
Amelia dan Smith tengah bermalas-malasan di apartemen, setelah Amel merengek ingin pulang karena sudah melihat lampu jembatan.
"Ahhh aku lupa.." Amelia bangkit dari ranjang dan meraih ponsel yang tergeletak di meja nakas, membuat Smith mengerutkan dahi nya keheranan.
"Lupa apa By?" Tanya Smith.
"Dari kita sampai kesini, aku belum mengabari Rena." Jawab Amelia.
"Kamu sih lupa diri By.."
"Hhehe, maafin. Aku kan excited bisa liburan kesini." Amelia menjawab sambil cengengesan.
"Yaudah telepon dulu, nanti dia khawatir." Cetus Smith, membuat Amelia segera mengutak-atik ponsel nya menghubungi Sahabat nya itu.
Berdering, tapi belum di angkat.
"Kok gak di angkat sih? Rena kemana ya.." Gumam Amelia, dia mencoba lagi menghubungi nomor Rena berkali-kali.
"Gak diangkat Oppa.."
"Mungkin tidur kali By, di indo pasti sudah dini hari."
"Isss, kenapa gak bilang dari awal sih." Ketus Amelia, dia membanting ponsel nya dan kembali berbaring memunggungi Smith.
"Gak perlu di banting juga kali By.." Ucap Smith, dia melingkarkan tangan nya mengusap perut sang istri.
"Mama mu dek, kalau udah marah pasti segala di banting." Gumam Smith sambil mengusap-usap perut Amel.
"Sebentar lagi, pasti papa yang di banting mama." Adu Smith pada anak nya yang masih di dalam kandungan istri nya itu.
"Gak usah ngadu sama anak kita, kamu yang bikin aku kesel." Ketus Amelia.
"Ya kan aku lupa sayang, maaf ya. Jangan ngambek dong, nanti cantik nya hilang."
"Peduli aku apa? Kalau aku jelek kamu gak mungkin sebucin ini."
"Ya iya juga sih.." Jawab Smith. Dia membalik tubuh sang istri dan mengecupi seluruh wajah Amelia, membuat wanita hamil itu tertawa kegelian.
__ADS_1
"Hentikan Oppa, geli.."
"Nah gitu dong, jangan marah lagi ya.."
"Itu tergantung, kalau Oppa bikin aku kesel ya aku marah lagi."
"Tapi jangan lama-lama ya marah nya, besok kita hunting nyari oleh-oleh buat mamak sama Rena, mau?"
"Kalau di ajak belanja aku pasti mau Oppa."
"Yaudah, sekarang tidur ya." Smith membenarkan posisi istri nya, menyandarkan kepala Amelia di dada nya, mengusap-usap puncak kepala nya, sesekali juga melabuhkan ciuman hangat.
"Dingin.." Smith langsung menaikan selimut tebal nya hingga menutupi seluruh tubuh sang istri, kecuali kepala nya.
"Tidur yang nyenyak sayang, have a nice dream."
.....
Sedangkan di belahan bumi lain, Rena tak bisa lepas dari kungkungan Roy. Pria itu terus saja melakukan penyatuan, tak peduli walau mereka kini sedang menginap di rumah ibu nya Rena, tapi Roy tak bisa menahan hasratt nya yang sudah cukup lama tidak di salurkan karena alasan kehamilan Rena yang masih rentan.
Bahkan disaat ponsel Rena berdering beberapa kali, Roy tetap tak melepaskan Rena. Dia tak melepaskan Rena sedetik pun.
"Aku belum puas sayang.." Jawab Roy, pria itu terus bergerak maju mundur di atas tubuh Rena.
"Aku ini sedang hamil anak kamu, kamu lupa apa kata dokter? Aku tak boleh kelelahan dan harus tidur yang cukup."
"Besok lagi kan bisa yang, sakit.."
"Ohh baiklah, sebentar ya sayang tahan sedikit lagi." Ucap Roy lalu mengecup kening Rena dengan mesra.
Hingga beberapa menit kemudian, Roy mempercepat gerakan nya, hingga membuat Rena memekik.
"Arrgghhh..." Roy meraih pelepasan pertama nya, dia memuntahkan lahar panas nya di dalam inti wanita nya. Bahkan saking banyak nya cairan itu sampai meluber dan mengotori seprai yang baru saja ibu nya ganti.
"Ohh my, kamu meledak banyak sekali. Lihat ini.." Tunjuk Rena pada seprai yang kotor terkena cairan milik Roy.
Roy buru-buru mengambil tisu dan mengelap nya, keburu noda itu mengering.
__ADS_1
"Iya yang, maklum lah aku udah lama gak main kan? Jadi pas keluar nya pasti banyak gini."
"Bantuin bersihin dong.." Pinta Rena, dengan senang hati Roy membantu wanita nya membersihkan sisa-sisa cairan percintaann mereka dengan tissu.
"Bulu nya udah lebat banget yang, rapiin napa?" Tanya Rena saat melihat hutan rimba yang menghiasi pisang tanduk calon suami nya.
"Kalau kamu yang rapiin, aku mau sayang.."
"Yaudah, nanti kalau kita udah pulang ke apartemen aku bantu nyukur. Sekarang aku capek, mau bobo dulu."
"Pisang aku juga bobo nyenyak kalau udah muntah.."
"Sini, pengen di peluk." Ucap Rena manja.
"Gak mau pake baju dulu sayang?" Tanya Roy, bisa-bisa dia kembali bernafsuu.
"Besok pagi aja, udah gak kuat ngantuk."
Roy mengalah, dia harus menahan hasratt nya semalaman.
Roy memeluk tubuh polos Rena, tangan nya melingkar di perut datar Rena.
"Kangen Amel.." Cetus Rena.
"Nona Amel masih menjalani pengobatan di korea, sayang. Aku tak tau kapan mereka akan kembali kesini, semoga secepatnya mereka kembali. Aku kewalahan menangani perusahaan tanpa tuan Smith."
"Iya sayang, semoga Amel cepat sembuh supaya cepat pulang. Aku kangen pengen ngobrol-ngobrol lagi sama sahabat aku." Ucap Rena, tangan nya nakal membelai dada bidang Roy.
"Sekarang tidur dan hentikan tangan nakal mu itu sayang, aku takut akan memakan mu lagi kalau kau tak berhenti."
"Baiklah, aku akan tidur saja." Jawab Rena, tapi tak lama terdengar nafas yang beraturan menerpa dada nya yang tanpa sehelai benang pun.
"Selamat malam calon istri, aku mencintaimu, semoga mimpi indah." Roy mendaratkan kecupan hangat di kening calon istri nya, lalu ikut hanyut dalam suasana hening yang menenangkan. Hingga tak memerlukan waktu lama, dia pun menyusul Rena ke alam mimpi.
....
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Ehemm, jangan lupa kasih gift😊😊