OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Pertemuan


__ADS_3

Sore hari nya, setelah keadaan Amel lebih baik, Smith membawa nya pulang ke apartemen karena nanti malam mereka akan pergi ke rumah besar, tepat nya mansion megah milik keluarga Alexander.


Smith terus menggenggam tangan gadis nya, dari rumah sakit hingga ke apartemen tautan tangan itu tak pernah terlepas, malah terasa semakin erat.


"Makan dulu sayang.." Tawar Smith ketika mereka berdua baru saja masuk ke dalam unit apartemen.


"Aneh, tiba-tiba saja saya ingin makan sosis bakar.." Gumam Amelia, dia menundukan kepala nya, takut saja kalau pria itu marah.


"Sosis bakar?" Ulang Smith dan Amelia menganggukkan kepala nya pelan, entah kenapa mood makan nya selalu berubah-ubah, kadang terlalu bernafsu hingga melupakan hal lain, dan kadang juga sebaliknya.


Tapi, tak mungkin dia hamil kan? Setiap hari dia selalu meminum pil kontrasepsi yang selalu tersedia dia laci nakas, tamu bulanan nya juga datang rutin, hanya saja kadang tak tepat tanggal nya.


"Kamu tunggu ya, aku turun membelikan makanan itu. Kamu mandi saja dulu."


"Yang wangi.." Bisik Smith di telinga Amelia, gadis itu hanya tersenyum simpul.


"Jangan lama ya tuan.."


"Jangan lupa, nanti kasih aku upah."


"Hemm, ternyata mengharapkan imbalan. Amel kira tuan tulus, yaudah gak usah beliin aja." Cetus Amelia sinis.


"Hahaa, jangan lah merajuk gadis cantik ku. Aku pergi sekarang, aku mencintaimu." Ucap Smith, dia mengecup singkat kening gadis itu lalu pergi ke luar apartemen, mencari makanan yang di inginkan gadis nya.


Kata-kata terakhir yang Smith ucapkan, membuat bibir itu terus melengkungkan senyuman manis nya, apakah pria itu benar-benar serius dengan perkataan nya? Dia selalu mengatakan nya, apalagi jika mereka habis melakukan pergulatan panas di ranjang.


Amelia melangkah memasuki kamar nya, dia memilah pakaian yang akan dia pakaikan, tapi seketika itu juga mata nya membeliak kaget.


Berbagai warna dan model pakaian haram tertata rapi di dalam lemari nya, oh god sejak kapan pakaian minim begini memenuhi lemari nya?


Belum lagi dress-dress cantik yang masih terbungkus plastik bawaan butik yang berjejer membuat mata nya tak berkedip, apalagi saat melihat bandrol di salah satu dress yang terlihat sederhana tapi harga nya begitu fantastis.


"Sejak kapan barang-barang ini ada disini? Perasaan kemarin belum ada.." Gumam Amelia, tangan nya sibuk melihat-lihat berbagai koleksi dress nya di lemari.


"Orang kaya mah bebas, dress ini tampak sederhana tapi harga 50 juta, ohh ayolah tuan Smith.." Rutuk Amelia saat tangan nya mengeluarkan sebuah dress dengan motif garis berwarna biru muda.


Melihat itu semua, Amelia hanya mampu menggelengkan kepala nya. Seperti nya belakangan ini dia lupa, kalau pria yang menjadikan nya wanita simpanan itu bukan orang sembarangan.

__ADS_1


Tak lama, pintu terbuka menampilkan sosok tampan nan gagah, tapi bungkusan kresek di tangan nya seolah meluluh lantahkan kesan dingin nan kaku nya. Buktinya, dia luluh pada gadis cantik seperti Amelia.


"Belum mandi juga, apa perlu aku mandikan sayang?" Tanya Smith setelah meletakan makanan pesanan gadis nya di meja rias.


Amelia terkejut hingga terlonjak saat mendengar suara Smith, dia sedang asik menyentuh pakaian-pakaian baru di lemari nya hingga tak menyadari kedatangan pria itu.


Smith melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Amelia dari belakang, dagu nya menyandar di bahu gadis itu dengan manja nya.


"Apa tuan membelikan ini semua? Apa tidak terlalu banyak, dan juga harga nya membuat saya sesak nafas."


"Tak ada barang yang terlalu mahal untuk Nyonya Alexander, aku menginginkan yang terbaik untuk calon istri ku." Jawab Smith, pria itu menyurukan kepala nya ke ceruk leher gadis nya, membuat gadis itu bergerak tak nyaman.


Selain geli, dia merasa tak percaya diri karena belum mandi. Pasti dia masih bau asam keringat.


"Kenapa kamu menghindar sayang?"


"Saya belum mandi tuan, saya bau keringat tadi kan habis kerja." Jawab Amelia pelan.


"Hanya masalah itu, aku tak keberatan. Justru bau keringat ini semakin membuat aku bernafsu." Amelia mendelikan mata nya, selalu saja ke arah ranjang.


"Apa ini tidak terlalu terbuka?"


"Tangan nya panjang, saya sedikit bolong di depan. Tak masalah, ayo makan pesanan mu keburu dingin." Smith menarik tangan gadis nya keluar dari ruang ganti dan mengajak nya duduk di sofa. Mereka menikmati cemilan itu berdua, dengan sesekali saling menyuapi, menambah suasana sore hari yang romantis.


Setelah menghabiskan makanan nya, mereka pun mandi bersama, tanpa ada bumbu-bumbu kemesuman, hanya benar-benar mandi karena sebentar lagi mereka akan pergi ke rumah besar untuk makan malam.


...


Amelia tengah di landa kegugupan luar biasa, Smith yang melihat nya hanya menyunggingkan senyum kecil nya.


Smith menggenggam tangan mungil yang terasa dingin itu, juga basah karena sedari tadi terus mengeluarkan keringat.


"Biasa aja dong muka nya, tegang banget. Appa juga manusia sayang, bukan vampir jadi dia takkan menggigit mu. Santai saja." Gadis itu bergeming, dia tetap saja gugup luar biasa. Otak nya sibuk memikirkan kemungkinan terburuk yang akan dia alami, termasuk penolakan pria paling berpengaruh itu.


Smith meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukan nya, memang mereka di jemput langsung oleh supir pribadi keluarga Alexander.


"Tenang sayang, jangan tegang. Semua akan baik-baik saja, percaya pada ku." Smith mencoba menenangkan gadis nya.

__ADS_1


Tangan nya tak berhenti mengusap puncak kepala gadis nya itu dengan lembut, seperti biasa juga melayangkan kecupan bertubi-tubi di puncak kepala gadis nya.


Amelia merasa sedikit tenang, tapi tetap saja pikiran buruk tetap membayangi pikiran nya. Bagaimana kalau Appa Smith tak menyukai dirinya dan menolak keras hubungan mereka? Amelia tak berani membayangkan bagaimana nasib nya nanti.


Hingga mobil yang sedari tadi melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ramai itu berhenti tepat di sebuah mansion besar bak istana kerajaan.


Bangunan nya tinggi menjulang dengan tiang penyangga yang kokoh, cat nya berwarna emas ketika di terpa cahaya lampu membuat nya terlihat seperti istana kerajaan. Halaman nya luas, penuh dengan tanaman-tanaman cantik nan langka sebagai koleksi nya. Juga dua pohon palem yang menjadi ikonik istana megah itu.


Amelia menganga, seumur hidup nya baru kali ini dia melihat rumah sebesar dan semegah ini.


"Sudah, ayo masuk jangan menganga disini nanti ada nyamuk masuk.." Smith kembali menarik tangan Amelia memasuki mansion itu, bahkan pintu nya saja sangat besar.


"Selamat malam tuan muda.." Para maid berkumpul dan memberi hormat pada tuan muda yang baru saja datang itu.


Tak lama terlihat pria paruh baya turun dari lantai atas dengan tongkat di tangan nya, juga wanita baya yang ikut turun setelah pria itu sampai di depan putra nya.


Amelia menunduk malu, tangan nya menggenggam erat tangan Smith.


"Ini gadis nya, Smith? Kenapa menunduk?"


"Tentu saja dia takut, kau kan terlihat seperti harimau." Ledek Smith dengan senyum jahil nya.


"Tegakan kepala mu gadis manis, jangan menunduk. Saya takkan menyakiti dirimu." Perlahan, Amelia mendongakan wajah nya hingga tatapan mata mereka bertemu beberapa detik sebelum gadis itu kembali menundukan kepala nya.


Joseon tersenyum simpul, dia tak menyangka gadis cantik yang dia puji ternyata adalah kekasih putra nya sendiri? gadis yang mampu meluluhkan ke kerasan hati seorang Smith Alexander.


"Lho, Amelia." Suara wanita yang begitu tak asing di telinga Amelia, dia melirik ke arah datang nya suara, dan seketika itu juga mata nya membulat sempurna..


....


🌻🌻🌻🌻


Lanjut besok ya, jangan pada kaboorr😁 jangan lupa bunga sama kopi nya🤭🤭



itu dress yang di pake Amel saat ketemu camer nya ya☺️ cantik bingbing😍

__ADS_1


__ADS_2