
Sesampai nya di apart, Smith segera berjalan cepat menuju kamar nya. Dia tak sabar ingin bertemu gadis nya, sedari tadi dia terus senyam-senyum sendiri, bahkan sapaan anak buah yang berjaga di depan pintu dia jawab dengan ramah, padahal biasa nya tak pernah.
Biasa nya dia hanya akan berdehem sebagai jawaban atau menganggukan kepala nya, bahkan sering kali mereka di kacangin, alias tak di hiraukan.
Hal seperti ini sangat langka bagi anak buah Smith Alexander, bisa di tebak hal ini terjadi karena siapa? Tentu saja Amelia jawaban nya, gadis sederhana yang mampu menjungkir balikan Smith 180 derajat.
"Tuan bos kenapa ya? Apa ajal ku sudah dekat?" Bisik-bisik anak buah Smith di luar setelah tuan muda itu masuk.
"Husss, kau tau kan sekarang sebegitu besar nya pengaruh Nona muda di keseharian tua. muda, jadi kita harus menjaga nya dengan hidup kita." Cetus yang satu lagi.
"Benar kata mu, padahal dulu saat masih dengan Nona Marissa, tuan muda tak tampak seceria ini, meski dia mengakui kalau dia mencintai gadis itu kan?"
"Ya, terbukti Nona muda yang sekarang lebih bisa membuat tuan muda bergairah lagi."
"Apa maksud mu?"
"Diam lah, jangan bergosip. Ketauan bisa di jahit mulut kita." Mereka pun menyudahi acara mengghibah tuan muda nya itu dan kembali fokus berjaga di luar pintu.
...
Amelia tengah membereskan seprai yang nampak berantakan seperti kapal pecah karena dia tidur kemana-mana, beruntung Smith pergi jadi selamat tak terkena tendangan kaki Amelia.
Infus nya juga sudah di buka dengan seizin Smith, tadi siang Dokter Firman datang dan memaksa masuk. Tapi tentu nya Anak buah Smith tak mengizinkan tanpa bukti terlebih dahulu.
"Hallo, Firman. Ada apa?"
"Smith aku di depan apartemen mu, tapi ada dua anak buah mu yang berjaga, mereka tak mengizinkan aku masuk." Jelas dokter Firman.
"Mau apa kau ke apartemen ku? ingin bertemu gadis ku, begitu? Kau curi-curi kesempatan saat tau aku pergi kan?" Tuduh Smith.
"Aku masih laku, tak mungkin aku merebut gadis mu Smith. Aku hanya ingin membuka infus nya saja, tak lebih."
"Cckkk, baiklah. Kau boleh masuk, apa anak buah ku disana?"
"Ya." Jawab dokter Firman singkat, seribet ini kah tuan muda itu jika berurusan dengan gadis nya? Amelia gadis yang luar biasa!
"Berikan ponsel mu pada nya."
Dokter Firman memberikan ponsel nya, anak buah dan atasan itu terlibat suatu obrolan yang serius.
Tak lama, anak buah Smith mengizinkan dokter itu masuk. Tapi dia juga mengekor di belakang nya, mengikuti setiap gerak-gerik nya hingga ke kamar sang tuan muda.
__ADS_1
"Amelia, kau benar-benar gadis yang luar biasa. Bagaimana cara mu melunakan si es batu itu? Sedangkan belum pernah ada yang berhasil melakukan hal semustahil itu." Batin dokter Firman.
"Maaf dokter, kata tuan muda dokter hanya bisa memeriksa Nona muda dari luar pakaian." Peringat anak buah Smith, Amelia hanya menampilkan senyum kecut nya.
"Sudah membaik dan bisa di lepas infus nya."
Dokter Firman pun melepaskan jarum infus di punggung tangan gadis cantik milik pak direktur itu dengan hati-hati, dia sebenarnya merasa terintimidasi dengan tatapan tajam dari pria yang berdiri kaku di belakang nya. Belum lagi wajah sangar nya, membuat nya bergidik ngeri.
"Sudah selesai, saya pamit.."
"Terimakasih dokter.." Ucap Amelia, dia menyunggingkan senyuman manis nya.
"Maaf Nona, tapi kata tuan muda anda tak boleh tersenyum pada pria lain."
Dokter Firman menepuk dahi nya, pria itu benar-benar bucin dengan gadis cantik itu.
...
"Sayang.." Panggil Smith, dia memeluk pinggang gadis nya dengan erat dari belakang.
"Sudah pulang? Kenapa gak bilang-bilang kalau mau pergi?" Tanya Amelia menyelidik, apalagi penampilan pria itu yang sangat jauh dari pakaian formal untuk masuk kantor.
Roy be like: Aku hanya bawahan, jadi aku diam!
"Ohh ya sudah, mandi dulu setelah itu kita makan."
"Aku lihat tadi ada pasar malam, mau kesana?"
"Lagi males keluar tuan, di rumah saja. Lemas sekali." Jawab Amelia.
"Baiklah, aku mandi dulu sayangku. Kamu wangi." Puji nya setelah mengecup basah tulang leher Amelia.
"Nanti saja, cepatlah mandi. Saya sudah lapar."
"Oke, setelah itu kita main ya? Pelan-pelan aja,"
"Terserah tuan saja, ayo cepatlah." Smith menurut dan masuk ke kamar mandi dengan bersiul kegirangan karena si juniorr akan mendapatkan jatah malam nya.
....
Smith dan Amelia makan di meja makan dengan hening, sesekali terdengar suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.
__ADS_1
"Tuan.."
"Iya sayang, kenapa?"
"Bulan ini saya belum transfer ke kampung, apa boleh saya transfer besok."
"Sekarang juga bisa,"
"Sudah malam, repot kalau harus pergi ke bank malam-malam begini." Jawab Amelia dengan menatap wajah datar pria yang tengah makan dengan lahap.
"Bisa lewat ponsel sayang, kamu lupa? Jaman ini sudah serba modern."
"Ahh ya, saya lupa.." Ucap Amelia dengan senyuman yang di paksa kan.
"Mau transfer berapa? Biar saya transfer sekarang.." Smith mengeluarkan ponsel nya dari saku celana santai nya.
"5 juta saja tuan.."
"Sedikit, aku transfer 30 juta. Selesai."
"Terlalu banyak tuan, tapi itu transfer nya dari ponsel tuan, berarti pake uang tuan dong? Yang tuan kasih waktu itu aja masih sisa banyak."
"Itu untuk mu saja, aku yang menjamin kehidupan orang tua mu setiap bulan nya. Ayo makan yang banyak, setelah ini kamu yang aku makan." Amelia tertegun sejenak, tapi dia tetap menurut. Bagi nya, melayani Smith dengan puas adalah kewajiban nya saat ini. Mengingat pria itu juga menunaikan janji nya pada orang tua nya.
Tak lama, kedua nya selesai dengan makan malam nya. Amelia menahan sendawa nya karena kekenyangan, berbeda dengan Smith yang tak tau malu bersendawa keras di depan gadis nya.
"Aku cuci piring dulu, biar gak terlalu begah pas di tindih nanti."
"Jangan lama, aku nungguin. Bawa sekalian tuh jus mangga, jangan ngendap-ngendap keluar kamar cuma buat jus mangga." Peringat Smith, meski sebenarnya dia tak suka gadis nya selalu minum jus malam-malam karena mengandung gula, tapi tak apalah selama gadis nya bahagia.
"Baik tuan, omong-omong bodyguard yang di luar apa gak di suruh pulang tuan? Kasian udah malem."
"Mereka udah pergi setelah melihat aku pulang kesini sayang, sudah cepatlah. Aku tunggu di ruang televisi." Smith pergi dari dapur dan memilih menyalakan televisi sambil menunggu gadis nya selesai mencuci piring.
...
🌻🌻🌻
Adegan nya besok pagi atau siang ya, biar hot gitu, besok juga mungkin up tentang Roy sama Rena, setuju gak?
Btw, apa kalian suka di setiap bab ada visual nya atau di selang seling gitu, kadang ada visual nya kadang nggak? serius nanya, di jawab ya, terimakasih😘😘 jangan lupa hadiah sama vote nya❤️
__ADS_1