OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Puasa


__ADS_3

"By.." Panggil Smith saat mereka berdua sudah di kamar setelah menyelesaikan makan malam mereka.


"Iya Oppa." Jawab Amelia lirih, tak bisa di pungkiri. Celotehan netizen bermulut pedas di media sosial telah membuat mood nya memburuk.


"Duduk disini.." Smith menepuk sisi ranjang di samping nya, Amelia menurut dan duduk di samping sang suami.


"Kamu merasa terganggu dengan komentar-komentar di media sosial?" Amelia menganggukan kepala nya.


"Aku harus apa By? Apa perlu kita membuat sebuah klarifikasi agar semua nya clear dan nama baik mu akan kembali."


"Tak perlu repot-repot, itu memang fakta nya. Aku adalah orang ketiga yang datang merebut mu dari tunangan sah mu, rasanya mungkin tak salah jika mereka menyalahkan aku atas kandas nya hubungan Oppa dan Nona Marissa." Jelas Amelia pelan.


"By.."


"Oppa, aku tau yang ingin kamu bicarakan. Tapi jika terus membahas masalah ini, jujur saja aku malas."


"Baiklah By, aku takkan membahas nya lagi. Mari tidur.."


"Oppa duluan saja, aku ingin berganti pakaian dulu." Jawab Amelia.


"Pake lingerie dong.." Pinta Smith dengan nada manja nya.


"Disini mana ada lingerie, Oppa."


"Ada kok.." Smith bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah ruangan ganti mewah nya.


"Sini By.." Smith melambaikan tangan nya sebagai isyarat agar sang istri mendekat.


Amelia menurut dan berjalan menghampiri sang suami yang wajah nya tertutup pintu kayu yang dia buka, entah ada apa di dalam nya.


"Lihat By.." Smith menunjukan begitu banyak dan model pakaian dinas wanita di malam hari, dengan bermacam warna yang menggoda.


"Banyak banget ini, kamu kolektor pakaian dinas ya?" Tanya Amelia menyelidik.


"Hahaha, enggak dong By. Ini hadiah dari bibi Rose buat pernikahan kita kemaren."


"Sebanyak ini Oppa? Aku tak yakin apa bibi Rose menghadiahkan pakaian dinas sebanyak ini." Ucap Amelia heran, pakaian malam sebanyak ini dari satu orang? Rugi bandar.


"Ada beberapa memang yang aku beli buat kamu By, tapi bibi Rose malah beli sebanyak ini. Tau begitu aku gak beli."

__ADS_1


"Mau perang lagi gitu malam ini?"


"Ya kalau boleh, aku sih oke-oke aja." Jawab Smith santai.


Amelia mencebikan bibir nya, pria di depan nya sangat kecanduan dengan tubuh nya.


"Yaudah, telanjangg aja langsung yuk, gak usah pake pakaian dinas, nanti juga di buka."


"T-tapi kan biar.."


"Mau apa nggak?"


"Mau dong Baby.." Jawab Smith.


"Cepetan, keburu ngantuk." Ketus Amelia, lalu berjalan mendahului Smith yang sedang menutup pintu yang berisi puluhan stel pakaian dinas istri di malam hari.


Smith melotot saat melihat pakaian Amelia yang sudah teronggok mengenaskan di lantai, sedangkan istri nya itu tengah berbaring dengan kaki yang dia angkat.


"Panas nih, kok tiba-tiba gerah ya.." Amelia tersenyum melihat ekspresi sang suami, biarkan saja pria itu puas memandang dan menikmati tubuh nya, ini sudah kewajiban nya dari awal menjalin hubungan dengan Smith.


Smith merangkak menaiki ranjang, dia segera menyerang bibir sang istri yang sudah di poles lipstick merah muda yang menggoda.


Pria itu mengulumm bibir mungil sang istri dengan mesra nya, dengan tangan yang meraba-rabaa tubuh polos istri nya.


"Ehhmm.." Amelia melenguh saat satu jari pria itu masuk ke dalam lubang nya, mengobok-obok nya hingga pelepasan pertama dia dapatkan hanya dengan bantuan satu jari.


Setelah merasa cukup basah, Smith segera memasukan pisang raja nya yang sudah meronta ingin masuk sarang nya dari tadi.


Amelia memekik saat terasa benda yang menerobos masuk ke dalam lubang kecil nya, tapi itu menimbulkan kenikmatan yang tiada dua nya.


"Ahhh..." Amelia mendesaah saat suami nya mulai bergerak maju mundur perlahan di atas tubuh nya.


Smith mempercepat gerakan maju mundur nya karena inti sang istri terasa berkedut, itu tanda nya pelepasan kedua nya akan segera datang.


"Opp.." Bibir Amelia keburu di bungkam oleh ciuman yang memabukan, dengan gerakan yang semakin cepat membuat Amelia meronta karena rasa itu semakin mendesak.


Tubuh Amelia mengejang di iringi cairan pelepasan yang mengalir dan terasa hangat memenuhi inti nya.


"Tinggal aku By, kamu curang sudah dua kali."

__ADS_1


"Lakukan saja, aku lemas." Amelia pasrah dengan apa yang akan di lakukan suami nya sekarang.


....


Di apartemen, Roy masih belum mendapat kesejahteraan untuk sang pisang tanduk berurat itu.


Rena tak mau memberi nya jatah malam sebelum status nya jelas dan Roy bisa menyelesaikan masalah nya dengan sang mantan, Riska.


"Yang.."


"Hemm..." Rena hanya berdehem sebagai jawaban, mulut nya fokus mengunyah keripik sambil menonton drama korea di laptop milik Roy.


"Pengen." Rengek Roy manja, membuat Rena jengah. Sudah dua hari ini pisang tanduk itu berpuasa, tapi ekspresi Roy terlalu berlebihan menurut nya. Baru dua hari, bukan dua bulan atau dua tahun.


"Nih.." Rena malah memberikan bungkusan keripik nya ke arah Roy.


"Pengen masuk lubang yang, bukan mau ngemil."


"Lubang apa? Lubang buaya? Sana ke makam pahlawan."


"Yang.."


"Gak ada ya jatah-jatah malam, sebelum kamu bisa bertindak tegas sebagai laki-laki." Ketus Rena.


"Bentar aja yang, satu kali keluar." Rena mendelikan mata nya sebal.


"Gak ada, sana tidur.."


"Pengen yang, aku gak bakal bisa tidur sebelum pisang aku masuk sarang nya dulu."


"Yaudah terserah, gak usah tidur sekalian." Rena menutup laptopnya dan pergi meninggalkan Roy yang masih memasang wajah menggemaskan nya.


"Yang.." Tak ada jawaban.


"Haduh, puasa lagi kita. Sabar ya.." Roy mengelus pisang nya yang sudah berdiri dengan pelan.


"Nasib nasib, punya cewek tetep aja main sabun." Gerutu Roy lalu pergi ke kamar mandi untuk bersolo karir.


....

__ADS_1


🌻🌻🌻


Puasa ya Roy? Yang sabar, ini ujian🤣


__ADS_2