OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Yes Or No?


__ADS_3

Rena buru-buru membekap mulut sahabat nya dengan tangan, dari tadi dia suka sekali berteriak hingga memancing para mata untuk menatap nya.


"Jangan teriak Amelia Putri." Ketus Rena, dia kembali duduk setelah Amelia tenang. Tadi kedua mata nya membulat penuh, hingga hampir melompat dari tempat nya.


"Sejak kapan Ren? Kok aku gak tau.."


"Baru semingguan Mel, kamu juga bisa-bisa nya nyembunyiin hal sebesar ini dari aku." Amelia nyengir, menampakan deretan gigi putih nya. Sedangkan Rena, dia mendelikan mata nya sebal. Dia kesal karena Amelia tak memberi tahu nya apapun tentang hubungan nya dengan Smith.


Tapi dia juga bersyukur, Smith adalah pria gentle yang mau bertanggung jawab. Dia hanya bisa berharap pria itu bisa membahagiakan sahabat nya.


"Selamat ya Ren, semoga kamu sama Pak Roy bahagia selalu."


"Hubungan aku sama Pak Roy masih di backstreet, entahlah Mel. Aku tiba-tiba aja ngerasa ragu sama hubungan ini." Keluh Rena.


"Bukan nya kamu naksir sama pak Roy udah dari lama Ren?"


"Iya sih, tapi aku cuma takut kalau dia gak tulus sama aku. Aku cuma takut kecewa nanti nya, kalau ternyata dia cuma manfaatin aku, jadiin aku pelampiasan." Jawab Rena lesu.


"Lho kok kamu pikiran nya gitu Ren? Ada masalah? Cerita sama aku, aku siap dengerin." Sebagai sahabat yang baik, tentu nya Amelia selalu mau mendengarkan setiap keluh kesah sahabat nya.


"Kamu ingat Riska? Wanita yang nyuruh aku jauhin Pak Roy?" Amelia menganggukan kepala nya, pertanda dia mengingat nya.


"Aku melihat mereka bertemu, bicara serius dan di akhiri pelukan mesra kemarin." Jawab Rena sendu, mata nya menyiratkan kesedihan.


"Jika pak Roy belum menyatakan perasaan nya, aku tak masalah Mel. Mau dia ciuman atau apapun, aku gak peduli. Tapi ini terjadi setelah kami berdua sepakat untuk menjalin sebuah hubungan, meski backstreet."


"Aku juga salah, seharus nya aku gak langsung nerima ungkapan cinta Pak Roy hari itu. Tapi aku keburu seneng, karena rasa cinta ku terbalas tanpa memikirkan gimana kedepan nya. Jujur aja, aku kecewa sama diri aku sendiri." Rena menundukan kepala nya, meremat jemari nya yang sedari tadi bertaut.


Amelia masih diam, belum memberikan respon apapun. Dia masih menunggu Rena bercerita lagi, begitulah Amelia dia akan mendengarkan terlebih dulu sebelum memberi pendapat.


"Menurut kamu aku harus gimana sekarang Mel?" Tanya Rena akhirnya.


"Menurut aku, ya tentu kamu harus pertahanin hubungan kamu sama Pak Roy, Ren. Gapapa sedikit berjuang di awal, kamu berhak bahagia. Riska itu kan gak lebih dari sekedar masa lalu nya aja, kamu masa depan nya."


"Apa kamu udah tanya sama Pak Roy tentang perasaan dia sama Riska?" Rena mengangguk.


"Jawaban nya gimana?"


"Dia cuma bilang dia cuma masalalu, dan kamu hanya perlu percaya padaku, itu aja.."


"Coba aja kamu percaya dulu sama Pak Roy, Ren. Aku tau karakter Pak Roy itu kayak gimana, dia pria yang tegas dalam mengambil keputusan. Bener kata pak Roy, kamu hanya perlu percaya sama dia aja. Gak usah dengerin omongan orang lain, pada dasarnya mereka cuma iri."


"Tapi Mel, aku merasa gak percaya diri aja."


"Bukan nya Pak Roy udah milih kamu buat jadi kekasih nya? Lalu apa yang harus kamu keluhkan lagi? Secantik apapun wanita di luaran sana, tetap saja Pak Roy milih kamu kan? Itu artinya kamu memiliki kelebihan sendiri, sekarang kamu cuma perlu yakinin hati kamu aja." Amelia memberikan petuah berharga nya.


"Makasih ya Mel, kamu udah mau dengerin aku, kasih solusi buat aku. Beruntung nya aku punya sahabat kayak kamu, sekali lagi makasih Mel." Rena memeluk kembali tubuh sahabat nya dengan erat, tak dapat di pungkiri. Amelia adalah sahabat terbaik nya, dia mampu menceritakan semua nya pada Amelia. Padahal dia biasa nya tertutup, dan memilih memendam sendiri masalah yang dia alami.


"Sama-sama Ren, kita kan temenan. Aku juga beruntung punya sahabat kayak kamu, kamu selalu ngertiin apapun keadaan aku."


"Udah ya, sekarang fokus aja sama hubungan kamu sama Pak Roy, orang lain yang ngomong macam-macam, anggap aja angin lalu." Rena menganggukan kepala nya mengiyakan.


Sekarang, hati nya terasa lega karena sudah mencurahkan semua nya pada sahabat terbaik nya.

__ADS_1


"Aku lanjut kerja ya, gak enak sama yang lain. Kamu juga sebaiknya cepetan ke ruangan Tuan Smith, nanti dia nyariin kamu." Rena mengedipkan sebelah mata nya genit, menggoda Amelia.


Gadis itu hanya tersenyum malu-malu, karena secara langsung dia sudah memberitahu aib nya sendiri.


....


Amelia pergi ke ruangan Smith, ruangan yang biasa nya dia bersihkan setiap pagi dengan di bumbui beberapa godaan dari sang pria. Tapi kini, ruangan itu menjadi ruangan kekasih nya, bukan atasan nya lagi.


Amelia membuka pintu kaca itu dengan perlahan, dia melihat kekasih nya sedang berkutat dengan benda persegi di depan nya. Tangan nya dengan lincah menekan keyboard laptop, sesekali dahi nya mengkerut, entah pekerjaan apa yang membuat nya seserius itu.


"Lagi sibuk ya Oppa?"


"Ehh ayang, nggak kok. Udah selesai ngobrol sama Rena, sampai ninggalin aku?"


"Cuma ditinggal bentaran doang, lanjutin aja kerja nya Oppa. Aku mau duduk aja, lemes banget."


"Kamu kan belum makan." Cetus Smith, dia mengingat gadis nya itu belum makan sejak pagi.


"Udah barusan makan bakso dua porsi di kantin."


"Dua porsi? Yang bener aja, itu perut muat gitu?" Tanya Smith meragukan.


"Perut aku bisa meregang Oppa, kayak karet." Jawab Amelia santai, dia duduk santai di sofa dengan memegangi perut nya yang terasa kram.


"Kamu memang berbeda dari yang lain, yaudah kamu istirahat aja dulu, kalau mau tidur masuk kamar aja, aku masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini juga." Amelia mengangguk patuh, dia memilih berbaring di sofa hingga mata nya tertutup sempurna, hanyut dalam dunia mimpi.


....


Sore hari nya, Smith membangunkan gadis nya. Sudah waktu nya pulang, tapi gadis itu masih tertidur lelap berselancar dalam dunia mimpi.


"Eenghh.." Gadis itu hanya melenguh pelan, dan kembali memejamkan mata nya. Malah bertukar posisi membelakangi Smith.


"Dasar kebo, susah sekali di bangunin. Gak biasa nya begini. Oke, jangan salahkan aku kalau kamu terbangun sendiri nanti." Smith menyeringai, dia memiliki ide jahil untuk membangunkan gadis nya. Sudah pasti cara ini akan berhasil.


Tangan nakal Smith merayap ke area inti gadis itu yang masih di baluti segitiga berwarna hitam itu, tangan nya menyusup masuk ke dalam benda itu, memainkan lembah basah yang biasa nya dia pakai untuk menidurkan senjata nya.


"Ahhh..." Entah sadar atau tidak, Amelia mendesahh dalam tidur nya dan itu membuat Smith yakin, gadis nya akan bangun sebentar lagi.


Dia semakin nakal, jari tengah nya menusuk masuk ke dalam lubang kecil nan gelap itu, menggerakan nya maju mundur dengan perlahan, sedangkan jari yang lain memainkan kacang kecil yang terhimpit itu, Amelia gelisah dalam tidur nya, dia bergerak tak karuan merasa tak nyaman di area bawah nya.


Dia membuka kedua mata nya perlahan, dan dia memekik saat mendapati tangan kekar itu tengah bermain di area terlarang nya.


"Oppa, hentikan kau membuat ku basah." Rengek Amelia manja.


"Suruh siapa susah di bangunkan, hanya ini satu-satunya cara agar kamu bangun dan ternyata kamu bangun dengan sendiri nya, bagaimana enak? Mau di lanjutkan atau tidak?"


"Tidak, aku tidak nyaman." Jawab Amelia, dia mendorong tangan kekar itu dari area bawah nya yang terasa basah.


"Kenapa, kamu nolak aku yang?"


"Ehmm, udah sore oppa. Aku laper lagi, nanti setelah makan boleh deh."


"Yaudah, ayo makan. Aku bakal ajak kamu ke restoran enak.." Smith membersihkan jari nya dari sisa cairan milik gadis nya dengan tissu, dan menarik gadis itu keluar dari ruangan nya.

__ADS_1


...


Asisten Roy menunggu di parkiran, tak sengaja mata nya menatap kekasih nya. Sudah dua hari gadis itu seperti menghindari nya, entah karena apa dia sendiri tak tau kenapa.


Tapi saat ini, dia melihat gadis itu tersenyum manis ke arah nya. Senyuman manis yang sudah dia rindukan, kini terlihat lagi.


"Nanti aku telepon.." Ucap nya tanpa bersuara, gadis itu menganggukan kepala nya dan pergi bersama teman-teman nya ke halte bus.


Melihat senyuman itu membuat Roy bersemangat, dia tak sabar ingin mengobrol ria dengan kekasih nya. Tapi dia harus menyelesaikan misi penting hari ini, tentu nya misi perintah Smith.


...


Tak lama, sepasang kekasih itu datang dengan tangan yang saling bertautan mesra. Pria itu menunduk hormat ke arah tuan muda nya.


"Selamat sore tuan dan nona muda." Sapa nya seperti biasa, lalu membukakan pintu belakang.


Setelah kedua nya masuk, dia pun segera melajukan nya dengan kecepatan sedang membelah jalanan padat, karena jam pulang kantor.


Mobil itu melaju ke arah tempat yang sebelum nya sudah di sewa khusus untuk acara makan malam Smith dan Amelia.


Tempat nya sudah di desain seromantis mungkin, dengan taburan kelopak bunga mawar di karpet merah dan lilin yang mengelilingi meja berbentuk hati.


Amelia di buat menganga saat melihat betapa indah nya tempat ini, padahal mereka hanya akan makan malam tapi malah di sajikan dengan semewah ini.


Dia tak berfikir macam-macam, mungkin hanya karena mereka tau kalau Smith Alexander akan makan malam bersama nya disini, jadi mereka melakukan yang terbaik.


Smith menarik tangan gadis nya menuju meja yang sudah di sediakan, alunan musik biola menambah kesan romantis, membuat senyum gadis itu terus tersungging.


"Kamu suka?" Amelia menganggukan kepala nya.


"Tapi, menurut saya ini terlalu berlebihan. Kita hanya akan makan malam kan? Kenapa seperti ini.."


"Tentu nya untuk kamu sayang, tak ada yang berlebihan jika menyangkut dirimu." Jawab Smith, pria itu menatap gadis nya intens hingga membuat Amelia salah tingkah, karena pria itu menatap nya penuh cinta.


Tak lama, lampu di matikan. Lampu menyorot langsung ke arah meja yang mereka duduki, Amelia mengerutkan dahi nya, dia masih belum mengerti ada apa sebenarnya.


"Op.." Belum selesai dia bicara, dia malah terbungkam saat melihat pria itu berjongkok di depan nya, tangan nya memegang kotak berwarna merah dengan satu buah cincin bertahta kan berlian yang berkilau, nampak begitu cantik saat tersorot lampu.


"Aku tau, hubungan kita di awali dari sebuah hubungan saling menguntungkan. Aku menginginkan dirimu sejak lama, hanya saja ego ku mengalahkan semua rasa yang aku punya untuk mu dan memendam nya sendiri."


"Entah kenapa aku malah menjerat mu dalam sebuah hubungan yang bisa di bilang buruk, tapi sekarang. Aku Smith Alexander, menginginkan dirimu menjadi masa depan ku."


"Aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata-kata indah untuk gadis nya, sungguh ini pertama kali nya aku melakukan hal seromantis ini untuk seorang gadis. Tapi, kini aku melakukan nya pada mu. Aku menunjukan kesungguhan ku, rasa cinta ku pada mu."


"Amelia Putri, mau kah kamu menikah dengan ku? Menjadi istri satu-satunya, dan ibu dari anak-anakku?" Tanya Smith, mata nya begitu mengharap.


Sedangkan Amelia, dia tak kuasa menahan air mata nya. Dia menutup mulut nya sendiri, tak menyangka, semua ini akan terjadi hari ini. Smith melamar nya dengan cara yang paling romantis dan berkelas, dia bahkan rela menyewa seluruh restoran hanya untuk mengutarakan niat nya mempersunting gadis cantik pilihan hati nya.


"Yes or No?"


"A-aku...."


...

__ADS_1


🌻🌻🌻


Diterima atau nggak? Kalian mau nya di terima atau di tolak?🀭 jangan lupa ngasih bunga dan kopi ya, tenkyuu 😘😘😘😘


__ADS_2