
Malam hari nya, Smith turun lebih dulu. Sedangkan istrinya masih sibuk bersiap, karena Smith tak benar-benar menepati janji nya yang tak akan menyentuh istri nya. Nyatanya nafsuu nya tiba-tiba saja datang saat melihat tubuh polos sang istri.
Meski sempat mendapat penolakan, tapi bukan Smith namanya jika dia tak bisa menggoda istrinya sendiri, dia dengan jelas tau titik-titik sensitif Amelia, jadi dengan mudah dia mampu membuat nya luluh dan mau melayani hasrat nya.
Smith cengengesan saat melihat Bibi Rose sedang menatap aneh pada nya, jelas saja membuat bibi nya keheranan, wajah Smith nampak berbinar dengan senyuman manis dan rambut basah nya.
"Habis ngerjain istrinya itu, pasti.." Cibir Bibi Rose.
"Hehe, bibi tau aja.."
"Jangan sering-sering Smith, kasian istrimu kelelahan, gak bagus buat janin nya." Bibi Rose memberi nasihat.
"Cuma bentar Bi, lagian Amel gak nolak kok.."
"Iya karena kamu yang goda istri mu, bibi tau otak mesoom mu itu Smith."
Smith menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba saja terasa gatal.
Amelia menuruni tangga dengan perlahan, tapi tangan nya keburu di genggam seseorang dan itu adalah Smith.
Dia melihat istri nya ingin menuruni tangga, dia khawatir, lalu membantu istri nya berjalan dengan menggenggam tangan nya.
"Kamar kita pindah ke bawah aja ya By, kasian kamu naik turun. Belum lagi nanti kalau kamu hamil besar, pasti susah."
"Terserah Oppa saja, aku ngikut." Jawab Amelia.
"Istri yang baik.." Smith mengusap puncak kepala sang istri.
....
"Makan yang banyak Mel.." Ucap Bibi Rose sambil terus menambahkan berbagai sayuran.
"Iya Bi, enak banget.." Puji Amelia membuat bibi nya tersenyum.
__ADS_1
"Ohh iya, Roy minta cuti." Celetuk Appa Joseon.
"Cuti nikah ya Pa?" Tanya Smith sambil mengunyah makanan nya.
"Iya, 5 hari lagi mereka menikah. Tapi gak ada pesta karena ibu nya Rena menolak dengan alasan putri nya akan kelelahan." Jelas Appa Joseon.
"Baiklah, Smith bingung."
"Bingung kenapa Smith?"
"Kasih kado pernikahan apa ya Pa?" Tanya Smith.
"Rumah.." Celetuk Bibi Rose.
"Ah yaa, Rumah.."
"Tapi apartemen nya gimana? Oppa udah ngasih Asisten Roy apartemen kan?" Tanya Amelia, ikut bersuara.
"Ahh ya, Rumah juga bukan ide yang buruk." Jawab Amelia menyetujui usulan bibi nya.
"Kamu kenapa By?" Tanya Smith saat melihat raut sang istri yang nampak seperti menahan sesuatu.
Tak lama, wanita hamil itu berlari ke kamar mandi dekat dapur sambil menutupi mulutnya dengan kedua tangan.
Huekk... Huekk..
Amelia memuntahkan semua isi perut nya di wastafel, Smith datang dan membantu memijat tengkuk sang istri.
"Baby.."
"Oppa, pait.." Keluh Amelia.
"Dedek gak boleh rewel sayang kasian mama, pindahin ke papa aja ya sayang," Ucap Smith di depan perut sang istri, seolah mengajak anak nya bernegosiasi.
__ADS_1
"Lemes Oppa.."
"Aku gendong sayang," Smith memangku sang istri.
"Amel kenapa Smith?"
"Muntah-muntah Bi.." Jawab Smith.
"Biasanya mual-mual nya kan pagi, ini udah malam." Gumam Bibi Rose.
"Tolong buatin teh manis hangat ya Bi, lihat Amel udah pucat banget."
"Bawa ke kamar aja, nanti bibi anter teh nya."
Smith menganggukan kepala nya dan segera membawa sang istri ke kamar nya.
"Oppa.." Panggil Amel lirih.
"Iya sayang, aku disini.." Jawab Smith.
"Dingin.."
"Aku matiin AC nya ya sayang, besok kita ke dokter lagi minta obat buat mual-mual nya."
"Aku ingin tidur, aku capek.."
Smith mengerti keinginan sang istri, dia merangkak menaiki ranjang, berbaring di samping istri nya, memeluk nya dengan erat, mengusapi punggung nya dengan lembut.
"Jangan sakit By, Aku tak tahan melihat mu begini." Ucap Smith.
.....
🌻🌻🌻
__ADS_1