
Pagi-pagi buta, Amelia terbangun saat merasakan sejuk yang begitu menusuk ke tubuh polos nya. Dia terbangun dan mendapati ruang di samping nya kosong, Smith tak ada di samping nya.
"Kemana tuan Smith? Dia menghilang pagi-pagi sekali.." Gumam Amelia, dia mengeratkan selimut yang menutupi tubuh nya.
Dia meraih bathrobe dan memakai nya dengan malas, tubuh nya terasa lemas dan sakit juga.
Amelia melangkah pelan masuk ke kamar mandi untuk membuang sisa cairan metabolisme.
Saat Amelia di kamar mandi, Smith masuk dengan wajah berbinar, padahal hari masih sangat pagi.
"Yang?" Panggil Smith di depan pintu kamar mandi, saat melihat ranjang nya kosong.
"Iya.."
"Lagi ngapain?" Tanya Smith.
"Pipis." Amelia menjawab singkat, dia kesal di tinggalkan saat pagi-pagi begini.
"Cepetan, aku kedinginan.." Setelah mengatakan itu, Smith kembali merebahkan tubuh nya di ranjang.
"Cepetan aku kedinginan, lah dia sendiri ngapain hilang disaat di butuhkan." Gerutu Amelia, dia buru-buru keluar sebelum pria itu mencak-mencak.
"Darimana aja tuan?" Tanya Amelia ketus.
"Habis minum dari bawah." Jawab Smith.
"Terus guna nya gelas di meja nakas buat apa?"
Mendengar pertanyaan menjebak itu, Smith jadi gelagapan sendiri. Alasan yang tidak tepat.
"Aku lupa yang.."
"Alasan, biasa nya juga tukang minum tengah malam. Makanya aku selalu sediain air minum di gelas."
"Yaudah maaf, habis nya lupa."
"Terserah." Amelia kembali berbaring dengan posisi membelakangi pria itu.
"Yang, sini dong.." Smith menggoyangkan bahu gadis itu perlahan.
Amelia diam, dia menyembunyikan tubuh mungil nya di dalam selimut, hingga menutupi kepala nya.
"Ayang, kok marah sih. Jangan begini dong." Smith mendekat dan memeluk gadis nya dari belakang.
"Yang.."
"Diam lah.." Ketus Amelia, dia tetap membelakangi pria tampan itu
....
Setelah drama merajuk pagi-pagi buta yang di buat Amelia, kini gadis itu tengah membantu pria tampan itu bersiap. Hari ini Amelia juga akan ke kantor untuk terakhir kali nya, mengajukan pengunduran diri sesuai permintaan pria nya.
"Cemberut aja terus yang, nanti cantik nya hilang.." Ledek Smith, dia mencolek dagu gadis nya dengan gemas.
"Jangan colek-colek, aku masih marah ya."
"Iya, tapi marah kenapa? itu yang aku gak ngerti." Ucap Smith heran.
"Oh, apa gara-gara aku tinggal tadi pagi ya sayang? Kamu kedinginan gitu, terus merajuk? Iya kan?"
"Itu tau, terus kenapa masih nanya?" Ketus Amelia, dia memasang dasi dengan ketat hingga membuat Smith sesak.
"Iya iya maaf, aku salah sayang. Tapi jangan bunuh aku, aku belum married mana belom punya anak." Smith membuka kembali ikatan dasi yang mengikat leher nya kencang.
__ADS_1
Amelia mendelik sebal, dia juga belum bersiap karena harus mengutamakan pria nya.
"Sekarang kamu gak perlu turun di taman lagi, kita barengan aja. Sekalian aku umumin, kalo kamu pacar aku."
"Terserah.." Jawab Amelia singkat sambil menyisir rambut nya, membuat Smith meninju udara karena kesal dengan gadis nya yang berubah cuek pada nya.
....
Mereka berdua berangkat dengan di jemput asisten Roy, seperti biasa.
"Selamat pagi tuan dan nona muda.." Sapa Roy sambil membukakan pintu mobil di bagian penumpang.
"Pagi kembali pak Roy.." Jawab Amelia ramah, berbeda dengan Smith yang tampil dengan wajah kusut nya.
Mobil pun melaju meninggalkan halaman apartemen, sepanjang perjalanan hanya ada keheningan. Biasa nya sepasang kekasih itu akan mengumbar kemesraan hingga membuat Asisten Roy kepanasan, bahkan seringkali di buat merinding dengan suara-suara laknat yang mereka buat.
Hingga tak terasa, mobil yang di kendarai Asisten Roy sudah sampai di pelataran kantor.
"Yang.."
"Apa?" Tanya Amelia ketus.
Smith mengulurkan tangan nya, menunggu gadis itu menyambut uluran tangan nya.
Amelia menerima uluran tangan itu, menggenggam nya dan keluar dari mobil dengan perlahan.
Sontak saja, melihat Amelia yang turun dari mobil direktur utama, juga penampilan nya yang sangat jauh berbeda membuat karyawan berbisik-bisik, ada juga yang hanya melongo, termasuk Rena yang kebetulan sedang membersihkan halaman kantor.
"Amel? Kok datang sama Tuan Smith?" gumam nya, apalagi saat melihat tangan mereka yang saling menggenggam mesra.
Amelia tersenyum canggung melihat ekspresi para karyawan, teman-teman sepekerjaan nya yang melongo melihat nya datang bersama direktur utama.
Smith menggandeng tangan Amelia tanpa beban, membawa nya masuk ke dalam kantor tanpa menghiraukan tatapan heran dari karyawan nya.
...
Pria itu datang dengan Amelia di samping nya, ekspresi nya datar seperti keterkejutan karyawan nya bukan lah suatu hal besar.
"Selamat pagi tuan Smith.."
Smith hanya menganggukan kepala nya tanpa berniat menjawab.
Berbeda dengan Amelia, gadis itu nampak canggung dengan suasana yang tercipta di aula. Seluruh mata menatap ke arah nya, ada yang penasaran, ada juga yang menatap nya tajam penuh kebencian.
"Saya meminta kalian semua berkumpul disini, untuk memperkenalkan kekasih ku."
"Amelia Putri, mungkin ada dari kalian yang pernah bekerja sama dengan gadis ku, atau mungkin di antara kalian ada yang pernah naksir dengan gadis ku?"
"Ya, aku menjawab rasa penasaran kalian selama ini. Kalian semua pasti bertanya-tanya apa hubungan ku dengan Amelia, dan ini jawaban nya."
"Kalian tau sendiri, Amelia adalah OG di kantor ini. Apa ada yang mau bertanya sesuatu?" Kompak semua orang diam, kalau pun bertanya pria itu pasti akan menjawab dengan sindiran pedas, jadi lebih baik diam saja.
"Baiklah, saya rasa sudah cukup. Kalian boleh bubar," Smith menarik tangan Amelia menjauhi keramaian, dia tak mau gadis nya di kerubuni atau di tanya macam-macam.
"Oppa, aku ingin bertemu Rena.."
"Jangan lama, jika sudah selesai langsung ke ruangan ku."
"Oke.." Amelia pergi menemui Rena yang masih mematung di aula.
"Ren." Panggil Amelia, gadis itu menyunggingkan senyum manis nya menatap sahabat terbaik nya.
"Aku kangen Mel,"
__ADS_1
"Sama, aku juga.." Amelia memeluk Rena,
"Jangan meluk aku Mel, aku bau keringat."
"Terus kenapa Ren? Kita tetep temenan kan?" Tanya Amelia, mata nya menatap Rena dengan sendu.
"Enggak, sebelum kamu jelasin semua nya sama aku."
"Oke, ayo aku jelasin semua nya dari awal ya. Jangan marah dong.." Amelia menarik tangan Rena ke kantin.
"Aku masih ada kerjaan Mel."
"Ayolah, bentar kok." Rena pun menurut dan mengikuti kemana Amelia membawa nya.
"Sambil makan bakso enak kayak nya Ren.." Amelia duduk di bangku panjang di pojokan bersama Rena, kebetulan suasana kantin masih sepi karena belum waktu nya makan siang.
....
Amelia menceritakan semua nya dari awal, dari tawaran menjebak pria itu dengan iming-iming akan memberikan uang untuk membiayai seluruh kebutuhan orang tua nya di kampung.
"Jadi, hubungan aku sama tuan Smith di awali dari hubungan saling membutuhkan. Itu saja Ren, tapi semua nya berubah Ren."
"Terus sekarang kamu udah di perkenalkan sama Tuan Smith ke publik, kamu harus hati-hati Mel. Bisa aja ada orang jahat yang membahayakan keselamatan kamu, jadi kekasih orang besar seperti tuan Smith bukan hal yang mudah Mel."
"Aku ngerti Ren, makasih perhatian kamu. Aku beruntung punya sahabat kayak kamu." Amelia kembali memeluk sahabat nya.
"Sebenarnya, aku juga mau jujur sama kamu.."
"Tentang apa Ren?"
"Eehhmm, tentang aku dan pak Roy." Jawab Rena pelan.
"Hah, apa?"
"Sshhhttt, gak usah teriak juga kali. Malu tau"
"Ya habis nya kamu ngagetin gitu, emang ada apa sih kamu sama pak Roy?"
"Se-sebenernya, aku pacaran sama pak Roy."
"What?" Amelia kembali berteriak hingga membuat penghuni kantin serempak menoleh ka arah nya.
....
🌻🌻🌻
lanjut nanti ya😊 jangan lupa bunga sama kopi ya😘😘😘 happy reading❤️
....
Hallo, ini author istri halunya JK🌻
Terimakasih buat kalian yang udah ngeluangin waktu buat baca karya receh author, terimakasih banyak. Tapi mohon maaf kalau masih banyak hal yang membuat kalian gak nyaman, seperti typo atau visual yang menurut kalian gak sesuai dengan karakter yang author buat.
Sekali lagi maaf, tolong tinggalkan komentar yang baik dan membangun. Jika tidak suka, silahkan skip dan tak perlu meninggalkan komentar yang menjelekan atau membandingkan.
Kalian tau? komentar dari kalian para pembaca adalah penyemangat sendiri bagi author, tapi saat ada pembaca yang hate komen? jujur, itu buat mood author anjlok seketika😞
Tolong ya, hargai perasaan penulis. Kalian boleh berkomentar, tapi komentar yang baik dan tidak menjelekan visual yang author pajang di novel ini.
Suka atau tidak suka, itu tergantung orangnya sebenarnya. Author suka BTS dan ada yang gak suka juga, tapi mereka tetap mengomentari dengan cara penyampaian yang baik.
Jadi sekali lagi, mohon tinggalkan komentar baik dan membangun, jika tidak suka silahkan skip. Jangan ribet ya😊 sekian curhatan author pagi ini🤭
__ADS_1
mau di bilang lebay sok gapapa, tapi maaf ini sangat mengganggu🙏