
Tak terasa, setahun sudah berlalu sejak Amel sadar dari koma nya. Anak kembar nya sudah berusia dua tahun saat ini, mereka tumbuh menjadi anak-anak yang menggemaskan.
Orang tua Amel juga memutuskan tinggal bersama sang putri, Smith juga sudah tau tentang Amel yang bukan putri kandung, melainkan keponakan yang di angkat sebagai anak. Tapi Smith tak mempermasalahkan nya, selama mereka berbuat baik pada Amel, dia akan membalas beribu kali lipat dengan kebaikan.
Hari ini, Smith tak pergi ke kantor dia ingin menikmati waktu nya seharian bersama keluarga kecil nya.
"Gak ngantor yang?" Tanya Amel, wanita itu baru saja selesai keramas di pagi hari yang sejuk ini, kalian tau apa penyebab nya. Apalagi kalau bukan penyerangan markas oleh senjata nuklir.
"Males yang.." Jawab Smith lalu pria itu memeluk sang istri yang tengah merapikan rambut nya.
"Wangi banget, By. Duhh jadi pengen naik lagi.." Celetuk Smith dengan hidung yang berada di ceruk leher sang istri.
"Udah ah, tadi malem kamu main 4 ronde lho. Lihat nih, kaki aku masih gemeteran gara-gara kamu main nya lama banget."
"Ya habis nya enak.." Jawab Smith santai.
"Turun yuk.." Ajak Amelia, anak-anak nya sudah di ambil alih oleh Bibi Rose pagi-pagi buta.
Smith mengekor di belakang sang istri, dengan tangan yang dia masukan ke dalam saku.
"Pagi bibi, anak-anak mama."
"Pagi Mel, anak kamu pagi-pagi udah minta makan aja."
"Mereka laper Bi, semalam kan gak sempet makan dulu malah keburu tidur." Jawab Amel.
Amelia mengambil alih mangkuk makanan dari tangan bibi Rose dan menyuapi anak-anak nya, dia tersenyum manis saat menyaksikan sendiri anak-anak nya makan dengan lahap.
Tak lama, kedua orang tua Amel masuk dengan setelan olahraga nya, juga dengan Appa Joseon.
"Habis darimana?"
"Jogging Mel." Jawab ibu nya Amel.
__ADS_1
Amelia hanya membulatkan bibir nya sebagai jawaban.
"Anak mama makan nya lahap banget, enak ya nak?"
...
Siang hari nya, rumah besar keluarga Alexander kedatangan tamu penting. Roy datang bersama Rena.
"Amel.."
"Ehh Rena.." Jawab Amel lalu bercepeka cipiki ria, padahal rumah mereka hanya terhalang tembok dan gerbang rumah. Ya rumah yang Smith bangun sudah jadi setahun lalu dan langsung di berikan pada Roy sebagai hadiah pernikahan nya.
"Ada apa Ren, kok kayak seneng banget gitu?" Tanya Amel.
"Aku cuma mau ngasih tau, aku hamil lagi Mel."
"Apa? kamu hamil lagi? wahh selamat Rena." Amelia memeluk sahabat nya, dia sebenarnya ingin kembali mengandung, tapi Smith dengan tegas menolak, karena trauma dengan momen melahirkan Amel yang berujung koma selama satu tahun lebih.
"Aku di larang keras sama Oppa buat hamil lagi."
"Wajar dong Mel, dia takut kejadian buruk terulang lagi, dia pasti trauma Mel."
"Iya, dan aku ngerti alesan nya jadi memilih nurut aja."
"Nanti sore ke rumah aku ya, kita mau adain syukuran kecil-kecilan."
"Aku pasti dateng, jaga kandungan kamu dengan baik ya.."
Sore hari nya, Amel pun menghadiri acara syukuran kehamilan kedua Rena, tentu nya dengan Smith dan semua anggota keluarga nya.
Mereka membacakan ayat-ayat suci, mendoakan sang jabang bayi agar kelak menjadi anak yang berbakti pada kedua orang tua nya.
Tak terasa air mata Smith meluncur begitu saja tanpa bisa di cegah, dia pernah berada di posisi paling bawah dalam hidup nya, yaitu kehilangan semangat hidup karena sang istri yang koma.
__ADS_1
Dari pengalaman dia belajar, dua anak sudah lebih dari cukup. Aliya dan Ares adalah putra mereka, takan ada adik lagi di antara mereka karena Smith memutuskan untuk melarang sang istri hamil lagi, apapun alasan nya, meski pun sang istri menginginkan nya sekali pun!
Singkat nya, Acara syukuran Rena sudah selesai. Amel dan Smith sedang rebahan di kasur, anak-anak mereka tidur bersama nenek nya, bibi Rose atau orang tua Amel.
"Sayang.."
"Ya Oppa.."
"Kamu tau bagaimana hancur nya aku saat kamu di nyatakan koma oleh dokter?" Amel menggelengkan kepala nya.
"Aku bahkan ingin merobohkan rumah sakit tempat kamu melahirkan sayang, aku marah tapi aku juga sakit melihat mu seperti itu sayang." Smith menggenggam tangan Amel erat saat menceritakan penderitaan nya setelah Amel tertidur lama.
"Aku terpuruk dalam penderitaan ku sendiri, hingga aku melupakan anak-anak kita yang belum di beri nama apapun. Aku memikirkan nya semalaman, aku takut kamu tak suka dengan nama yang aku beri. Setelah itu aku berfikir lagi dan mulai kembali semangat menjalani hidup, meski rasa nya nyawa ku hanya tinggal separuh."
"Aku sangat mencintai mu dan aku tak mau kehilangan mu, maka dari itu aku tak mau menambah anak lagi."
"Iya, aku mengerti. Terimakasih sudah mencintai ku."
Smith memeluk Ica erat, menyalurkan kasih sayang yang teramat besar untuk istri tercinta nya.
Dia merasa hidup nya kembali berjalan normal setelah sang istri terbangun.
Dari perjanjian konyol yang membuat orang geleng-geleng kepala hingga menjadi sebucin ini bukan lah waktu yang sebentar dan hal yang mudah, mereka sudah menjalani berbagai halangan hingga membuat cinta mereka terikat kuat.
Smith melerai pelukan nya lalu meraih dagu sang istri dan mencium bibir nya dengan lembut, mereka hanyut dalam suasana romantis. Saling menunjukan cinta mereka yang sudah terajut rapi dalam setiap untaian benang nya.
-TAMAT-
...
๐ป๐ป๐ป
Akhirnya end juga, maaf kalau tamat nya kurang dapet feel nya๐๐๐
__ADS_1