
Smith mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang, tapi dari pembicaraan nya jelas ini adalah hukuman tentang gadis yang berani menampar gadis nya.
"Kau dimana? Ke kantor ku sekarang, aku punya mangsa bagus untukmu." ucap Smith dengan seringai nya.
Gadis itu menelan ludah nya dengan susah payah, begitu juga dengan ke empat gadis yang lain nya. Wajah mereka berubah menjadi pucat pasi.
"Giliran lubang aja cepet, sekarang kesini keburu basi." Ucap Smith lagi, setelah itu memasukan kembali ponsel nya.
"Tunggu 5 menit dan akan ku pastikan kau di gilir bergantian."
"Tuan, tolong saya tak mau kehilangan keperawanan saya."
"Bagaimana kalau dengan Roy?" Tanya Smith membuat Roy mendelik.
Gadis itu melirik Roy sekejap dan sedikit tersenyum, seperti nya dia mau jika dengan Asisten Roy.
"Saya mau tuan.."
"Saya yang tak mau tuan, ogah, jijik." Roy akhirnya mengeluarkan suara nya.
"Dia kan masih gadis, kau kan belum pernah merasakan lubang sempit."
"Iya saya masih perjaka tulen, tapi saya tak mau melakukan nya dengan gadis pembully seperti dia. Maaf saya tak berminat, bernafsu pun tidak." Ucap Roy, dia memalingkan wajah nya ke samping.
"Hahahaa,, kau dengar gadis licik? Bahkan asisten ku saja tak mau dengan mu,"
Tak lama terdengar bunyi pintu terbuka menampilkan sosok pria tegap dengan otot-otot yang menonjol. Wajah nya terlihat menyeramkan dengan brewok dan bibir yang tebal.
"Akhirnya kau datang juga." Sambut Smith.
"Saya pasti datang tuan, tentu saja."
"Yang di depan yang rambutnya pink, hajar dia bergantian. Besok pagi aku tunggu dia kembali kemari, kau sanggup?" Tanya Smith pada pria itu.
Pria itu tersenyum nakal saat menatap gadis itu yang terlihat ketakutan.
"Sanggup tuan, saya akan mengajak dua teman saya."
"Pergilah bawa dia, kehadiran nya membuat aku muak." Perintah Smith. Pria itu menarik tangan gadis itu dengan kuat, meski sempat meronta tapi tenaga nya yang kecil tak mampu melepaskan nya dari cengkraman tangan pria itu.
"Selamat bersenang-senang." Ucap Smith sebelum pria itu pergi membawa gadis itu.
"Sekarang tinggal kalian berempat.."
"Minta maaf pada gadis ku dan lembur selama satu minggu full, setelah itu kalian di pecat." Ucap Smith, dia memberikan hukuman yang sedikit ringan karena mereka hanya ikut-ikutan saja.
Klek..
Amelia keluar dengan rambut basah dengan pakaian berkelas hasil pilihan Nissa, sekretaris Smith. Selera nya dalam fashion tak perlu di ragukan lagi.
Amelia melongo saat melihat ke empat gadis yang tadi terlihat seperti malaikat pencabut nyawa, kini tak lebih dari seekor itik yang ketakutan karena pemburu.
"Cantik sekali, kemari sayang.." Amelia berjalan pelan ke arah Smith, dengan cepat pria itu merangkul pundak Amelia dengan mesra.
"Minta maaf sekarang." Tegas Smith.
"Maafkan kami Amelia, sungguh kami tak ada maksud seperti ini. Kami hanya terpengaruh oleh ucapan yang meyakinkan dari Nadia."
"Nona muda, jangan sebut nama nya. Itu kesalahan fatal." Ralat Roy dengan suara datar nya.
__ADS_1
"Maafkan kami Nona muda.."
"Sudahlah tak apa-apa aku sudah memaafkan kalian." Jawab Amelia, Smith tersenyum penuh arti. Hati gadis nya memang baik, suci seperti embun pagi.
"Kemana Nadia?" Tanya Amelia, dia tak melihat sosok gadis berambut pink itu.
"Dia sedang menjalani hukuman dari ku sayang," Amelia manggut-manggut.
"Pergi, segera lakukan pekerjaan kalian. Ingat, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kalau sampai terjadi lagi, aku pastikan kepala kalian aku tebas lalu ku buang ke tempat sampah." Ancam Smith.
Ke empat gadis itu pergi dengan cepat dari ruangan Direktur dengan perasaan sedikit lega.
"Saya juga pamit tuan, ada beberapa file penting yang harus saya pelajari." Smith menganggukan kepala nya. Setelah pria itu pergi, Smith memeluk tubuh mungil gadis nya dengan erat.
"Kenapa tuan?"
"Aku minta maaf sayang.." Jawab Smith lirih.
"Untuk?"
"Karena gagal menjaga dirimu, aku pria yang tak bisa di andalkan saat di perlukan."
"Tak usah meminta maaf tuan, tuan tak pernah bersalah apapun pada saya." Amelia mengelus kepala belakang Smith dengan lembut.
"Apa ada yang sakit?"
"Hanya lutut saja ngilu dan sudut bibir yang sakit jika aku bicara." Jawab Amelia pelan.
Smith melepaskan dekapan nya, dia membingkai wajah cantik gadis nya dengan kedua tangan.
"Sayang, kamu bersedia menunggu ku sedikit lagi? Aku ingin membereskan masalah ku dengan Marissa, agar bisa fokus pada mu saja."
"Aku tak pernah menyesali keputusan ku, jadi tunggu lah aku sayang."
"Baik, saya akan menunggu." Jawab Amelia, dia tersenyum manis sebelum meringis karena luka di sudut bibirnya kembali berdarah.
Smith menarik tangan gadis nya ke sofa dan mendudukan nya di pangkuan nya, dia meraih kotak P3K dan mengobati luka gadis nya.
"Sampai memar gini, kejam sekali. Aku takkan memaafkan wanita sialan itu." Gumam Smith sambil mengobati luka gadis nya.
"Hanya luka kecil tuan, saya tak apa-apa."
"Tak apa-apa kau bilang? Kau hampir saja membuat aku mati berdiri." Amelia tersenyum, dia tau pria itu khawatir. Tapi menurut nya ke khawatiran itu berlebihan, dia hanya luka sedikit.
"Istirahat saja, jangan bekerja lagi."
"T-tapi.."
"Sekali saja jangan membantah bisa tidak hmm? Jadilah gadis yang penurut."
"Huhhh, baiklah oppa tampan."
"Aku memang tampan, kamu saja yang baru sadar." Bangga Smith. Dia merebahkan tubuh gadis nya di sofa, mengecup kening nya singkat lalu kembali ke meja kebesaran nya.
....
"Lepaskan aku sialan.." Pekik Nadia saat ketiga pria itu mengikat nya di ranjang.
"Heh, kau yang sialan. Aku hanya menjalankan tugas dari tuan muda, itu karena kesalahan mu sendiri. Berani sekali kau berurusan dengan tuan muda, kau seperti nya sudah bosan hidup ya."
__ADS_1
"Mana gua tau kalau tuh cewek pacar nya pak direktur." Jawab Nadia, tangan dan kaki sudah terikat rapi.
Pakaian nya juga sudah teronggok mengenaskan di lantai.
"Tolong, sedikit berbelas kasihan lah padaku tuan."
"Lah tadi songong banget sekarang minta tolong, gak salah neng?" Sindir pria yang satu nya lagi.
Nadia mulai ketakutan saat pria itu mulai merangkak menaiki tubuh nya.
"Aku yang pertama, tunggu aja di sofa dulu." Kedua pria itu pun menurut dan duduk di sofa.
Pria itu memulai dengan melahap gunung kembar ranum yang masih kencang, terlihat sekali kalau tubuh itu belum pernah terjamah.
"Lepaskan sialan.." Pekik Nadia, dia terus meronta meski sebenarnya dia tak bisa karena tali yang mengikat nya sangat kuat.
"Nikmati saja, percuma kamu teriak-teriak gak bakal ada yang nolongin juga." Cetus pria yang tengah duduk santai di sofa dengan memainkan ponsel nya.
Pria itu kembali menggerayangi tubuh polos Nadia, dia memberikan sedikit sentuhan di area inti sang gadis membuat Nadia menegang, tubuh nya terasa seperti tersengat listrik.
"Emmmhhhh.." Lenguh Nadia tanpa sadar saat lidah pria itu tengah mengorek inti nya dengan sapuan lembut tapi penuh nafsuu.
"Jangan kelamaan, udah gak nahan nih.." Celetuk pria yang sedari tadi mengelus senjata nya yang sudah menegang.
Pria itu mengerti dan segera melancarkan aksi nya, dia membasahi ujung senjata nya dengan air ludah sebagai pelumaas.
"Aakhhhh sakitt begoo.." Teriak Nadia, darah segar mengalir ke seprai putih itu.
Pria itu tersenyum saat merasakan milik nya di jepit kuat oleh milik gadis itu yang masih sangat sempit karena ini yang pertama kali nya.
"Sempitt sekali babe, ohhh.." Racau pria itu, dia mulai bergerak pelan. Nadia meringis pelan, air mata nya mengalir membasahi pipi mulus nya.
Dia terpaksa harus merelakan mahkota nya di renggut oleh pria suruhan pria yang selalu dia sebut dalam doa, hanya karena rasa iri pada Amelia membuat Nadia kalap dan berbuat gegabah.
"Tuan tolong, jangan biarkan saya di gilir. Tuan saja.." Pinta Nadia lirih.
"Aku mungkin akan menghajar mu semalaman."
"Tak masalah, saya hanya tak ingin tubuh saya semakin kotor karena banyak pria yang memasuki saya."
"Oke tak masalah.." Jawab pria itu ,dia bergerak cepat mengeluar masukan senjata nya di milik gadis cantik itu.
"Kalian berdua cari saja wanita lain, aku yang bayar semua nya."
"Apa? Sialan kau, setelah membuat kita panas seenaknya mengusir kami begitu?"
"Cepatlah, ini perintah.."
"Awas kau ya, ku adukan kau pada tuan Smith."
"Ckkk pengadu." Cibir pria itu.
....
🌻🌻🌻
Hukuman nya gimana? Cocok belom sih?😪
jangan lupa tinggalkan jejak nya, happy reading ❤️
__ADS_1