
Meninggalkan sejenak sepasang kekasih yang sedang memadu kasih, kita melipir ke couple RR ya..
Roy sedang menunggu gadis nya di luar restoran dengan senyum yang selalu tersungging cerah di sudut bibir nya.
"Heyy.." Rena menepuk pundak kekasih nya dengan semangat.
"Kenapa sangat suka datang tiba-tiba sayang? Ayo kita pulang, sudah malam. Tak baik anak gadis pulang larut malam." Roy menarik tangan gadis nya menuju mobil, membukakan pintu nya, memperlakukan gadis nya bak ratu.
"Ini masang safety belt nya gimana sih?" Rena menggerutu, sedari tadi dia berusaha memasang seatbelt, tapi tak berhasil.
Melihat itu, Roy menggelengkan kepala nya.
"Cuma masang seatbelt aja gak bisa.." Ledek Roy dengan senyum jahil nya.
"Wajar aja, kan aku baru pertama kali naik mobil ginian." Jawab Rena ketus.
Roy memasangkan seatbelt di pinggang gadis nya, setelah itu dia menghidupkan mesin mobil dan ingin melajukan nya.
Tapi, bunyi ketukan lirih di pintu mobil membuat niat nya urung. Dia melihat sesosok gadis dengan gaun malam berwarna merah sedang menunggu kaca mobil terbuka.
Dengan perlahan, Roy menurunkan kaca mobil nya dan terlihat lah sosok Riska, si mantan Roy.
"Hallo Roy, bisa aku menumpang sampai ke apartemen di blok xxx.." Ucap nya dengan senyuman yang merekah, membuat Rena memalingkan pandangan nya ke samping.
Roy tak langsung menjawab, dia melirik sang kekasih yang sudah menunjukan ekspresi kesal nya.
"Maaf Ris, aku harus mengantar Rena ke rumah nya."
"Ayolah, kau kan bisa mengantar gadis itu setelah mengantarkan aku." Bujuk Riska, dengan tatapan memohon.
Sekali lagi, Roy melirik ke arah gadis nya, tapi tetap sama. Gadis itu tak mau menatap nya.
"Sayang, bagaimana?"
"Ini kan mobil mu, kenapa harus minta izin pada gadis OG itu Roy? Lagi pun dari mana nya kau menyukai gadis seperti dia, udik dan kampungan." Riska tampak memindai penampilan gadis yang bersama Roy dari atas sampai ke bawah.
"Lalu?"
"Lalu apanya? Aku cuma meminta tumpangan.." Jawab Riska.
"Maaf, aku tak bisa. Aku sudah bersama Rena, dan dia kekasih ku."
"Ckkk, baiklah. Tapi, jika kau bosan padanya kembali pada ku saja." Riska tersenyum meremehkan ke arah Rena yang menatap nya tajam.
"Hehh, perempuan gak tau malu. Kalau udah di bilangin gak mau ya udah jangan maksa, lagi pun Roy sekarang lebih milih aku dari pada kamu. Kamu kan cuma mantan nya, iya mantan gak tau diri dan gak tau di untung."
"Itu muka di kasih semen berapa lapis sih? Kok tebal banget.." Sindir Rena bar-bar.
__ADS_1
"Tife Roy ternyata wanita seperti ini ya? Ckkk, bagusan aku kemana-mana.." Bangga nya pada diri sendiri.
"Sibuk menilai penampilan orang lain hingga lupa berkaca, hello di rumah punya kaca gak Neng? Kalau gak punya, sini aku beliin yang segede gaban."
Mendengar itu, Riska mengepalkan tangan nya geram dengan gadis yang duduk santai di samping Roy.
"Ayolah Roy, antar aku. Kali ini saja." Rena memutar mata nya sebal, wanita di depan nya begitu tak tau diri dan bermuka tebal.
"Antar saja yang," Ucap Rena tanpa menatap pria itu. Dia sudah menunjukan sikap tak nyaman nya dengan wanita itu.
"T-tapi..." Perkataan Roy terputus saat merasakan pintu belakang mobil nya terbuka dan tertutup setelah Wanita itu masuk.
"Ckkk, tak tau malu sekali.." Gumam Rena, Sedangkan Roy menggaruk belakang kepala nya, dia tak mengerti kenapa bisa jadi seperti ini.
"Panas ya disini, sayang hidupkan AC nya.." Pinta Rena. Roy menurut dan menyalakan pendingin mobil nya.
Tapi dia jelas tau kalau wanita yang duduk di kursi belakang itu paling anti dengan pendingin mobil, dia pasti akan mabuk perjalanan.
"Roy, matikan AC nya aku tak tahan. Aku mual.."
"Ckk, sangat lebay.." Gerutu Rena, dia menurunkan kaca jendela nya hingga dingin nya angin malam terasa menyejukan.
"Huhh, harus nya aku yang duduk di depan.." Celetuk Riska.
"Mau pindah ke depan? Silahkan..."
"Dalam mimpi.." Tekan Rena, hingga membuat wanita itu mencebik.
"Ayang mau coklat.." Pinta Rena.
"Coklat malam-malam yang? beneran?" Tanya Roy, dia melirik sekilas pada gadis nya dan kembali fokus menatap jalanan.
"Beliin ya.."
"Apapun yang kamu mau akan aku berikan, nanti kita beli di minimarket di depan sana ya.." Jawab Roy, dia dengan sengaja mengusak puncak kepala gadis nya dengan lembut. Hingga membuat suasana makin memanas, karena Riska merasa sangat cemburu melihat kemesraan kedua orang itu.
....
Benar saja, mobil berhenti di depan salah satu minimarket.
"Ada yang mau di beli lagi selain coklat sayang?" Tanya Roy sebelum pria itu keluar.
"Mau susu kotak yang plain ya sayang, dua."
Roy tersenyum mengiyakan, dia baru saja akan turun dari mobil saat tiba-tiba suara dari bangku belakang membuat nya kembali terduduk.
"Beliin aku juga ya Roy, kamu kan yang paling ngertiin aku, aku lagi bad mood."
__ADS_1
Roy mendelikan mata nya, lalu tanpa menjawab dia keluar dari mobil dan pergi ke minimarket, meninggalkan kedua perempuan yang berstatus kekasih dan mantan nya itu.
"Heh, kau gadis udik. Cara apa yang kau gunakan untuk menjerat Roy?"
"Sederhana, hanya ketulusan dan tak memandang fisik." Jawab Rena.
"Aku minta, mulai sekarang kau harus menjauhi Roy, putuskan dia."
"Hello, anda siapa sih main ngatur-ngatur saya? Hak anda apa? Pacar nya bukan, saudara nya bukan, orang tua nya juga bukan. Kok seenaknya sih?" Tanya Rena, membuat amarah Riska kembali memuncak karena gadis itu selalu bisa membalikan keadaan menjadi dia yang terpojok.
"Aku calon istri nya.."
"Hahaha....." Tawa Rena pecah, dia menganggap perkataan Riska sangat lucu hingga membuat nya tertawa terbahak-bahak.
"Diam, berisik.."
"Harus nya yang cuma numpang yang diam, berisik tau gak. Udah mah cuma numpang, ehh gak tau diri." Sindir Rena.
"Apa sih yang buat Roy suka sama gadis kampungan modelan Lu?"
"Setidaknya walaupun aku kampungan, aku masih virgin. Nah kamu? Udah longgar kan? Uppss lupa, kamu kan janda." Ucap Rena membuat Riska bungkam seketika. Kalah telak!
"Berani sekali kau.."
"Apa nya? itu kan memang fakta, mau di sangkal mati-matian pun gak bakal bisa." Jawab Rena santai dari bangku depan, tanpa melirik sedikit pun ke arah Riska yang wajah nya sudah memerah karena menahan amarah.
Tak lama, Roy datang dengan menenteng dua plastik belanjaan.
"Sayang, coklat yang biasa kamu beli lagi habis. Jadi aku beliin yang lain, mau gak?" Roy mengeluarkan satu bar coklat dan menunjukan nya pada Rena.
"Jelas aku mau sayang, makasih.."
"Buat aku mana Roy?" Tanya Riska, dia menatap pria itu dengan penuh harap.
"Cuma ada tiga bungkus coklat disana, jadi hanya ada buat Rena. Kalau mau, beli sendiri." Ketus Roy.
Lagi-lagi, Riska merasa di abaikan oleh Roy. Dia menyedekapkan tangan nya di dada karena kesal.
"Hahaha, rasain.." Batin Rena tertawa puas.
....
๐ป๐ป๐ป
Puas banget ngerjain calon pelakor ya, Ren?๐ bagus, memang pelakor wajib di kasih pelajaran.
__ADS_1
visual Rena๐๐