
Setelah menghabiskan waktu sekitar 7 jam lebih beberapa menit, akhirnya pesawat yang di tumpangi Amelia dan Smith mendarat dengan selamat di bandara internasional Incheon, Korea Selatan.
"By, bangun. Sudah sampai.." Smith menepuk pelan pipi sang istri yang masih terlelap dalam mimpi indah nya.
"Baby.."
"Engghh.." Amelia melenguh pelan, dia mengucek mata nya dan perlahan mata indah itu terbuka.
"Sudah nyampe?"
"Iya By, ayo turun." Amelia hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu Smith membukakan safety belt sang istri dan sepasang suami istri itu turun dari pesawat, langsung di sambut anak buah nya yang sudah menunggu kedatangan pasangan itu.
"Selamat sore Nona dan tuan Muda. Mari ikuti saya." Ucap salah satu anak buah Smith dengan bahasa korea. Amelia hanya diam karena dia tak mengerti apa yang di ucapkan pria itu. Tapi Smith, yang memang asli orang Korea tentu nya dia mengerti dan menganggukan kepala nya sebagai jawaban.
"Apa yang pria itu ucapkan Oppa?"
"Kamu tak perlu tau By, ada aku sebagai translate mu."
"Ohh yaudah kalau begitu." Amelia berjalan berdampingan dengan Smith, tentu nya tangan mereka tak pernah terlepas, terus berpegangan seperti mau nyebrang.
Mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan, dan setelah kedua nya masuk mobil pun melaju membelah jalanan padat kota Seoul.
Amelia terus menatap ke arah jalanan, dimana gedung-gedung tinggi berderet dengan rapi nya.
"By.."
"Ya Oppa.." Jawab Amelia, tapi dia tak memalingkan pandangan nya dari jalan raya.
"Besok kita mulai berobat dulu ya, setelah itu baru main ke namsan tower."
"Terserah Oppa aja." Lagi-lagi, Amelia menjawab tanpa menoleh.
"Kalau di ajak bicara tatap orang nya dong." Mendengar itu, Amelia segera menoleh dan dia jelas melihat kalau Smith sudah memasang wajah tak enak.
"Mianhae Oppa.."
"Aniyo." Jawab Smith datar.
"Oppa, hwa naeji ma.." Bujuk Amelia, dengan wajah yang dibuat seimut mungkin. (Oppa, jangan marah.)
"Joh-a, nan neoege hwaleul naeul su-eobseo." (Baiklah, aku tidak bisa marah padamu.)
Smith meraih Amelia kedalam pelukan nya, mengusap rambut sang istri yang kini bersandar di dada nya.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat antusias By."
"Tentu saja, ini impian ku dari dulu." Jawab Amelia dengan senyum manis nya.
"Dan sekarang, keinginan ku terwujud karena mu. Terimakasih Oppa, saranghae.." Amelia memberi Smith finger heart lalu mengecupi pipi sang suami. Smith tergelak melihat istri nya yang begitu terlihat menggemaskan dan agresif, jarang-jarang Amelia menciumi nya seperti ini.
..
Satu jam kemudian..
Mobil yang di kendarai anak buah Smith berhenti di sebuah kawasan apartemen elit.
"Sudah sampai tuan.."
"Terimakasih, kau bisa kembali saat aku menelpon mu untuk mengantar aku jalan-jalan."
"Baik tuan, saya mengerti." Smith menganggukan kepala nya dan keluar dari mobil bersama sang istri.
"Oppa menyewa apartemen disini?"
"Tak ada kata menyewa bagiku By, aku membeli nya khusus untuk kita berbulan madu disini."
"Ap-apa?"
"Oppa, aku kok tiba-tiba lemes ya.." Ucap Amelia, memang benar dia merasa sangat lemas setelah turun dari pesawat tadi, tapi rasa excited nya mengalahkan rasa lemas nya.
"Wajah mu juga pucat By, kamu kenapa?"
"Gak tau, kepala aku sa.." Belum selesai Amelia berucap, dia keburu tak sadarkan diri. Untung saja Smith sigap menangkap tubuh sang istri, kalau tidak Amelia pasti tergeletak di lantai saat ini.
"By? Sayang, bangunn..." Smith menepuk-nepuk pipi sang istri, tapi nihil Amelia tak merespon.
"Kamu selalu membuat aku khawatir, Amel." Gumam Smith, dia segera membawa tubuh sang istri masuk ke dalam unit apartemen nya.
...
Smith membaringkan tubuh Amelia di ranjang, lalu dia menelpon anak buah nya agar mencari dokter yang bisa di bawa ke apartemen nya segera.
"Hallo, bisa kau bawa dokter perempuan kemari?"
"Ada apa tuan? Ada sesuatu yang terjadi pada anda atau nona muda?"
"Jangan banyak tanya, cepatlah." Ketus Smith, lalu segera mematikan sambungan telepon nya sepihak tanpa mendengarkan jawaban dari anak buah nya.
__ADS_1
Smith memperhatikan wajah Amelia yang nampak pucat, kenapa dia juga baru menyadari perubahan pada tubuh sang istri? Sial, dia terlalu sibuk bermanja pada Amelia hingga lupa memperhatikan yang lain nya.
...
Dalam kebingungan, dia mendengar bunyi bel pintu yang berbunyi. Dia berlari menuruni tangga dan segera membuka pintu unit apartemen nya.
Nampak disana, dokter perempuan berwajah oriental khas korea berdiri dengan menenteng tas kedokteran dan jas berwarna putih, juga anak buah Smith yang berdiri di samping dokter itu.
"Mari masuk dok.." Ajak Smith, sambil membuka pintu lebar-lebar.
Dokter itu masuk, lalu di ikuti Smith dan Anak buah nya menuju kamar utama di lantai dua.
Dokter itu mengernyit saat melihat keadaan gadis yang terbaring lemah itu.
"Apa dia sudah makan?" tanya dokter itu dengan bahasa korea.
"Hanya tadi sarapan pagi dok." Jawab Smith, dengan bahasa korea juga.
"Apa ini pertama kali nya dia naik pesawat?" Tanya dokter itu lagi, sambil sibuk memeriksa tubuh Amelia dengan stetoskop nya.
"Benar dok,"
"Kemungkinan dia mabuk pesawat tuan, apa Nona mengalami datang bulan dengan siklus yang berantakan?"
"Maksud nya dok?" Tanya Dokter itu lagi.
"Datang bulan itu mempunyai siklus Tuan, seperti bulan ini dia datang bulan nya tanggal 5, terus bulan berikut nya datang tamu lagi tanggal 5 atau telat satu hari sampai satu minggu."
"Jika sudah telat satu minggu?" Tanya Smith.
"Wajib di test, khawatir nya Nona sedang mengandung tapi tak mengetahui."
"Saya kurang tau kalau tentang datang bulan dok, tapi Istri saya di vonis akan sulit mengandung karena rahim nya terluka. Justru kami kesini akan berobat dulu.." Jelas Smith.
"Untuk lebih pastinya, tunggu Nona sadar dulu. Apa benar siklus datang bulan nya berantakan atau tidak,"
"Baik dok.." Jawab Smith, lalu dia memberi isyarat pada anak buah nya agar membawa dokter itu keluar dari kamar nya.
"Mari saya antar ke kamar tamu dok." Dokter itu menganggukan kepala nya hormat pada Smith, lalu pergi mengikuti anak buah Smith.
....
🌻🌻🌻
__ADS_1
Nah lho, amel nya kenapa?🤭