OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Malu-maluin


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Roy dan Rena, di sebuah rumah sederhana milik orang tua Rena semua nya sudah berkumpul, termasuk Amelia dan Smith, juga Appa Joseon dan Bibi Rose yang ikut serta menyaksikan penyatuan cinta asisten sang putra.


Roy tengah di landa kegugupan yang luar biasa, ini pengalaman pertama nya di tatap penuh damba oleh setiap wanita yang menatap nya.


"Haduhh, buyar sudah ijab yang sudah susah payah aku hafal semalaman." Gumam Roy, beberapa kali menyeka keringat nya.


Tak lama, Rena datang dengan gaun sederhana berwarna putih, serasi dengan jas yang di pakai Roy.


Wanita itu duduk di samping Roy, tangan nya langsung menggenggam tangan Roy yang sedari tadi basah karena keringat.


Roy menoleh ke arah wanita nya, Rena menyunggingkan senyuman termanis nya.


"sudah bisa kita mulai acara ijab nya"


"Sudah pak.." Jawab Roy lantang, membuat Smith tertawa karena tingkah Roy yang menurut nya kelewatan.


"Mari jabat tangan saya.." Roy menurut, lafadz ijab pun terucap merdu, hingga semua orang yang hadir serentak mengucap kata 'SAH'.


Roy menatap Rena penuh cinta, wanita yang sangat dia cintai kini resmi menjadi istri nya.


"Selamat untuk kalian berdua," Pak penghulu menyodorkan surat nikah yang memerlukan tanda tangan sepasang pengantin baru itu.


....


Amelia naik ke atas pelaminan, dia memeluk Rena erat.

__ADS_1


"Aku rindu.."


"Aku juga Mel, kamu gak pernah ngabarin aku, kamu jahat Mel.."


"Maafin aku Ren, aku minta maaf."


"Kamu hamil?" Tanya Rena saat menyadari perut sahabat nya yang sedikit membuncit.


Amelia menganggukan kepala nya sambil mengelus perut nya.


"Ahhh syukurlah, aku ikut bahagia untuk mu bestie.."


"Nanti kita cerita-cerita ya, rumah kalian kan dekat rumah ku, jadi kita akan sering bertemu."


"Aa-aaa itu, apartemen kita kan deketan Ren. Ya Apartemen.." Jawab Amelia salah tingkah, dia sudah di wanti-wanti oleh sang suami jangan sampai bocor, ehh tapi ya dasar mulut cewek kan kadang suka keceplosan.


"Yaudah, aku turun dulu ya. Sekali lagi, selamat buat kalian berdua."


Amel pun turun dari pelaminan, mendekati Smith yang sedari tadi terus makan, seolah tak ada kenyang nya.


"Oppa masih makan? Ya ampun dari tadi pas dateng kesini sampe sekarang masih makan?" Tanya Amelia, dia syok melihat suami nya yang terus menerus makan dari tadi.


Smith menghentikan kegiatan 'mukbang' nya, pipi nya menggembung berisi makanan yang baru saja dia suapkan.


"Hehe maaf By, hawa nya laper terus.." Jawab Smith dengan cengengesan.

__ADS_1


"Malu sayang di liatin orang, kamu ini kayak gak makan seminggu aja. Malu sama Roy.."


"Terus gimana? Masih laper By.." Rengek Smith membuat Amel gemas lalu mencubiti pipi sang suami.


"Sakitt..." Mata nya berkaca-kaca, entahlah semenjak Amel hamil, Smith menjadi sensitif dan mudah menangis, istilah nya lebay.


"Uututuu maafin mama ya papa," Bujuk Amelia sambil mengusap kedua pipi Smith yang memerah.


"Yaudah makan lagi ya pah, yang kenyang.." Barulah, Smith tersenyum ceria dan kembali melanjutkan makan nya.


"Haduh, suami ku jadi menggemaskan sekaligus menyebalkan. Ini karena kamu kan Dek? Jangan bikin mama sama papa susah ya,"


"Jangan marahin dedek, dia gak salah apa-apa By.."


"Iya sayang ku, ayo makan lagi.." Amel menyuapi Smith dengan siomay ayam.


"Enak By.."


Amelia tersenyum geli melihat suami nya begitu lahap memakan makanan nya, padahal sedari datang tadi Smith terus saja makan.


....


🌻🌻🌻🌻


Wajar Mel, ngidam nya kan pindah ke oppa smith🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2