
Sore hari nya, Roy sedang bersiap-siap pulang. Karena pekerjaan sudah selesai.
Dia masuk ke dalam ruangan Smith, biasa nya pria itu akan meminta nya mengantar nya dulu, setelah itu baru dia bisa pulang.
"Selamat sore tuan.."
"Pulang duluan aja, aku ada supir. Besok mulai jemput seperti biasa, Roy." Jawab Smith datar.
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi pulang duluan."
"Ya pulang lah, jangan terlalu sering di pakai Roy kasian." Peringat Smith dengan senyuman jahil nya, membuat Roy menggaruk kepala belakang nya dengan canggung.
"Jagain Rena ya Pak Roy.."
"Baik Nona." Jawab Roy, lalu pergi dari ruangan direktur.
"Ke apotek dulu, terus beli martabak.." Gumam Roy, dia masih mengingat jelas pesanan kekasih nya.
Dia mengemudikan mobil nya ke apotik untuk membeli pil kontrasepsi terlebih dahulu. Lalu setelah nya dia membeli martabak di tempat yang terkenal martabak nya enak.
...
Tak butuh waktu lama, kini mobil Roy sudah sampai di depan kosta an Rena. Terlihat gadis itu tengah menyapu teras, dengan memakai daster selutut.
Entahlah, tapi menurut Roy melihat gadis nya memakai daster malah terlihat semakin cantik.
"Sore sayang ku.."
"Udah pulang ternyata, masuk." Jawab Rena, dia masuk duluan di susul Roy setelah membuka sepatu nya.
"Itu sepatu nya simpen di rak sepatu, nanti kehujanan kalo gak di simpen di rak." Peringat Rena, membuat Roy yang sudah melangkahkan kaki nya masuk ke dalam, kembali ke luar menyimpan sepatu nya di rak, setelah itu baru dia masuk.
"Yang, ini martabak nya. Minum dulu pil nya sebelum makan martabak." Ucap Roy, dia mengeluarkan satu bar berisi pil kontrasepsi dari saku jas nya.
Rena mengambil nya dan segera meminum nya satu butir.
"Mandi dulu sana, mau nginep lagi disini? Atau mau pulang?" Tanya Rena, dia ikut duduk di samping Roy.
"Pengen nya sih nginep lagi disini, bobo sambil meluk kamu, anget.."
"Ya terus?" Tanya Rena singkat, mulut nya sibuk mengunyah martabak itu hingga bibir nya belepotan.
"Gimana kalo kamu pindah ke apartemen aku yang?" Tanya Roy, membuat Rena tersedak.
Uhuk.. uhuk..
"Minum sayang, makanya makan tuh pelan-pelan."
"Kamu kok tiba-tiba ngajakin pindah sih, emang nya kalo aku tinggal disini kenapa?" Tanya Rena.
"Ya gapapa, cuma aku gak bisa setiap hari kesini yang. Pasti kerjaan banyak, apalagi seminggu lagi Tuan Smith kan mau menikah."
__ADS_1
"Jadi saat itu aku pasti sibuk sayang." Ucap Roy.
"Ya terus? Itu kan udah tugas kamu."
"Iya aku tau sayang, tapi aku pasti takkan bisa meluangkan waktu untuk bersama mu. Tapi, jika kamu pindah ke apartemen, kamu bisa menyambut aku sayang, memberi vitamin atau semacam nya. Aku kan kerja buat kamu." Jelas Roy panjang kali lebar.
Rena terlihat menimbang-nimbang, benar juga apa yang di katakan Roy. Lagi pun, dia pasti akan sangat merindukan sosok Roy nanti.
"Aku pikir-pikir dulu ya, mau makan sekarang?"
"Masak apa yang?"
"Semur tahu sama ayam goreng, tuh di meja." Jawab Rena, dia asik memakan martabak.
"Ambilin dong.." Pinta Roy manja.
"Iya.." Jawab Rena ketus, lalu pergi ke meja makan dan mengambilkan nasi beserta lauk buatan nya.
Setelah di rasa cukup, dia pun meletakan nya di depan Roy.
"Kelihatan nya enak banget yang,"
"Cobain aja dulu, aku yang masak kok.." Jawab Rena, dia kembali fokus memakan makanan manis yang di bawakan Roy tadi.
Roy menyuapkan sesendok nasi bersama tahu nya, dia mengunyah nya perlahan.
"Enak yang, kamu pinter masak ternyata. Aku bisa gendut kalau kamu tinggal di apartemen aku, di masakin enak terus." Rena hanya tersenyum menanggapi ocehan kekasih nya.
"Udah tadi, sekarang mah belom."
"Ayo aku suapin, biar romantis." Ucap Roy, Rena pun menganggukan kepala nya. Akhirnya dia makan di suapi Roy.
Setelah selesai makan, Roy mandi dan Rena menyetrika kaos oversize milik nya. Sudah pasti pria itu tak membawa pakaian ganti.
Tak lama, Roy datang dengan handuk yang melilit di pinggang nya juga rambut yang basah, bulir-bulir air menetes dari rambut nya, menuruni leher, perut hingga hilang menyerap ke dalam handuk.
Melihat itu, entah kenapa Rena beberapa kali menelan ludah nya. Dia merasa tergoda bahkan hanya karena melihat air menetes di tubuh atletis kekasih nya.
"Kenapa yang? Ngelihatin aku segitu nya, mana kaos nya?" Rena tersadar, dia malah memandang pria itu tanpa berkedip.
"E-eh ini.." Rena mengulurkan pakaian milik nya, meski bergambar kartun lucu, tapi daripada masuk angin karena tak memakai pakaian, tak apalah.
"Gak ada yang lain? Gambar nya membuat aku merasa seperti banci."
"Hahaha, hanya gambar saja takkan membuat mu terlihat seperti banci. Kamu lucu kok, ayolah pakai, jangan menodai mata ku dengan bertelanjangg dada di hadapan ku." Gerutu Rena, dia juga terus saja merutuki mata nya yang tak singkron dengan otak.
"Menodai apanya? Kamu bahkan sudah melihat semua nya sayang, termasuk ular kobra ku yang bisa menyembur."
"Hiss, cepatlah pergi dan pakai baju mu." Usir Rena dengan ketus.
Roy terkekeh geli, lalu masuk ke dalam kamar gadis nya. Sedangkan gadis itu membereskan sampah bekas kotak martabak dan mencuci piring bekas mereka makan.
__ADS_1
Roy keluar dengan memakai kaos oversize milik Rena, tapi kebawah nya dia hanya memakai celana boxer saja, membuat nya terlihat sexy.
Rena mendelik saat pria itu malah mendudukan tubuh nya di samping dirinya, membuat nya merinding, apalagi bau tubuh pria itu yang menguar setelah mandi.
Dia bangkit dan pergi ke kamar, mengambil selimut dan membawa nya keluar.
Dia menyelimutkan selimut itu di kaki pria itu agar tak semakin jauh menodai mata nya.
"Dingin, jadi pake selimut.."
"Selimutan berdua biar hangat, mau?" Tanya Roy dengan senyuman jahil nya, membuat gadis itu refleks memukul lengan pria itu, hingga meringis.
"Tangan mu kecil tapi pas nabok kok sakit ya.."
"Bisa gak sih gak bikin kesel terus? Punya pacar kok modelan gini sih, nyebelin banget."
"Ya maaf sayang, jangan ngambek dong. Sini tiduran disini.." Roy menepuk paha nya, menyuruh gadis nya berbaring.
Tapi gadis itu menggeleng dan malah masuk ke dalam pelukan pria itu. Terasa hangat dan nyaman.
"Sayang, mau tidur sekarang?"
"Enggak, belum ngantuk. Lagi pun drama nya baru di mulai, masih sore kok." Tolak Rena lirih, dia sibuk menonton drama korea kesukaan nya.
"Yaudah deh.."
"Aku tau niat mesum mu itu, jadi hentikan lah. Aku takkan pernah memberikan nya lagi."
"Sayang.."
"Jangan merengek, berisik."
"Ayolah, aku gak bakalan semangat kalo gak di kasih jatah."
"Diam lah.."
"Sayang.."
"Iya, nanti di kasih. Tapi biarkan aku nonton drama dulu, jangan ganggu."
"Oke sayang, makasih. Kamu di atas ya?"
"Iya.."
....
🌻🌻🌻
Elahh, bisa aja ngebujuk nya🤭🤭 Rena juga, pura-pura jual mahal, padahal dari tadi udah ngiler tuh😂😂
Jangan lupa hadiah nya ya, bunga sama kopi🤭 happy reading❤️
__ADS_1