
Smith masih menatap datar wanita yang berdiri di depan nya tanpa berniat menerima uluran tangan nya.
"Kau tak menerima ucapan selamat ku, Smith?"
"Katakan, mau apa kau kesini? Mau mengacaukan pesta ku hah?" Tanya Smith, tatapan nya tajam menusuk, ekspresi nya juga tak menunjukan sedikit pun keramahan pada sosok wanita yang teramat dia benci.
"Aku tak punya niat atau maksud apapun, aku kesini hanya ingin mengucapkan selamat untuk pernikahan kalian, itu saja tak lebih." Jawab Marissa. Ya wanita itu adalah Marissa, siapa lagi wanita yang Smith benci kecuali Marissa.
"Aku tau akal bulus mu Marissa, kau wanita licik, pasti mempunyai maksud terselubung dengan datang kemari." Tegas Smith kekeuh menuduh Marissa.
"Demi apapun Smith, aku tak berniat apapun. Sungguh, aku sudah mengikhlaskan semua nya, mungkin memang kita tak di takdirkan berjodoh."
"Mungkin sekarang sudah sangat terlambat untuk aku menyesali semua perbuatan ku, penghianatan ku padamu memang tak termaafkan, tapi jujur saja, aku menyesali semua nya saat sadar dirimu bukan lagi milik ku." Jelas Marissa, mata nya memancarkan ketulusan.
"Bagaimana wanita ular seperti mu bisa berubah secepat itu hmm? Aku takkan percaya begitu saja!" Jawab Smith tegas.
"Terserah kau saja, aku tidak berniat bertengkar dengan mu di pesta pernikahan mu sendiri, apalagi mengacaukan pesta mewah ini." Marissa menggeser tubuh nya ke arah pengantin perempuan yang sedari tadi diam mendengarkan tanpa berniat menyela.
"Hai Mel, selamat untuk pernikahan mu. Selamat karena sudah bisa meluluhkan hati sekeras batu pria ini, selamat juga karena kau berhasil menyembuhkan luka batin Smith yang terluka karena kesalahan dan kebodohan ku."
"Huhh, andai saja ada kesempatan kedua, aku pasti takkan menyia-nyiakan nya." Marissa mengulurkan tangan nya ke hadapan Amelia.
Dengan senyum manis nya, Amelia menerima uluran tangan itu.
"Kalau Nona berniat benar dalam menjalin sebuah hubungan, Nona takkan pernah berbuat kesalahan dan setelah nya mengharap kesempatan kedua."
"Perlu nona tau, penghianatan adalah sesuatu kesalahan yang sangat fatal. Lagi pun, sekarang Smith adalah suami ku, aku berhak mempertahankan posisi ku di samping nya sebagai istri sah." Tegas Amelia, membuat Marissa tersenyum kecut, seperti nya dia lupa siapa wanita yang berdiri di depan nya dengan gaun mewah itu adalah istri sah Smith Alexander sekarang.
"Ouh ya, terimakasih sudah datang di pernikahan kami. Semoga Nona cepat menyusul dan mendapatkan tambatan hati Nona, mungkin jika nona sudah mendapat pengganti Suami saya, Nona akan berhenti gatal dengan suami orang lain." Sindir Amelia saat melihat Marissa curi-curi pandang pada suami nya, tapi suami nya nampak sangat tidak peduli.
"Semoga saja, saya permisi.." Marissa menarik tangan nya dan turun dari pelaminan. Hati nya terasa sakit saat sadar posisi nya telah tergantikan oleh wanita lain.
__ADS_1
"Semoga selalu bahagia Smith, aku menyesal sudah menyakiti mu karena kebodohan dan nafsuu sesaat membuat aku kehilangan dirimu." Gumam Marissa, dia berbalik dan menatap Smith yang terus menyunggingkan senyuman kebahagiaan nya saat menyambut tamu.
"Kita tak di takdirkan berjodoh di kehidupan ini, mungkin saja kita berjodoh di kehidupan lain, aku pergi Smith. Terimakasih, kau pria yang terbaik, hanya saja aku yang bodoh dan menyia-nyiakan mu." Marissa pergi dari gedung pesta mewah itu dengan air mata yang menggenang di ujung mata nya, mau bagaimana pun dia dan Smith pernah terlibat masalah hati.
Tapi itu dulu, sebelum dia buta dan memilih menjelajah nafsuu nya dengan pria lain yang tak lebih dari sekedar pria brengseek yang memanfaatkan dirinya.
Kini dia menyesal, tapi mau menyesal seperti apapun sekarang tak berguna lagi, pria itu sudah menjadi milik wanita lain.
...
Di ruangan makan, Rena tengah melahap bakso pedas dengan lahap, entahlah selera makan nya selalu bertambah berkali-kali lipat jika dia sedang marah atau kesal. Dan ya, Roy membuat gadis itu kesal.
"Yang.." Panggil pria itu yang baru datang setelah Rena pergi meninggalkan nya tanpa bicara sepatah kata pun.
"Hemm.." Rena hanya berdehem sebagai jawaban.
"Kamu kenapa? Itu makan bakso sampe merah gitu kuah nya, gak pedes gitu?" Tanya Roy, dia mendudukan diri nya di samping Rena yang sibuk mengunyah bakso tanpa melirik sedikit pun ke arah pria yang sedang menatap nya dengan tatapan heran.
"Kenapa ay?" Tanya Roy. Rena mendelik sebal ke arah Roy, dia pikir pria itu peka dan tau kalau dia tengah kesal setengah mati, rupanya tidak! menyebalkan memang.
"Pikir aja sendiri." Jawab Rena ketus dan melanjutkan makan bakso dengan kuah merah nya.
"Apa aku punya salah Ay?"
"Pikir aja sendiri."
"Aku gak tau salah ku dimana?" Lagi, Rena mendelik sebal ke arah pria dengan wajah yang terlihat tak memiliki kesalahan sedikit pun. Watados!
"Pikir aja sendiri, bener kata Amel kamu hanya tau masalah ranjang aja, selain itu blank. Kayak otak nya ke cuci bersih di rendam detergen." Sindir Rena.
"Ay, aku mana tau kesalahan aku dimana. Perasaan aku gak ada salah apa-apa." Jawab Roy.
__ADS_1
"Iya kah? Berasa gak punya salah ya, yaudah pergi sana jangan buat mood aku anjlok lagi. Aku mual lihat wajah tak berdosa mu itu."
Roy menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sebenarnya ada apa dengan kekasih nya? Dimana letak kesalahan nya pun dia tak tau.
"Ay.."
"Pergi sana, jangan ganggu aku." Ketus Rena.
"Ay.."
"Berisik.." Rena bangkit dari duduk nya dan pergi dari meja itu dengan membawa mangkuk yang berisi bakso.
"Haduh, dasar betina. Salah aku dimana coba?" Roy menggelengkan kepala nya, dia bukan cenayang yang tau apa masalah yang membuat mood wanita menjadi buruk.
Roy mencoba menyusul gadis nya, tapi terlambat entah kemana Rena pergi, dia tak terlihat di deretan meja-meja perasmanan.
"Perasaan kaki nya kecil, tapi napa jalan nya cepet banget.." Gerutu Roy, dia celingukan mencari keberadaan sang pujaan hati yang tiba-tiba saja menghilang.
Di luar, Rena sedang duduk di bangku taman dengan memangku mangkuk berisi bakso. Tatapan mata nya lurus ke depan, pertanyaan yang terlontar dari mulut sahabat nya terasa menyesakan dada, apalagi saat pria itu juga tak bisa menjawab nya.
"Apa dia benar-benar tak memiliki niatan untuk menikahi aku?"
"Lalu bagaimana nasib ku, masa depan ku hancur karena dia, apa ada yang mau menikah dengan gadis yang sudah tak memiliki mahkota berharga? Apa ada pria yang mau menerima aku apa adanya, tanpa melihat kekurangan ku? Seperti nya takkan ada." Gumam Rena, selera makan nya tiba-tiba saja hilang, dia hanya mengaduk-aduk kuah bakso nya.
....
🌻🌻🌻
Tegas dikit napa bang jadi laki, kasian Rena nya tuh😞
Masih ada yang nungguin gak? Jangan lupa hadiah dan vote nya ya, jangan unfav dong😂 happy reading ❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1