
Smith masih tertidur dengan lelap nya dengan tangan Amelia yang mengusap lembut kepala nya, tapi kelamaan rasa kantuk juga datang menghampiri nya. Dia pun menghentikan usapan nya dan tertidur juga, dengan kepala Smith di dada nya.
Bibi Rose masuk, dia ingin memberi tahu Amel kalau makan siang sudah siap, tapi dia melihat pemandangan yang begitu mengharukan. Smith tertidur dengan Amelia yang memeluk kepala nya.
Tak terasa, setetes bulir bening jatuh begitu saja dari ujung mata nya. Smith terlihat begitu bahagia setelah istri nya bangun, tak perlu di ragukan lagi kalau cinta nya pada Amelia sangatlah besar.
"Sedang apa disana Rose? Biarkan mereka bersama dulu, beri mereka waktu untuk melepas rindu sejenak." Appa Joseon datang dengan menggendong Aliya, sedangkan Ares di belakang nya dengan membawa mainan mobil.
"Tadinya mau ngasih tau makan siang udah siap, tapi mereka lagi tidur."
"Mereka merindukan satu sama lain, Rose. Biarkan saja dulu."
"Baiklah, ayo Ares main sama nenek." Bibi Rosw menggendong Ares dan membawa nya ke ruang tamu, tempat berserakan nya mainan kedua anak sultan itu.
Ares dan Aliya kembali bermain dengan riang, mereka juga ikut senang karena ibu nya sudah bangun sepertinya. Biasa nya mereka bertengkar, tapi kini mereka terlihat baikan, anteng dengan mainan masing-masing. Mungkin juga mereka mengerti kalau ayah dan ibu nya masih butuh waktu untuk melepas rindu selama setahun lebih tak tersalurkan.
...
Sore hari, Smith terbangun dari tidur siang nya. Dia membuka kedua mata nya, sama dengan saat dia tertidur tadi, beda nya tak ada tangan yang mengusap kepala nya.
Smith segera bangun dan mencubiti pipi sang istri nya, membuat Amel yang sedang tertidur itu terbangun karena sakit di pipi nya.
"Oppa kenapa sih, sakit tau. Bangun tidur kok nyubitin pipi sih, tau pipi nya tirus banget."
"Syukurlah.." Smith menghambur memeluk sang istri, air mata nya lolos begitu saja, sampai sesenggukan.
Amel heran, ada apa dengan suami nya ini? Kenapa bangun tidur langsung nyubitin pipi, ehh sekarang malah nangis sesenggukan.
Tapi dia tak mau bertanya sekarang, dia memilih membiarkan Smith menangis sambil memeluk nya, dia mengusap kembali kepala sang suami dengan lembut.
__ADS_1
"Kenapa sayang? Ada apa?" Tanya Amel akhirnya, setelah tangis Smith sedikit mereda.
"Aku hanya takut kalau semua nya hanya mimpi By, tapi syukurlah kamu benar-benar sudah terbangun."
Amelia mencium singkat bibir Smith, dia menangkup kedua sisi wajah sang suami.
"Jangan terus menangis sayang, aku baik-baik saja dan aku sudah kembali, aku takkan meninggalkan mu lagi."
Mendengar ucapan sang istri, Smith malah semakin kejer. Membuat Amel tertawa lucu melihat tingkah suami nya.
"Kayak anak kecil ihh, inget kamu udah punya anak. Gak pantes nangis kejer gini, malu sama umur."
"Biarin.." Jawab nya manja, lalu kembali memeluk erat tubuh kurus Amelia.
"Ayo makan, kamu harus makan banyak biar kenyal lagi."
"Tentu saja aku bantu sayang, mau di gendong aja biar cepet?" Tawar Smith.
"Nggak ahh, malu. Lagian, sekalian latihan jalan."
"Yaudah, ayo bangun tapi hati-hati." Smith membantu sang istri berjalan, keluar dari ruangan yang selama satu tahun ini dia tempati.
Amel mengedarkan pandangan nya ke segala arah, suasana rumah nya masih sama saat terakhir dia melihat nya.
"Mamama.." Teriak Aliya, gadis kecil itu menghambur memeluk kaki sang ibu, begitu juga dengan Ares yang ikut-ikutan.
"Uhhh anak-anakmama,"
"Aliya sama Ares lepasin mama dulu ya, mama nya mau makan dulu."
__ADS_1
Kedua anak kecil itu mengerti dan melepaskan pegangan mereka, membiarkan sang ibu makan dulu.
"Makan dulu ya Mel, tapi kata dokter gak boleh makan berat dulu. Jadi bibi buatin bubur ayam sama roti lapis kesukaan kamu."
"Gapapa Bi, makasih ya.."
Amelia duduk di salah satu kursi, dengan Smith yang selalu nempel di dekat nya, pria itu dengan telaten menyuapi sang istri. Meski Amel berusaha menolak, dengan alasan ingin makan sendiri, tapi Smith tak peduli dan tetap menyuapi istri nya.
"Kamu kurus banget, jadi harus makan banyak ya sayang.."
"Tapi kenyang Oppa.." Rengek Amelia manja, tapi keputusan Smith tak bisa di bantah, dia terus menyuapi sang istri, sampai bubur di mangkuk nya habis tak bersisa.
"Aduhh begah banget Oppa, perut ku sampe gembung gini." Keluh Amelia sambil mengelus perut nya yang membuncit karena kekenyangan.
"Jangan di paksa Smith, nanti istrimu mual. Baru aja dia bangun, udah di cekoki makan banyak."
"Ya Smith cuma pengen Amel gendutan lagi. Dia kurus banget, kelamaan tidur." Ucap Smith.
"Itu bukan kemauan aku Oppa, maaf."
"Iya, sekarang tugas aku cuma buat kamu gendutan lagi." Jawab Smith dengan senyum manis nya.
"Anterin aku ke ruang tamu dong, pengen lihatin anak-anak main."
Smith tak suka saat istri nya kesusahan berjalan, jadi dia berinisiatif menggendong sang istri ke ruang tamu.
....
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1