OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Rena Ngidam


__ADS_3

"By.." Smith memanggil sang istri yang tengah asik mengobrol dengan Rena.


"Iya Oppa, kenapa?" Balik tanya Amelia.


"Pulang yuk udah malem, Rena juga harus istirahat. Besok kan bisa kesini lagi, temenin Rena nya selagi Roy kerja."


"Baru juga jam delapan Oppa, masih pengen sama Rena."


"Rena harus istirahat By, besok kesini pagi-pagi ya. Ngeghibah sampe sore."


"Siapa yang ghibah sih, enggak kan Ren?" Tanya Amelia dengan sedikit mengedipkan mata nya.


"Emmmm, sedikit tuan.."


"Sudah kuduga, wanita mana yang ketemu sesama wanita terus gak ngeghibah, mustahil." Ucap Smith, membuat Amelia salah tingkah.


"Ayo pulang," Ajak Smith.


"Huh pemaksaan." Gerutu Amelia, tapi dia menerima uluran tangan sang suami dan menggenggam nya.


"Yaudah Ren, aku pulang dulu ya. Kamu cepat sembuh, besok aku kesini lagi. Mau di bawain apa bestie?"


"Pengen tomyum kung buatan kamu Mel, pasti seger banget."


"Oke, aku buatin besok ya. Aku pulang dulu, dadah." Amelia melambaikan tangan nya, begitu juga dengan Rena.


Sepasang suami istri itu pun pergi dengan saling bergandengan mesra, membuat Rena sedikit merasa iri karena hubungan nya belum bisa go publik seperti mereka.


"Yang.."


"Ehh, iya.."


"Kenapa bengong sayang? Udah minum obat?"


"Obat apa? Aku gak sakit kok, cuma pusing aja." Jawab Rena, menolak sebutir obat yang Roy ulurkan.


"Ini vitamin sayangku, bukan obat.."


"Tapi bentukan nya kan sama kayak obat, aku gak mau."


"Yang, jangan egois dong. Ini buat kesehatan kamu sama anak kita." Ucap Roy membujuk Rena.


Dan ya, sangat ampuh. Rena segera menyambar butiran bundar berwarna oranye itu dari tangan Roy dan memakan nya.


"Nah gitu dong, gadis pintar."


"Aku bukan gadis lagi, kamu lupa aku sedang hamil? Itu artinya aku udah gak gadis lagi."


"Iya deh, terserah bumil aja. Tidur ya.."

__ADS_1


"Pengen di peluk boleh?"


"Boleh sayang, tentu saja." Roy menaiki ranjang yang lumayan besar, cukup kalau untuk berdua.


Rena masuk ke dalam dekapan hangat Roy dan tangan pria itu segera mengusap-usap punggung kekasih nya dengan lembut, hanya dalam hitungan menit Rena sudah tertidur dengan di tandai dengkuran halus yang keluar dari mulut mungil nya.


"Lihat saja besok Riska, aku pastikan kau takkan mampu memperlihatkan wajah mu di depan semua orang. Selama ini aku terlalu baik padamu dan membuat Rena menjadi korban dari ketidak mampuan ku untuk bersikap tegas padamu, tapi lihat saja besok apa yang terjadi padamu." Gumam Roy, mata nya menyorot tajam dengan bibir yang tersenyum smirk.


.....


Pagi harinya, Rena sudah terbangun tapi tak mendapati keberadaan Roy. Padahal jelas-jelas semalam mereka tertidur berdua dengan saling berpelukan, tapi kemana pria itu sekarang?


Tapi tak lama, pertanyaan nya terjawab dengan munculnya pria itu dengan rambut basah dan pakaian yang terlihat rapi.


"Sudah bangun sayang?" Roy duduk di sisi ranjang dengan tangan yang mengusap lembut kedua sisi wajah sang kekasih.


"Iya, kamu dari mana?"


"Habis mandi di kamar mandi sayang."


"Perasaan aku gak liat kamu bawa baju ganti, tapi kenapa bisa ganti?" Tanya Rena.


"Tadi ada anak buah tuan Smith yang mengantar, mau pipis?" Dengan malu-malu, bumil itu mengangguk.


"Yaudah aku anter sayang." Dengan hati-hati, Roy memapah Rena ke kamar mandi. Mendudukkan tubuh yang terasa lemah itu di closet dan setelah selesai dia kembali membopong sang kekasih.


"Iya sayang, aku sudah mengurus berkas-berkas pernikahan kita."


"A-apa? Kenapa gak bilang-bilang?" Tanya Rena terkejut.


"Bukan nya ini yang kamu mau sayang? Kenapa harus bilang padamu kalau aku ingin meresmikan hubungan kita? Lagian lebih baik sekarang kan, disaat kandungan mu masih kecil dan belum terlihat."


"Iya sih, tapi.." Belum selesai Rena berkata, bibir itu di sambar oleh Roy hingga membuat Rena terdiam.


"Gak ada tapi-tapian sayang, aku ingin secepatnya anak kita punya status. Ayo sarapan dulu, tadi aku beliin bubur ayam."


"Makasih ya,"


"Udah, jangan bilang makasih terus." Roy meniup bubur yang masih terlihat mengepul, dengan telaten Roy menyuapi sang kekasih.


"Udah ah, aku kenyang yang.." Tolak Rena, dia merasa sudah sangat kenyang padahal biasa nya dia mampu menghabiskan tiga porsi bubur sendirian, ehh, berdua dengan janin yang sedang dia kandung.


"Baru setengah sayang, kok jadi dikit makan nya. Ayo dong habisin, biasa nya juga tiga mangkok. Biar cepet sembuh sayang.." Bujuk Roy, akhirnya lagi-lagi Rena mengalah dan memaksakan menghabiskan bubur itu, meski rasa nya enek.


...


Tak lama, datang Smith dengan istri nya dengan menenteng rantang yang menguarkan bau wangi.


"Selamat pagi bestie.." Ucap Amelia, dia tersenyum cerah saat melihat sahabat nya sudah membaik, wajah nya kini nampak lebih normal daripada kemarin yang nampak pucat.

__ADS_1


"Pagi Amel,"


"Nih pesenan kamu, aku udah buatin khusus buat kamu." Ucap Amelia menunjukan rantang yang dia bawa.


"Mau Mel, duhh gak sabar pengen makan tomyum buatan kamu, dah lama gak masak bareng-bareng ya.."


"Yaudah, aku pindahin dulu ke mangkuk."


"Katanya kenyang tadi.." Sindir Roy.


"Hehe, masakan Amel wangi banget jadi laper lagi." Jawab Rena sambil cengengesan.


"Yaudah deh, aku berangkat ke kantor dulu. Hati-hati disini ya, ada Amel yang nemenin kamu selama aku kerja."


"Iya, ada juga aku yang bilang hati-hati sama kamu. Aku pasti baik-baik aja sama Amel."


"Kalau ada apa-apa hubungi aku secepatnya ya By." Smith mengusap poni sang istri yang sedang fokus menyajikan masakan nya untuk Rena.


"Iya Oppa, pasti. Hati-hati di jalan, semangat kerja nya buat bawa aku jalan-jalan ke namsan tower."


"Iya Baby, aku pamit kerja dulu ya." Smith mengecup singkat kening, kedua pipi dan terakhir bibir kemerahan milik sang istri.


Kemesraan pasangan suami istri itu, lagi-lagi membuat Rena sedikit merasa iri. Kehidupan sahabat nya sudah hampir menyentuh kata sempurna, hanya saja ada sedikit masalah yang membuat nya sulit mengandung. Jika mengingat masalah sahabat nya, Rena selalu merasa sedih dan bersalah.


"Ini makan dulu," Amel menyodorkan satu mangkuk dengan makanan berkuah yang mengepulkan asap dan aroma yang membuat perut berdemo.


"Makasih ya Mel, sebenarnya aku udah makan satu mangkuk bubur ayam. Tapi kok jadi laper lagi, setelah nyium bau masakan kamu ini."


"Wajar dong, kamu kan lagi hamil Ren. Itu namanya ngidam bestie."


"Iya kali ya," Rena mencoba sesuap kuah dari mangkuk itu.


"Gimana?"


"Enak, gak pernah berubah. Makasih ya.."


"Huhh, aku pikir kamu gak suka. Syukur deh kalau kamu suka.."


Mereka pun mengobrol seperti biasa, membahas hal random hingga lupa waktu. Sedangkan kedua pria, kini tengah menuju suatu tempat, tapi bukan kantor. Tujuan nya saat ini adalah memberikan hukuman pada cecunguk kecil yang berani menyakiti para wanita mereka.


....


🌻🌻🌻



ngiler gak?🀭🀭


gift bunga sama kopi, vote nya jangan lupa ya😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2