OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Jangan Ketemu Mantan!


__ADS_3

Pagi hari nya, Rena terbangun lebih dulu. Dia masih merasa sedikit perih dan ngilu di inti nya, seperti mimpi kalau pria yang masih terlelap di samping nya adalah pria yang merenggut kesucian nya secara paksa.


Dia menggelengkan kepala nya, dia berusaha berjalan ke kamar mandi, tapi rasa perih begitu mendominasi, hingga membuat nya tak jadi bangkit dan malah terduduk lagi di sisi ranjang.


Rena meringis sambil memegangi area inti nya, Roy yang merasa terganggu terbangun dari tidur nya.


Dia melihat gadis nya terduduk dengan sesekali meringis.


"Yang, kenapa?" Tanya Roy dengan suara serak khas bangun tidur nya.


"Mau ke kamar mandi, tapi mau jalan rasa nya susah.." Jawab Rena pelan, tanpa melirik ke arah pria itu.


"Kan aku sudah bilang sayang, ayo aku bantu." Tawar Roy, Rena melirik sekejap dan mengulurkan tangan nya.


Roy buru-buru memakai celana boxer nya dan bangkit dari ranjang, membantu gadis itu berdiri dan berjalan pelan.


"Lama, aku gendong saja.." Dengan sekali sentak saja Roy sudah berhasil membawa gadis nya ke dalam gendongan nya.


"Mau apa ke kamar mandi? Pipis?" Tanya Roy. Sontak saja, Rena merona malu mendengar pertanyaan pria nya.


"Minggir lah, aku mau pipis.."


"Mau lihat." Jawab Roy dengan senyum jahil nya.


"Lihat apanya?"


"Mau lihat pas air nya keluar dari lubang itu yang, pasti lucu.."


"Hiss, mesoomm.. Pergi sana ." Rena menyipratkan air dengan gayung ke arah Roy, agar pria itu pergi.


Pria itu tergelak melihat ekspresi kesal Rena dan pergi menjauh dari kamar mandi.


Roy masuk lagi ke dalam kamar nya, untung saja hari ini tak terlalu banyak pekerjaan di kantor, jadi dia bisa berangkat ke kantor agak siangan, lagi pun tuan muda nya tak perlu di jemput karena berada di kediaman Alexander.


Dia mengibaskan kemeja nya yang kusut karena kelakuan nya semalam, belum lagi jas dan celana yang teronggok mengenaskan di lantai.


"Haduh, kusut banget nih baju." Gumam Roy, dia menggaruk kepala belakang nya dengan bingung.


"Makanya sebelum berbuat itu harus mikir dua kali, jangan cuma ngikutin nafsuu aja." Cibir Rena, gadis itu sudah berdiri dengan bersandar di sisi pintu.


Mendengar cibiran kekasih nya, Roy hanya cengengesan. Bodo amat lah, yang penting semalam udah dapet yang enak.


"Ohh iya ,kalau ngomongin yang semalam aku kok jadi pengen lagi ya? Nyandu banget goyangan nya.." Ucap Roy, dia masih ingat saat gadis itu terus bergerak-gerak saat dia sedang maju mundur.


"Enak aja, pergi sana. Kerja yang bener, udah di coblos sekarang tinggal halalin." Sindir Rena, membuat Roy mendongakan wajah nya.


"Sekali lagi deh yang, biar semangat nyari nafkah buat jajanin kamu."


"Gak ada niatan halalin aku gitu?" Tanya Rena.


"Ya jelas ada sayang, tapi kalau buat pesta 7 hari 7 malam aku belum ada. Kalau cuma buat resepsi sederhana mah cukup."

__ADS_1


"Yaudah sederhana aja, gak usah mewah-mewah hambur-hamburin uang aja." Jawab Rena.


"Oke, jadi deal satu ronde lagi. Liat nih junior udah tegang.." Ucap Roy sambil menunjuk senjata nya yang menonjol di balik celana boxer nya.


"Aku kasih kamu waktu lima menit, kalau dalam waktu 5 menit kamu gak meledak juga, aku gak mau tau pokok nya selesai."


"Nah gitu dong sayang, uhh cantik nya calon istri." Ucap Roy, lalu dia menarik tangan Rena agar duduk di pangkuan nya.


Dia menyibak daster selutut yang gadis nya pakai, dan menurunkan segitiga gadis nya.


"Duduki yang.."


"Belum basah, takut sakit." Jawab Rena apa adanya.


Roy meludahi tangan nya dan mengoleskan nya pada ujung senjata nya yang sudah siap bertarung.


"Yok, udah basah.." Rena menurut, dia menduduki pisang pria itu dengan perlahan masuk ke dalam inti nya yang sempit.


Roy memejamkan mata nya saat merasakan kembali sensasi menjepit inti gadis nya.


"Ohh.." Lenguh Rena saat senjata itu terbenam sempurna hingga pangkal nya.


"Bergerak sayang." Pinta Roy.


"Lho kok aku, yang minta kan kamu. Kenapa harus aku yang gerak, ya kamu lah.."


"Apa salah nya saling memuaskan sayang, ayo lah agar cepat selesai. Aku harus pergi kerja.."


"Suruh siapa mau nyoblos dulu, terlambat kerja itu sih urusan kamu. Urusan aku disini, kamu yang minta jadi kamu yang gerak." Kekeh Rena, dia tak mau bergerak.


Dia mengatur posisi tubuh gadis nya agar sedikit membungkuk. Dia mulai bergerak mengerjai gadis nya dari belakang, memeluk tubuh gadis nya sambil bergerak menghentak senjata nya ke dalam lubang gelap nan sempit itu.


"Apa ini, ummhhh..." Lenguh Rena, dia merasakan ngilu saat senjata pria itu terasa menusuk sangat dalam hingga menyentuh titik denyut nya.


"Enak kan sayang.. Aargghh.." Roy mempercepat gerakan nya, dia terus meracau dengan gerakan yang semakin cepat.


Hingga beberapa menit kemudian, cairan surgawi milik pria itu menyembur dengan deras di dalam inti gadis nya. Saking banyak nya hingga merembes mengaliri paha nya hingga ke betis.


Roy segera mencabut senjata nya, dia mendudukan tubuh nya di sisi ranjang.


"Aduhh lutut ku.." Ringis Rena, dia merasa lutut nya lemas juga bergetar tak karuan. Belum juga sarapan, ehh sudah di jejeli telur dan sosis.


"Nikmat sekali, terimakasih sayangku." dia memeluk tubuh berkeringat gadis nya, mengecup wajah nya beberapa kali.


"Udah kan? Jadi pergi lah, lama-lama liat wajah kamu aku mual.."


"Masa langsung jadi sih yang?" Tanya Roy dengan wajah bodoh nya.


"Bisa jadi, aku lagi masa subur lho. Kenapa?"


"Ya enggak sayang, kamu rencana nya mau pake kontrasepsi kayak Amel atau udah di biarin aja."

__ADS_1


"Jelas pake kontrasepsi dong, ogah banget kalo harus hamil di luar nikah, malu-maluin." Jawab Rena tegas.


"Yaudah, nanti aku pulang kesini bawa pil nya ya. Hati-hati di rumah, aku akan berusaha secepat mungkin beresin kerjaan biar cepet ketemu kamu." Ucap Roy sambil mengelus surai panjang gadis nya.


"Bawa martabak ya, kayak nya enak.."


"Oke sayang, rasa apa?"


"Kacang, coklat, keju di jadiin satu pasti lumer."


"Nanti aku bawain ya sayang, yaudah aku berangkat dulu."


"Itu kemeja nya kusut, gak mau di setrika dulu?" Tanya Rena, saat pria itu memakai kemeja yang nampak kusut.


"Gak usah, aku pulang dulu ke apartemen setelah itu langsung ke kantor." Jawab Roy, dia merapikan kerah kemeja nya.


"Yaudah deh, jangan nakal ya.."


"Nakal apa sayang ku?" Tanya Roy, dia membingkai wajah gadis nya.


"Jangan ketemu mantan, kamu harus tegas sama bibit pelakor jangan di biarin tumbuh subur dengan di sirami harapan." Peringat Rena.


"Iya sayang ku, aku pamit kerja dulu ya.. Makasih sarapan daging mentah nya, aku suka."


"Udah sana pergi.." Usir Rena.


"Kamu dari kemarin terus ngusir aku, kenapa sih?"


"Gak nyaman dan gak bebas kalo ada kamu disini." Jawab Rena jujur.


"Jujur banget.."


"Ya terus kamu mau nya aku bilang apa? Itu fakta nya kok, mana tamu nya kagak ada sopan santun nya lagi. Nyelonong masuk sembarangan ke kamar anak gadis,"


"Hooh dan dapet hadiah lubang sempit." Jawab Roy. Rena hanya mendelikan mata nya pertanda dia mulai kesal dengan percakapan tak berfaedah ini.


"Kamu sarapan gimana yang?"


"Ada warung di depan, biasa nya aku beli disana."


"Kan susah jalan."


"Udah gak usah mikirin aku, kamu pergi sana. Nanti telat kena semprot tuan Smith." Peringat Rena.


"Yaudah, ini pegang kartu aku. Kalau mau jajan pake itu aja, aku pamit dulu. Love you." Pria itu mengecup singkat kening gadis nya, Rena membalas nya dengan lambaian tangan sampai mobil pria itu menghilang di tikungan jalan raya.


"Haduh, gila tuh orang baru pacaran seminggu dah hilang keperawanan." Gerutu Rena, dia mengambil sapu dan alat pel, beberes di kostan adalah jalan terbaik untuk mengusir bosan.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Mana ada orang gila setampan Roy, Rena. Mana kerja nya kantoran lagi🤭🤭😂


jangan lupa bunga sama kopi nya ya, biar tambah semangat up nya😘😘


__ADS_2