OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Mulai Promil


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka pun pulang ke mansion besar keluarga Alexander. Appa dan bibi Rose tak mengizinkan mereka untuk tinggal di apartemen, jadi mereka memilih menurut saja dan tinggal di mansion.


Mereka masih ingat betul, bagaimana bibi Rose marah-marah saat mereka pamit akan pulang ke apartemen.


"Mau kemana kalian?"


"Pulang ke apartemen bi, kami mau tinggal disana saja, agar lebih mandiri."


"Gak boleh, tinggal saja disini. Rumah ini luas, muat untuk kalian. Jadi tak perlu tinggal di rumah lain,"


"Tapi Bi, kami ingin mandiri."


"Mandiri apanya? Disaini kalian juga bisa mandiri, buat apapun yang kalian mau asalkan jangan pindah dari sini." Kekeh bibi Rose.


Tak lama Appa juga datang dan melarang kepergian mereka.


"Sudahlah Smith, tinggal saja disini. Ini rumah mu, biasakan istri mu tinggal bersama kita. Agar rumah ini ramai, selama ini Appa kesepian."


Mendengar itu membuat Amelia tersentuh dan akhirnya mereka tak jadi pergi, hingga saat ini mereka masih tinggal di mansion.


"Baby, kok melamun.."


"Ehh, enggak kok.."


"Jangan kebiasaan melamun sayang,"


"Iya Oppa.."


"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?"


"Tidak Oppa, hanya kepikiran mamak sama bapak aja di kampung." Memang setelah 4 hari pernikahan Smith dan Amelia di gelar dengan megah dan disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi, mereka memutuskan pulang dengan alasan sawah mereka belum di garap.


"Mereka pasti baik-baik saja By, nanti setelah kita pulang dari Korea, bawa saja mereka untuk tinggal bersama disini."


"Rasanya mereka gak bakalan mau Oppa.." Keluh Amelia.


"Belum di coba sayang, udah ya.. Jangan di pikirin terus,"


"Iya Oppa, gimana kerjaan kantor?"


"Ada Roy yang handle, hanya beberapa berkas yang tersisa. Keburu kepala ku sakit tadi." Jawab Smith.


"By.."


"Iya Oppa, kenapa?"


"Udah lama gak maen di sana.." Tunjuk Smith pada dada sang istri, buah yang ranum nampak mengembang saat ini.


"Salah Oppa sendiri, kenapa gak di maenin? Kalau lagi manja-manjaan pasti maenin nya yang lain.."


"Nanti malem pengen, boleh?"

__ADS_1


"Boleh dong." Jawab Amelia dengan senyuman nya.


...


Mobil yang di kendarai Smith berhenti tepat di halaman mansion, sepasang suami istri itu keluar dari mobil, tentu nya setelah Smith membukakan pintu mobil nya untuk sang istri.


Smith melempar kunci mobil nya pada satpam yang berjaga, sudah kebiasaan bagi Smith seperti itu, sudah tak heran lagi dan mereka akan memasukan mobil itu ke garasi.


"Darimana saja? Pulang sore begini.."


"Yah bibi, kerja dong." Jawab Smith santai.


"Tadi kata Roy kamu pergi.."


"Ahh iya Bi, tadi jemput Amel."


"Alasan, bilang aja kencan.." Smith menggaruk tengkuk nya, terlihat salah tingkah.


"Makan dulu sana, kapan mau berangkat ke korea?" Tanya bibi Rose.


"Barry lagi ngurus paspor buat Amel bi, lusa baru berangkat. Masih ada beberapa kerjaan yang harus di selesaikan dulu, kita gak tau di korea berapa lama, yang jelas sampe Amel sembuh."


"Iya, kesembuhan Amel yang utama Smith. Semoga cepat ada kabar baik ya.." Bibi Rose mengusap kepala sang menantu, dia sangat menyayangi Amelia seperti anak nya sendiri.


"Bi, pengen sayur toge." Celetuk Amelia tiba-tiba, membuat Smith dan bibi Rose mengerutkan dahi nya.


"Dari sekian banyak nya sayuran, kenapa harus toge By?" Tanya Smith.


"Katanya toge bagus buat promil, bikin subur gitu. Coba aja dulu."


"Yang bikin subur itu bukan toge By, tapi makanan sehat dan gaya hidup sehat." Ucap Smith.


"Gak ada salah nya di coba dong Oppa.."


"Terserah kamu aja Baby, jangan memaksakan diri. Aku gak ngebet kok, kita berobat dulu ya." Smith mengusap puncak kepala sang istri.


"Kalian bau matahari, mandi dulu sana. Terus bantuin bibi masak buat makan malam."


"Iya Bi, Amel mandi dulu.." Smith dan Amelia pun pergi ke kamar mereka, tentu nya dengan tangan yang saling bertaut.


....


Bukan nya mandi, Smith malah rebahan di kasur tanpa membuka setelan kerja nya.


"Oppa, mandi dulu. Banyak virus nanti, setidak nya ganti dulu baju nya."


"Males By, capek nih lemes." Jawab Smith.


"Mau aku pijit?"


"Pengen ada plus-plus nya By.." Smith menyeringai saat mengatakan keinginan nya.

__ADS_1


"Bayar dulu.." Amelia menengadahkan tangan nya ke arah sang suami.


Smith merogoh dompet tebal nya dari dalam saku jas nya, mencabut salah satu kartu yang berderet rapi hingga memenuhi ruang keseluruhan dompet itu.


"Ini By, aku kasih yang hitam."


"Aku udah punya yang kayak gini, dari kamu juga. Pengen yang lain, warna nya jelek." Ucap Amelia, lalu mengembalikan black card ke tangan suami nya.


"Pengen yang mana dong?"


"Gold aja deh.."


"Nih.." Smith kembali memberikan kartu berwarna gold pada sang istri.


"Terimakasih suami, ini aku kembalikan." Amelia mengembalikan sebuah kartu berwarna hitam yang selama ini dia pegang.


"Lho kok ini di balikin by?"


"Aku udah punya yang ini, aku gak suka warna nya meski kartu itu tanpa limit sedikit pun." mendengar jawaban sang istri, Smith membulatkan mata nya. Padahal saldo di black card dan gold card, lebih banyak yang hitam kan?


Tapi ini, Amelia mengembalikan kartu itu hanya karena tak menyukai warna nya? Ada-ada saja kelakuan Amelia.


"Ada ya wanita kayak kamu.." Smith mengacak rambut Amelia karena gemas.


"Besok aku mau belanja sama bibi Rose, boleh?"


"Pergi saja sayang, tapi anak buah ku akan mengawasi mu."


"Aku kan bukan presiden yang memerlukan pengamanan atau pengawalan."


"Tapi kamu istri dari seorang Smith Alexander, Baby.."


"Baiklah, terserah Oppa saja."


"Pijit By, pegel banget." Amelia menurut dan memijit punggung sang suami.


....


"Udah belom?" Tanya Amelia, sudah lebih dari setengah jam dia memijit punggung Smith, tapi pria itu belum memberhentikan.


"Yaudah, pijit yang bawah juga." Pinta Smith.


"Haduh.." Amelia mengeluh, tangan nya pegal tapi Smith masih meminta nya memijit bagian bawah nya.


Dan ya akhirnya kalau sudah begini pasti di akhiri dengan adegan panas yang membuat hasrat kedua nya terbakar, dan melampiaskan nya dengan cara yang paling nikmat.


Hingga bisa membuat Amelia jerat jerit tak karuan karena sentuhan sang suami yang selalu bisa membuat nya tak berdaya.


...


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป

__ADS_1



mon maaf baru up๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2