OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Rena Hamil


__ADS_3

"Tapi apa dok?" Tanya Roy lagi, apalagi melihat senyum mencurigakan yang tersungging di kedua sudut bibir dokter itu.


"Kandungan Nona Rena lemah, tuan Roy.."


"Ma-maksud dokter apa?"


"Apa tuan tidak tau kalau Nona Rena sedang mengandung?" Tanya Dokter itu.


Duarr...


Kedua mata Roy membulat sempurna, hamil? Bukan kah Rena selalu meminum pil kontrasepsi untuk menghindari kehamilan? Tapi, apa ini? Kenapa bisa dia kecolongan.


"Rena Hamil dok?"


"Iya tuan, kehamilan nya memasuki minggu ke delapan berarti sekitar dua bulanan. Untuk lebih jelas nya, silahkan periksa ke poli kandungan di rumah sakit tuan." Jelas dokter itu.


"T-tapi Rena selalu meminum pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, dok. Kenapa bisa kebobolan?" Tanya Roy.


"Bisa saja Nona Rena lupa tak meminum nya tuan, semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk kehamilan, pil kontrasepsi hanya upaya menunda kehamilan, bukan berarti tak bisa hamil." Jelas dokter lagi, membuat Roy yakin kalau Rena memang lupa meminum pil itu.


"Baiklah kalau begitu dok.."


"Saya sarankan Nona Rena beristirahat dulu, minimal 3 hari atau maksimal satu minggu. Karena kehamilan nya masih usia dini, masih rentan untuk keguguran."


"Nona Rena juga kekurangan cairan, apa dia muntah-muntah tadi pagi?"


"S-saya kurang tau dok, karena tadi saya berangkat duluan." Jawab Roy.


"Tak apa, saya meresepkan vitamin dan antibiotik untuk Nona Rena. Untuk saat ini jangan biarkan dia kelelahan ya tuan, saya permisi."


"Terimakasih dok.."


"Sama-sama."


Setelah dokter itu pergi, Roy menarik kursi plastik ke samping brankar tempat kekasih nya terbaring dengan jarum infus di punggung tangan nya.


Wajah nya nampak pucat dengan mata yang tertutup rapat.


"Sayang, bangunlah.." Roy mengusap pelan perut rata sang kekasih.


"Apa kamu tau kamu hamil sayang? Aku akan sangat marah jika kamu tau tapi tak memberitahu ku,"


Roy bahagia setelah mendengar kalau Rena hamil, tapi bagaimana dengan status nya? Lagi pun masalah nya dengan Riska belum selesai.


Roy merogoh ponsel di saku celana bahan nya dan menelpon Barry.


"Hallo, Bar. Aku butuh bantuan mu.."

__ADS_1


"Bantuan apa tuan? Saya selalu siap." jawab Barry, anak buah Smith memang sangat dapat di andalkan.


"Tangkap wanita yang bernama Riska Audia dan bawa ke tempat biasa, aku akan mengirimkan foto nya via chat."


"Baik tuan, saya tunggu."


Roy mematikan sambungan telepon nya sepihak, dia kembali fokus dengan keadaan sang kekasih.


"Yang, bangun.."


"Maaf sudah membuatmu mengandung terlalu cepat, bahkan kejelasan yang kamu minta belum bisa aku kabulkan. Maafkan aku yang.."


Roy bukan menyesal karena tau Rena hamil, tapi yang dia sesalkan adalah belum bisa memenuhi permintaan Rena untuk segera meresmikan hubungan mereka yang belum jelas. Hanya pacaran, tapi sudah kelewat batas hingga sering menyatu padahal status nya belum resmi.


Tanpa terasa, bulir bening jatuh meluncur begitu saja dari kedua mata Roy. Entah kenapa dia benar-benar tak bisa tegas pada Riska hingga membuat Rena menjadi korban nya.


Roy masih bersyukur karena janin dalam kandungan Rena tak apa-apa, kalau saja terjadi sesuatu pada anak nya dia takkan memaafkan wanita itu.


....


Rena masih tak sadarkan diri, membuat Roy panik karena sudah empat jam lebih Rena terbaring di brankar ruang UKS kantor.


Pintu terbuka, menampilkan wajah datar Smith yang ikut cemas dengan keadaan sahabat dari istri nya itu.


"Bagaimana Roy?"


"Bawa ke rumah sakit, kata dokter UKS dia memang nya kenapa?" Tanya Smith lagi.


"Emmmm.. Re-rena Ha-mil tuan.."


"Whatt?" Smith memekik saat mendengar jawaban asisten nya itu.


"Re-rena hamil dua bulan tuan.." Jawab Roy lagi dengan kepala tertunduk.


"Bangsaat kau Roy," Smith menggeplak kepala Roy hingga membuat sang asisten meringis kesakitan.


"Bagaimana bisa kau buat Rena hamil sedangkan kejelasan yang dia pinta saja kau tak bisa memberikan nya hah? Pria macam apa kau ini, aku bilang juga apa. Tegas jadi laki,"


"Sa-ya tak tau tuan, selama ini yang saya tau dia selalu meminum pil kontrasepsi yang saya belikan." Ucap Roy pelan, takut saja kalau pria di depan nya kembali menggeplak nya.


"Bisa saja dia lupa, bawa dia ke rumah sakit. Jujur, aku kecewa dan marah padamu Roy. Jadi laki harus kuat jangan lembek kayak pangsit."


"Baik tuan, tapi tuan pulang nanti dengan siapa?"


"Jangan pikirkan aku, pikirkan saja keadaan pacar dan anak mu itu. Pergi sana." Usir Smith, dia begitu geram dengan kelakuan Roy.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Roy menggendong tubuh lemas sang kekasih dan membawa nya ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


"Asisten sialan, aku tak menyangka pria itu bisa membuat anak gadis orang bunting." Smith menggelengkan kepala nya.


Kelakuan nya sendiri memang tak jauh berbeda dengan Roy, dia juga merusak anak gadis orang, tapi bedanya Amel tak sampai hamil hingga sekarang. Apalagi dengan vonis susah hamil dari dokter, jujur saja dia sangat menginginkan seorang anak dari pernikahan nya.


Tapi dia juga tak bisa memaksakan kehendak nya, yang bisa dia lakukan sekarang hanya berjuang untuk mengobati sang istri hingga sembuh total, berusaha semaksimal mungkin.


...


Roy kembali menggendong tubuh lemas sang kekasih dan membawa nya ke ruangan IGD.


"Sus, tolong istri saya."


"Baik tuan, silahkan tunggu sebentar." Suster itu mendorong brankar dan membawa nya masuk ke ruangan, meninggalkan Roy dengan keadaan yang berantakan. Rambut kelimis nya acak-acakan, kemeja nya kusut, jas nya entah kemana, belum lagi wajah nya yang tampak selalu khawatir dengan keringat yang membanjiri wajah tampan nya.


"Sayang, semoga kamu segera bangun.." Gumam Roy, pria itu mendudukan tubuh nya di kursi tunggu.


"Apa aku harus menghubungi Nona Amel ya? Tidak, tidak. Ini masalah yang aku buat sendiri, Nona muda itu pasti marah besar padaku kalau tau Rena hamil duluan."


"Lalu aku harus bagaimana?" Gumam Roy, jujur saja dia sangat bingung. Belum lagi tuan muda nya malah ikut marah karena masalah ini, bukan nya memberi solusi.


Tak lama, pintu ruangan IGD terbuka dan suster tadi keluar.


"Nona sudah sadar dan dia menanyakan anda Tuan, silahkan masuk."


Mendengar itu, wajah Roy seketika memucat. Apa yang akan dia katakan saat bertemu Rena nanti, bagaimana ekspresi Rena saat tau dia hamil? Membayangkan nya saja Roy tak mampu, dia terlalu takut untuk menghadapi kemarahan Rena.


Dia dengan jelas tau, Rena tak menginginkan hal ini terjadi. Dia tak mau sampai hamil sebelum status nya jelas, tapi sekarang apa yang terjadi, gadis itu benar-benar hamil meski dia tau bapak dari janin itu siapa, tapi tetap saja dia akan menanggung malu.


....


🌻🌻🌻


Makan tuh Roy, rumit kan?🤭🤭



Abang Roy lagi mikir, dia takut kena amuk readers🤣🤣


hari senin ini, vote nya jangan lupa😘


Oh yah, author cuma mau bilang. Tolong jangan menuntut untuk author up banyak dalam waktu berdekatan, author juga manusia biasa dan seorang ibu rumah tangga yang punya kesibukan di dunia nyata.


Jadi tolong ya, kalau waktunya memungkinkan aku juga bakal up, tanggung jawab sama karya yang udah aku buat, tolong ya sekali lagi jangan menuntut, terimakasih😊


Author mau bawa karya temen author, mampir juga ya😊🙏


__ADS_1


__ADS_2