OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Resmi Dibatalkan!


__ADS_3

Amelia dan Smith berjalan dengan tangan yang saling bertaut mesra, sesekali mereka saling menatap dan tersenyum.


"Naik motor aja yuk biar lebih romantis.." Celetuk Amelia.


"Dingin Mel, jangan macem-macem." Ucap Smith. Amelia menunduk, dia juga harus sadar kalau Smith adalah pria yang tak dapat di bantah keputusan nya.


"Huhh jangan sedih, ayo naik motor.." Smith menarik Amelia ke parkiran motor. Dia punya beberapa motor matic yang biasa di pakai pegawai nya di kantor, kali ini dia sendiri yang akan memakai nya bersama gadis pujaan nya.


Smith memakaikan helm di kepala gadis nya, Amelia naik pelan-pelan dan motor itu melaju ke arah jalan raya.


Amelia melingkarkan tangan nya di pinggang Smith, memeluk pria itu dengan erat.


"Mau makan sate dimana yang?" Tanya Smith.


"Hah?.." Teriak Amelia dari belakang, sudah berisik suara angin, di tambah pakai helm membuat suara Smith tak terdengar.


"Mau makan dimana?" Balas Smith berteriak juga.


"Gak kedengeran, apa tuan?"


Smith menghentikan laju motor nya, dan melirik ke belakang.


"Mau makan dimana sayang?" Tanya Smith lagi.


"Ohh, dimana aja terserah tuan."


"Hisss, udah teriak-teriak pas jawab cuma terserah." Ketus Smith. Tangan nya terulur merapikan rambut Amelia yang hampir menutupi wajah cantik nya.


"Ini yang buat saya gak mau bawa kamu naik motor, lihat rambut indah mu berantakan, mana pasti bau debu." Gerutu Smith, dia mengelus rambut hitam itu dengan posesif.


"Kan bisa di cuci tuan, ayolah. Saya sudah lapar ini." Bujuk Amelia, tapi tanpa di sangka pria itu malah memasukan seluruh rambut panjang nya ke dalam jaket yang di pakai.


"Ihh gelii tuan, kenapa di masukin?"


"Biar gak berantakan," Jawab Smith santai, tanpa menghiraukan ekspresi kesal gadis nya.


"Dah, jangan marah-marah nanti ku hajar lagi, mau?"


"Nggak.." Jawab Amelia singkat, mata nya mendelik sebal. Tapi tetap memeluk pinggang pria itu, meski dia kesal setengah mati. Apalagi rasa geli yang menggelitik punggung nya.


Motor itu melaju dengan kecepatan sedang menembus dingin nya angin malam.


"Mau itu.." Tunjuk Amelia pada sekantong aromanis yang menggembung seperti guling.


"Nanti pulang nya mampir kesini ya, makan dulu." Amelia terpaksa mengangguk.


...


Motor berhenti di sebuah warung yang menyediakan berbagai macam sate. Warung sederhana ini adalah warung langganan bibi nya, selain murah rasa nya juga enak.

__ADS_1


"Masih kesel? Jangan di tekuk gitu muka nya sayang, cantik nya hilang nanti."


"Emang nya aku cantik gitu?" Tanya Amelia.


"Kalau gak cantik, mana mungkin saya jatuh cinta pada mu Amelia, gadis kecil ku." Smith gemas, dia mencubiti kedua pipi gadis itu.


"Udah, ayo makan sampe kenyang. Gak usah diet-diet, makan yang banyak." Smith menarik tangan gadis nya memasuki warung sederhana itu.


Saat memasuki warung itu, banyak pasang mata yang menatap iri pada pasangan itu, juga menatap penuh minat pada Amelia.


"Berani menatap gadis ku 5 detik, ku congkel mata kalian."


Sontak saja, semua mata yang tadi nya menatap gadis cantik nya, kini menunduk dan memalingkan pandangan mereka, ya dari pada kehilangan mata ya kan?


Amelia dan Smith duduk di dekat jendela, mereka menunggu pesanan sate yang tak lama datang juga. Mereka makan dengan lahap, sate adalah makanan favorit Amelia.


.....


Setelah menyelesaikan makan malam yang cukup terlambat, akhirnya mereka memutuskan pulang karena sudah larut. Belum lagi, mereka harus bekerja esok hari.


"Mau itu.." Tunjuk Amelia lagi, saat motor melewati area pasar malam.


"Kamu turun sendiri, aku nunggu disini. Ini uang nya, jangan banyak-banyak beli nya." Smith menyodorkan uang biru pada Amelia.


Amelia mengangguk girang dan pergi membeli aromanis.


"Bang, aromanis nya dua ya.."


Setelah mendapat kembalian, Amelia berjalan mendekati motor Smith. Terlihat pria itu menunggu nya sambil memainkan ponsel mahal nya.


"Tuan.." Panggil Amelia, pria itu menoleh dan tersenyum melihat kelakuan gadis nya.


"Siniin yang satu nya." Amelia memberikan nya, Smith mengaitkan bungkusan angin itu di depan motor nya.


Amelia kembali menaiki motor itu dan motor itu pun kembali melaju pelan. Amelia sibuk memakan permen gula itu, hingga lupa memeluk pria nya.


"Tuan mau tidak?" Tawar Amelia.


Amelia menyuapi Smith dengan kapas gula itu dari belakang, meski sempat menolak suapan gula itu, tapi daripada membuat gadis nya kecewa dia memilih memakan nya.


....


Sepasang insan itu baru saja sampai di apartemen tepat jam 11 malam, masih tergolong sore untuk Amelia. Biasa nya dia akan tidur pukul 1 dini hari jika pria itu menghajar nya.


"Cuci kaki, gosok gigi terus tidur. Udah malam, besok aku sibuk mungkin pulang larut." Amelia menganggukan kepala nya, menuruti perkataan pria itu.


...


Amelia tidur bersandar di dada bidang Smith, sedangkan pria itu dia masih belum bisa memejamkan mata nya sedetik pun. Dia memikirkan bagaimana nasib percintaan nya, besok juga dia harus mengantisipasi hal buruk yang mungkin akan terjadi.

__ADS_1


Ya, besok Smith memutuskan untuk menggelar press comperence tentang pembatalan pertunangan nya dengan Marissa.


Kenapa di percepat? Karena dia ingin segera meresmikan hubungan nya dengan Amelia, gadis yang terjebak hubungan gelap dengan nya. Tapi tanpa di sangka, dia malah terikat dan tak bisa lepas dari pesona gadis cantik nan sederhana itu.


"Semoga saja, besok berjalan lancar. Aku tak mau terus menyembunyikan dirimu sayang, aku terlalu mencintaimu hingga tak mau kehilangan dirimu."


....


Keesokan hari nya, kantor ALX Company sudah di hadiri banyak sekali wartawan. Bahkan Roy sibuk sedari pagi buta, menghalau para wartawan yang nekat masuk ke dalam kantor.


"Tolong jangan buat keributan, press comperence di adakan di aula, jangan menerobos masuk kesini."


Smith datang dengan gaya angkuh nya, di dampingi Appa dan bibi Rose nya. Mereka berjalan bersamaan ke aula tempat di adakan nya press comperence itu.


"Selamat pagi semua nya, terimakasih sudah datang menghadiri acara press comperence yang saya adakan." Smith berdiri tegap, membuat para wartawan wanita berdecak kagum melihat secara dekat seorang Smith Alexander, pebisnis muda yang sukses.


"Seperti yang sudah di update di dalam berita tentang hubungan saya dengan model bernama Marissa Indria yang tak membaik, saya akan menjawab nya hari ini, disini."


"Hubungan kami memang sudah lama renggang karena masalah yang tak dapat saya ungkapkan disini secara langsung."


"Dengan ini, saya Smith Alexander menyatakan kalau pertunangan saya dan Marissa resmi di batalkan. Apa ada yang mau bertanya?"


"Kenapa di batalkan tuan Smith, apa ada orang ketiga? Apa ada hal yang membuat anda mundur dari pertunangan ini?" Tanya salah satu wartawan dengan berani.


"Ya, saya mencintai gadis lain." Jawaban tak terduga di berikan Smith.


"Apa benar anda menjalin hubungan dengan salah satu office girl di perusahaan anda sendiri?" Tanya mereka lagi.


"Kalau iya, memang nya kenapa?" Balik tanya Smith, membuat wartawan itu diam membeku.


"Apa benar dia yang membuat hubungan anda dengan Nona Marissa renggang?"


"Dari awal hubungan saya dan Marissa sudah tak baik, jadi jika pun saat ini hubungan kami berantakan, jangan menyalahkan orang lain karena kesalahan sendiri. Saya rasa sudah cukup, terimakasih." Smith turun dan pergi melenggang di ikuti beberapa bodyguard bertampang seram.


Seseorang yang sedari tadi menyaksikan Smith bicara dengan tegas di atas mimbar, menatap sendu punggung pria itu yang menghilang di telan pintu.


Sudah tak ada kesempatan lagi bagi nya untuk bersama Pria pujaan seluruh negara ini, dulu dia sangat membanggakan diri karena mampu meluluhkan hati sekeras batu Smith, tapi kini dia di buang setelah pria itu mendapat gadis lain.


Marissa mengepalkan tanga nya kuat-kuat, amarah nya semakin menggebu apalagi saat pria itu tak menyangkal kalau dia memang memiliki hubungan tersembunyi dengan seorang gadis OG di perusahaan nya sendiri.


Hal itu membuat praduga nya tentang Amelia semakin kuat, dia yakin kalau gadis itu adalah kekasih baru Smith.


"Jika aku tak bisa memiliki dirimu, maka wanita lain pun takkan bisa." Gumam nya, dia berbalik dan pergi dari keramaian.


....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


author nya berani jamin kalau si Marissa nyesel sampe ubun-ubun tuh😅


__ADS_2