OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
The Wedding


__ADS_3

Bapak melerai pelukan nya, dia mengusap lelehan air mata di wajah cantik putri nya dengan perlahan.


"Anak baik gak boleh nangis ya, ayo sekarang kita turun. Calon suami mu sudah menunggu."


Amelia menganggukan kepala nya, dia mengapit lengan sang ayah dengan kedua gadis yang memegangi ekor gaun nya dan Roy yang berjalan di belakang pengantin dengan perasaan haru.


Bukan karena dia pernah menyukai Amelia, tapi dia merasa terharu karena tuan muda nya akan melepas masa lajang nya setelah sekian lama, 29 tahun cukup sudah dia sendirian menghadapi keras nya kehidupan.


Amelia berjalan perlahan karena high heels nya yang cukup tinggi dan gaun yang terasa berat membuat nya tak leluasa berjalan.


Di ujung karpet merah, Smith menunggu dengan hati yang berdebar. Dia memaksakan senyum nya, meski hati nya sedang di landa kegugupan.


Pria itu nampak gagah dengan balutan jas rapi serba hitam, dia juga mengganti warna rambut nya khusus untuk acara pernikahan nya. Hebat nya lagi, Amelia tak menyadari perubahan warna rambut sang calon suami.



Senyuman nya tersungging cerah saat melihat gadis nya berjalan dengan bapak di samping nya.


Benar saja kata Rena, pria itu bahkan hampir tak berkedip karena melihat betapa cantik nya Amelia, gadis yang beberapa menit lagi akan sah menjadi istri nya.


Amelia berdiri tepat di hadapan pria tampan yang sebentar lagi akan menjadi suami nya, dia menatap penampilan pria itu yang nampak gagah dan ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat.


Bapak menyerahkan tangan putri nya untuk di genggam calon menantu nya.


"Bapak serahkan putri bapak satu-satunya pada mu, bapak percayakan semua nya tentang Amel pada mu Nak. Tolong jaga dia dengan baik, dia harta paling berharga yang bapak punya saat ini."


"Smith pasti akan menjaga Amel dengan baik pak, semampu Smith. Smith juga berjanji akan selalu membahagiakan Amel seumur hidup nya, itu janji Smith pada bapak." Jawab Smith mantap.


Lagi-lagi, bapak meneteskan air mata nya. Rasa nya sungguh berat harus menyerahkan anak gadis yang selama ini dia jaga, yang dia banggakan, anak cantik yang dulu dia gendong kini telah dewasa dan sebentar lagi status nya akan berubah menjadi istri orang.


Amelia menyambut uluran tangan Smith, dia segera menggenggam nya erat.


Mereka berdua berjalan bersama menuju ke pelaminan tempat mereka akan mengikat janji suci di hadapan tuhan.


Smith menatap gadis nya, gadis yang tak sengaja dia temui saat akan pergi menghindari Marissa yang dia sebut wanita bulat.


Tak sangka, hubungan nya akan berjalan sejauh ini. Sungguh demi apapun, ini adalah hari yang paling membahagiakan seumur hidup nya.

__ADS_1


"Kedua mempelai sudah siap?"


"Ya, kami siap.." Jawab Smith tegas.


Penghulu mengucapkan beberapa larangan setelah menikah, termasuk menyakiti fisik dan mental seorang gadis yang sudah dia persunting menjadi istri yang sah di mata hukum dan agama.


"Tuan berjanji takkan melanggar larangan dalam pernikahan nomor 1?" Smith menganggukan kepala nya cepat sebagai jawaban.


"Nomor 2, jika pihak suami menghianati atau berselingkuh, maka pihak kedua sebagai istri berhak menuntut cerai dengan berbagai pertimbangan."


"Saya berjanji takkan pernah melanggar larangan itu." Jawab Smith.


"baik, mari kita mulai ijab nya." Smith menjabat tangan penghulu dengan tatapan mata yang tajam.


Smith menghela nafas nya perlahan sebelum mengucapkan kata kunci dari sebuah pesta yang dia gelar, janji suci seumur hidup yang dengan susah payah dia mengapalkan nya semalaman suntuk hingga lupa tidur.


Hingga suara serentak berteriak penuh semangat saat dia berhasil mengucap kata-kata itu dengan satu tarikan nafas dengan lantang nya.


SAHHHH!!!


Mamak dan Bapak meneteskan air mata kebahagiaan nya, mereka bahagia karena putri nya sudah ada yang menjaga, dan itu pria pilihan putri nya, meski mereka belum tau awal dari hubungan yang mereka jalin sebelum nya, tapi apa itu penting? Tidak, yang jelas Smith sudah mempertanggung jawabkan semua nya.


Amelia menatap pria itu dengan senyum kebahagiaan yang tersungging manis di kedua sudut bibir nya.


Smith juga menatap gadis yang tengah menatap nya juga, pria itu memasangkan cincin berlian di jari manis gadis nya, begitu pun sebaliknya.


Amelia mengecup lembut punggung tangan suami nya, Smith mengecup singkat kening sang istri hingga membuat orang-orang berteriak heboh.


"Kalian sudah sah menjadi suami istri, selamat atas pernikahan nya. Semoga cepat di beri keturunan dan kebahagiaan yang berlimpah."


"Terimakasih Pak."


"Saya harus pergi, masih ada beberapa tempat yang harus saya datangi karena tugas kantor. Kami permisi lebih dulu."


"Sekali lagi terimakasih pak.." Kali ini bukan Smith yang menjawab, tapi Appa Joseon yang menjawab.


...

__ADS_1


Amelia berdiri di samping pria yang telah menjadi suami nya, sepasang pengantin itu mendapat banyak selamat dan doa-doa agar selalu di limpahkan kebahagiaan.


Kini, giliran Rena dan Roy yang naik ke pelaminan.


Rena menyalami tuan muda nya di kantor, dan dia segera menghambur memeluk Amelia, sahabat nya.


"Selamat ya Amel, aku turut berbahagia untuk mu. Semoga langgeng sampe kakek nenek ya, dan semoga cepat dapat momongan, aku gak sabar nunggu kabar baik dari kamu Mel."


"Do'ain aja ya Ren, aku pasti memberitahu mu jika aku sudah isi. Kapan kalian akan menyusul?" Tanya Amelia dengan alis yang dia naik turunkan ke arah Roy dan Rena.


Roy masih berdiri kaku tanpa berniat menjawab pertanyaan Nona muda nya.


"Selamat tuan, saya ikut berbahagia."


"Terimakasih Roy, kapan kau akan meresmikan hubungan mu dengan Rena?" Kembali, pertanyaan yang sama terulang. Tadi nya, dia belum mau membahas nya sekarang, tapi nona dan tuan muda nya malah terlihat seperti bekerja sama untuk membuat nya terpojok.


"Ahh, tak apa aku masih belum ingin menikah sekarang Mel, aku turun dulu ya. Kasian yang lain udah ngantri."


"Nanti, kalau Asisten Roy minta jatah, jangan di kasih ya sebelum keputusan nya pasti." Peringat Amelia dan itu juga di dengar sendiri oleh Roy.


Mereka berdua pun turun, suasana masih aman kondusif hingga seseorang yang tak asing datang, dia berjalan dengan anggun menuju pelaminan.


Smith memalingkan wajah nya ke samping, dia begitu muak melihat wajah itu, tapi mau bagaimana lagi, tak mungkin dia secara terang-terangan mengusir tamu yang berniat memberi nya selamat.


"Selamat untuk kalian berdua, aku turut berbahagia untuk kalian.."


"Ya, kenapa kau kesini? Bukan nya kau tak di undang.." Ketus Smith membuat wanita itu terkekeh.


....


🌻🌻


Siapa?


Haii, ada yang nungguin author up gak sih? maaf telat up, masih sibuk dengan dunia nyata🤭


__ADS_1


__ADS_2