OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
I'm Pregnant!


__ADS_3

Setelah menunggu lebih dari tiga jam, Amelia perlahan bangun dari pingsan nya. Dia bangkit dari posisi nya dengan tangan yang memegangi kepala, karena masih tersisa rasa pusing yang masih menyerang.


Dia melihat ke samping, Smith tertidur sambil duduk dengan tangan yang menggenggam tangan nya. Kepala nya menelungkup dengan setengah badan yang masih duduk di kursi.


Amelia mengusap kepala sang suami, senyuman nya terbit saat melihat perhatian sang suami, dia begitu di perlakukan istimewa oleh Smith dari awal, bahkan dia selalu mengutamakan dirinya daripada tunangan nya sendiri.


"Oppa.." Panggil Amelia, sontak yang di panggil langsung terbangun dari tidur nya.


Smith langsung berlari keluar dengan langkah yang sempoyongan karena baru saja terbangun dari tidur nya.


"Dok.." Teriak Smith, untung saja dokter itu sedang duduk di ruang tengah sambil mengerjakan beberapa tugas nya.


"Ya ada apa tuan?"


"Istri saya sudah bangun." Jawab Smith dengan nafas yang tersengal.


"Baik, mari kita periksa sekali lagi." Dokter itu mengekor di belakang Smith menuju kamar di lantai atas.


"Selamat malam Nona,"


"Malam dok.." Jawab Amelia, dia jelas tau kalau itu seorang dokter, terlihat dari pakaian nya.


"Apa yang Nona rasakan? Pusing, atau mual mungkin." Tanya dokter itu sambil menempelkan stetoskop nya di perut Amelia.


"Hanya sedikit pusing dan lemas saja Dok." Jawab Amelia jujur.


"Sudah kedatangan tamu bulan ini? Atau siklus datang bulan Nona berantakan?" Tanya Dokter itu.


Amelia nampak mengingat-ingat, dia seperti nya lupa kapan terakhir dia menstruasi.


"Ahhh ya dok, bulan ini saya belum menstruasi. Padahal ini sudah akhir bulan, biasanya pertengahan bulan saya sudah datang bulan."


"Dan iya dok, siklus menstruasi saya berantakan sekali." Jelas Amelia. Dia dengan jelas ingat, bagaimana siklus menstruasi nya. Kadang tak tepat waktu, membuat nya lupa kapan terakhir dia datang bulan, seingat nya bulan ini dia belum kedatangan tamu itu.


"Jadi, kapan terakhir Nona datang bulan?"


"Saya lupa dok.." Jawab Amelia sambil cengengesan.


"Agar semua nya jelas, mari kita test dulu."


"Test apa?" Tanya Smith nimbrung.


"Test urin tuan, agar kita tau apa nona sedang mengandung atau tidak."


"Saya ikut..."


"Tak perlu tuan, Nona akan baik-baik saja. Saya jamin."


"Baiklah, tapi jangan lama." Putus Smith, dokter perempuan itu menggelengkan kepala nya saat melihat betapa posesif nya pria itu pada istri nya.

__ADS_1


Amelia bangkit secara perlahan, lalu di bopong oleh dokter dan mereka berdua pun masuk ke dalam kamar mandi.


Amelia nampak tersenyum canggung saat akan buang air, karena ada orang asing yang memperhatikan nya.


"Tak perlu malu Nona, ini sudah pekerjaan saya."


"Tapi saya merasa tak enak Dok, ditunggui begini." Jawab Amelia.


"Tak apa Nona, hanya sebentar. Tampung dalam wadah ini, sedikit saja." Ucap dokter itu mengulurkan sebuah wadah stainless. Amelia menerima nya, menampung air sisa metabolisme itu ke dalam wadah tadi.


Setelah selesai, baru memberikan nya lagi pada dokter itu.


Dokter itu mencelupkan testpack dan menunggu beberapa detik sebelum garis mulai tercetak jelas.


Dokter itu tersenyum saat melihat garis yang begitu jelas, dua garis merah. Yang menandakan wanita di depan nya fositif hamil.


"Selamat Nona, anda fositif hamil. Garis nya sudah tercetak jelas, untuk mengetahui berapa usia nya lebih baik di periksa ke rumah sakit."


Amelia membulatkan mata nya dengan mulut yang menganga, dia tak menyangka bisa hamil secepat ini dan tanpa berobat terlebih dulu?


"Sa-ya hamil Dok? Tolong katakan ini semua bukan hayalan kan? Ini nyata kan, bukan mimpi?" Tanya Amelia histeris, air mata nya sudah mengalir deras membanjiri pipi mulus nya.


"Ini nyata Nona, Nona hamil. Lihat garis nya, dua garis merah yang berarti anda positif hamil." Jawab dokter itu lagi.


Amelia tergugu mendengar penjelasan dokter yang menurut nya begitu tak terduga.


"Sama-sama Nona, mari kita keluar." Ajak dokter itu. Amelia menganggukan kepala nya, berjalan perlahan di bantu dokter itu.


"By, kamu kenapa? Kenapa menangis sayang." Smith yang tak tenang sedari tadi, segera memeluk sang istri yang terlihat habis menangis, terlihat dari hidung nya yang memerah, juga bekas air mata yang belum mengering di ujung mata nya.


"Kau apakan istri ku hah? Kau bilang dia akan baik-baik saja kan, lalu ini apa? Kau membuat istri ku menangis, aku takkan memaafkan mu."


"Sudah Oppa, aku baik-baik saja. Bu dokter tak melakukan apapun selain membantu ku," Jelas Amelia segera menjelaskan, agar pria itu tak bertindak semakin jauh.


"Lalu kenapa menangis sayang?"


"Ini tangis bahagia Oppa, kamu tau? Aku hamil." Smith mematung setelah mendengar kata yang begitu dia tunggu.


Hamil?


"Kamu hamil sayang? Apa ini tidak keliru?" Tanya Smith, dia kembali memeluk sang istri dengan erat.


"Tidak tuan, ini testpack nya. Garis nya begitu tercetak jelas," Jelas Dokter itu sambil menunjukan testpack bekas Amelia tadi.


Smith meraih benda itu tanpa rasa jijik, bahkan dia memegang nya tanpa memakai tissu.


Smith tersenyum, dia mengecupi kening dan kepala sang istri bertubi-tubi.


"Terimakasih By, terimakasih.." Amelia menenggelamkan kepala nya di dada bidang sang suami.

__ADS_1


"Terimakasih dok, maaf saya sudah salah paham. Kira-kira sudah berapa bulan kandungan istri saya?" tanya Smith menggebu-gebu.


"Untuk itu, silahkan periksa saja ke rumah sakit. Saya dokter umum, bukan dokter kandungan. Jadi saya takut perkiraan saya meleset."


"Baik lah dok, terimakasih sudah membantu saya."


"Sudah tugas saya tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Smith menganggukan kepala nya.


"Anak buah saya akan mengantar anda dok."


"Terimakasih."


Sepasang suami istri itu kembali berpelukan, larut dalam kebahagiaan.


Smith merogoh ponsel nya dan menelpon seseorang.


"Ya tuan.."


"Berikan dokter itu bonus, sebagai ucapan terimakasih ku."


"Baik tuan.." Smith mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.


"By, besok kita periksa dulu ke rumah sakit. Setelah itu baru jalan-jalan ya, aku ingin tau anak kita sudah berapa lama hadir di antara kita."


"Iya Oppa, terimakasih."


"Terimakasih untuk apa?" Tanya Smith.


"Tidak ada.."


"Aku masih tak menyangka kalau kamu akan hamil secepat ini sayang, tapi aku begitu bahagia dengan berita ini."


"Aku juga Oppa, apa kita kabari Bibi Rose dan Appa sekarang?" Tanya Amelia.


"Di Indonesia pasti sudah tengah malam, mungkin bibi sudah tidur. Besok saja, setelah semua nya jelas."


"Baiklah, bisa kita tidur lagi? Tapi aku lapar.."


"Ayo makan tteokbokki."


"Yang pedes ya.."


"Boleh, tapi dikit aja. Kasian dedek bayi nya.."


....


🌻🌻🌻🌻


Yeee Amel hamil jugaa😊 ikuti terus novel ini ya, masih ada beberapa part kebucinan abang smith sama neng amel😁🤭

__ADS_1


__ADS_2