pernah melakukan itu dengan Riska, tapi kamu harus tau. Aku gak melanjutkan nya setelah tau dia sudah tak perawann, itu alasan nya kenapa hubungan aku dan Riska retak, hingga aku memilih putus." Jelas Roy.
"Kamu kecewa kan? Karena pernah di beri harapan, Riska pasti bilang dia masih virgin kan?" Roy menganggukan kepala nya.
"Aku juga kecewa sekarang, aku udah kotor dan kamu gak bisa tegas dalam mengambil keputusan." Rena tak tahan lagi, dia meneteskan air mata nya.
"Tolong jangan menangis sayang, tolong beri aku waktu menyelesaikan semua nya dulu, setelah itu aku janji akan datang meminang mu." Roy meraih tubuh mungil gadis nya ke dalam pelukan nya.
Sebar-bar apapun Rena, dia tetap wanita yang bisa rapuh dan membutuhkan sandaran.
"Aku berjanji demi hidup ku sayang, aku berjanji.." Ucap Roy, dia mengusap kepala belakang Rena dengan lembut.
"Kamu masih membutuhkan aku?"
"Tentu saja, aku sangat membutuhkan dirimu sayang.."
__ADS_1
"Kau membutuhkan aku, atau tubuh ku saja?" Tanya Rena menjebak.
"Bohong kalau aku tak menginginkan tubuh mu sayang, nyata nya kau sudah membuat ku kecanduan, tapi aku lebih menginginkan dirimu, aku membutuhkan dirimu."
"Baiklah jika itu yang kamu mau, aku beri kamu waktu 1 bulan. Jika lebih, maaf aku tak bisa."
"Aku berjanji semua nya akan selesai secepatnya, aku takkan pernah membiarkan mu pergi."
"Wanita perlu bukti, bukan sekedar janji." Sindir Rena lagi.
"Iya sayang, aku akan membuktikan nya." Rena membalas pelukan Roy, meski dia kesal dengan pria yang tengah memeluk nya itu, tapi rasa nyaman yang dia rasakan juga tak mampu berbohong.
....
Meninggalkan sejenak pasangan yang baru akur, kita beralih dulu ke sepasang pengantin baru yang saat ini tengah berjalan menuju peraduan mereka.
Smith gemas, karena istri nya berjalan sangat lambat karena kesusahan memakai gaun besar dan mewah nya itu, juga berat.
"Berat ih, kamu mah ngegampangin. Mana tangga nya tinggi banget lagi jarak nya." Keluh Amelia, belum lagi high heels yang sedari tadi melekat di kaki nya.
"Gendong aja deh.."
"Kenapa gak dari tadi ih," Ketus Amelia, dia sudah pegal berdiri sepanjang acara tadi, sekarang malah harus menaiki tangga dengan gaun besar dan berat.
Smith tersenyum manis, dia menggendong Amelia ala bridal style. Sesekali dia mengecupi wajah sang istri.
"Buka By, susah.." Amelia menempelkan acces card di bar yang tersedia, dan otomatis pintu itu pun terbuka.
Smith membawa istri nya ke dalam kamar tempat tidur sekaligus arena pertarungan mereka malam ini.
Amelia melongo saat melihat taburan bunga mawar di ranjang membentuk hati dan lilin-lilin yang berjejer rapih.
__ADS_1
"Kenapa By?"
"Suasana nya sweet banget Oppa, tapi ini terlalu berlebihan." Amelia menundukan kepala nya.
"Kenapa By? Apa nya yang berlebihan.."
"Ini kan bukan malam pertama kita Oppa, tapi ini di buat seolah-olah kita memang akan melakukan nya pertama kali." Jawab Amelia.
"Lho, memang nya kenapa sih By? Orang-orang kan tau nya kita memang baru pertama kali melakukan nya dan itu malam ini, sudahlah lebih baik kamu mandi dulu ya, setelah itu kita ehemm, aku merindukan lubang hangat ku." Smith mengedipkan sebelah mata nya genit, Amelia hanya tersenyum samar melihat kelakuan oppa yang kini menjadi suami nya itu.
"Bukain resleting nya dong, Oppa. Susah, tangan aku gak nyampe." Keluh Amelia, tangan nya masih berusaha menggapai resleting di punggung nya, tapi tak sampai.
Smith maju dan menurunkan resleting itu hingga menuruni punggung mulus nan putih itu.
"Aduh, gak kuat By. Cepetan, atau sekarang aja nanti mandi nya." Rengek Smith, saat melihat gadis nya membuka gaun nya.
"Nanti ya, aku mandi dulu biar wangi."
"Jangan lama ya By.." Amelia menganggukan kepala nya, lalu berjalan cepat menuju kamar mandi dan mengunci nya dari dalam, takut pria itu tak tahan dan masuk tanpa permisi seperti biasa.
Amelia menyentuh dada nya yang terasa berdebar, tiba-tiba saja dia merasa gugup. Padahal ini bukan pertama kali nya mereka akan melakukan penyatuan inti tubuh, tapi aneh nya Amelia di landa kegugupan luar biasa saat ini.
"Duhh, kok degdegan ya. Padahal kan udah sering gituan sebelum nikah juga." Rutuk Amelia, lalu gadis itu mengisi bath up dengan air hangat dan beberapa tetes aromaterapi beraroma mawar, sabun cair dan mengucek nya hingga berbusa.
.....
π»π»π»
Besok malam.pertama nya deh, tapi maaf kalo gak hotπππ
__ADS_1
vote, vote,vote yuk mumpung hari senin iniπ jangan lupa gift nya juga, bunga atau kopi ya, ditunggu biar semangat up nyaπππ