
Flashback
Amelia keluar dari ruangan Direktur dengan menenteng ember dan alat kebersihan lain nya, tapi saat akan masuk ruangan manager keuangan tiba-tiba saja tangan nya di tarik dengan kuat hingga membuat Amelia terjungkal.
Dia di seret masuk ke dalam ruang belakang khusus petugas kebersihan, dia melihat beberapa gadis yang seprofesi seperti dirinya sedang menatap nya tajam.
"Ternyata dia yang selalu membersihkan ruangan Direktur utama, Nona Amelia." Sinis nya dengan tatapan yang tak bersahabat.
Amelia bangkit dan kini berdiri berhadapan dengan wanita yang dia curigai sebagai ketua nya.
"Katakan, apa yang membuat tuan Smith begitu mempercayai mu sebagai OG yang membersihkan ruangan nya?"
"Apa kau memberikan tubuh mu sebagai ganti nya hah?" Sentak nya, dia menjambak rambut Amelia dengan kuat. Tangan nya melayang menampar pipi gadis cantik itu hingga membuat sudut bibir nya terluka.
Belum selesai, gadis itu juga memukul wajah Amelia hingga membiru.
"Lakukan.." Lalu yang lain menyiram Amelia dengan air got dan menaburkan tepung di kepala nya.
"Tolong hentikan, apa salahku? Kenapa kalian berbuat seperti ini padaku, aku bahkan tak tau salah ku dimana." Ucap Amelia, air mata nya lolos tak dapat di bendung lagi.
"Cengeng, alasan nya hanya satu karena kau OG kesayangan tuan muda." Jawab nya dengan nada tinggi.
"Tapi itu bukan kesalahanku, aku tak tau.."
Prakk...
Gadis itu memukul lutut Amelia dengan tongkat hingga membuat Amelia jatuh terduduk, dia meringis menahan rasa sakit yang mendera di lutut dan wajah nya.
"Berani sekali kau menjawab ku, aku ketua OG cantik disini. Aku yang bekerja duluan disini, lalu kenapa kau OG baru yang mendapat tugas membersihkan ruangan direktur utama, bukan kah itu sangat mencurigakan hah?" Pekik nya dengan tawa jahat.
Hingga tawa itu berhenti saat Joseon datang dan menyeret mereka ke lapangan yang sedang panas terik.
Flashback off
Smith berjalan cepat, dia menuju ruangan yang di tunjukan Roy tadi di telepon.
"Ya tuhan, ada apa dengan gadis ku?" Gumam nya panik, dia berlari kecil menuju ruangan khusus OG yang selama hidup nya belum pernah dia datangi.
"Lihat saja, kalau sampai gadis itu tergores atau terluka sedikit pun aku takkan memaafkan mereka." Feeling nya sudah tak enak sedari tadi setelah mendapatkan telepon dari Roy.
Dia membuka pintu yang menghubungkan lobi dengan ruangan belakang khusus para OG untuk beristirahat.
Alangkah terkejut nya dia saat melihat penampilan Amelia yang berantakan,
"Sa-yang.." Panggil nya lirih, dia mendekat ingin memeluk gadis nya. Tapi Amelia mundur dan menjauh dari Smith, bahkan gadis itu memalingkan pandangan nya ke samping.
"Kenapa sayang?"
"Jangan dekat-dekat saya bau." Jawab Amelia lirih sambil menunduk, memang tercium bau tak sedap dari ruangan ini.
"Ada apa ini Roy?" Smith berbalik dan bertanya pada asisten nya yang lebih dulu datang ke ruangan ini.
"Nona Muda menjadi korban bully Tuan," Jawab Roy dengan suara bergetar.
Kedua tangan Smith mengepal, rahang nya mengeras, wajah nya merah padam menahan emosi yang siap meledak.
__ADS_1
Bagaimana bisa gadis yang begitu dia manjakan menjadi korban bully?
"Siapa pelaku nya Roy?"
"Ke lima gadis yang membully Nona muda berada di lapangan tuan muda, itu perintah Tuan Besar."
"Appa tau masalah ini Roy?"
"Tuan besar Joseon yang menelpon saya agar kemari tuan," Jawab Roy pelan.
"Sialan, berani sekali menyakiti gadis ku."
"Jemur mereka seharian dan setelah itu suruh mereka menghadap ku." Ucap Smith tegas, dia menarik tangan Amelia dan membawa nya ke kamar mandi khusus wanita.
"Saya tak ada baju tuan.."
"Lalu, apa kau akan terus memakai baju bau air got itu hmm? Menurut lah sayang." Amelia pun tak punya pilihan lain lagi, dia segera masuk ke dalam kamar mandi, membuka seluruh pakaian nya dan segera membersihkan diri.
..
"Nissa, saya perlu pakaian lengkap dengan dalaman nya sekarang juga. Lalu bawa ke ruangan ku" Ucap Smith di seberang telepon.
Dia mematikan sambungan telepon nya tanpa tau jawaban Nissa.
"Hukuman apa yang pantas bagi pembuly sialan itu? Berani sekali mereka melakukan ini pada gadis ku." Gumam nya dengan suara rendah.
Tak lama Amelia keluar dengan hoodie oversize hitam yang menutupi tubuh telanjangg nya hingga ke paha.
"Sexy sekali sayang." Puji Smith dengan senyuman nakal nya.
"Kenapa?" Tanya Smith, dia merangkul pundak gadis nya.
"Dingin, keanginan gak pake dalaman."
"Ke ruangan ku, ada pakaian untuk mu."
"Dengan keadaan seperti ini? Tidak tuan, apa kata orang nanti." Tolak Amelia.
"Kenapa selalu memikirkan omongan orang lain, sudah cepat."
"T-tapi.."
"Kenapa lagi?" Tanya Smith dengan dahi yang berkerut.
"Saya malu.." Jawab Amelia dia menunduk dan menutupi paha nya yang terekspos jelas.
Smith melepaskan jas nya dan melilitkan nya ke pinggang gadis nya.
"Sudah, ayo cepat sebelum aku memakan mu disini."
....
Amelia masih di kamar mandi saat kelima gadis tukang buly itu masuk dengan wajah yang menunduk dalam.
"Apa-apaan ini Roy? Mereka bau matahari." Ketus Smith.
__ADS_1
"Bau wanita murahan nya sangat menguar," Sindir Smith, dia memakai masker nya dan berjalan mendekati kelima nya.
"Kenapa mereka ini menunduk Roy? Jelaskan, siapa itu Amelia." Roy mengangguk dan berjalan ke depan para gadis itu.
"Nona Amelia adalah kekasih tuan muda, hanya hubungan nya masih di sembunyikan karena pertunangan tuan muda dengan Nona Marissa belum di batalkan. " Jelas Roy dengan tegas, dia sangat membenci perundungan dengan alasan apapun itu.
Dulu, dia culun dan seringkali mendapatkan perlakuan tak adil dari kakak kelas nya atau senior nya. Sebelum dia bertemu dengan Smith dan pertemuan itu merubah hidup nya.
"Jadi kalian tau apa akibat nya menyentuh gadis ku kan? Harus di apakan mereka menurut mu Roy?"
"Pecat tanpa hormat, tanpa pesangon dan di blacklist dari semua perusahaan." Jawab Roy.
Kelima nya kompak mendongakan kepala mereka dengan raut wajah khawatir nya.
"T-tuan kami mohon jangan lakukan itu.."
"Ckkk, kenapa aku harus mendengarkan mu? Setelah dengan seenak nya kalian menyakiti gadis ku hah? kalian tau sendiri resiko nya berurusan dengan seorang Smith Alexander."
"Gaji kalian bulan ini aku tahan,"
"Tolong tuan.."
"Tak bisa, keputusan ku sudah bulat. Oh ya, siapa di antara kalian yang berani menampar pipi gadis ku hingga membiru?" Ke empat gadis itu melirik ke arah yang sama, gadis dengan rambut pink dan poni ala korea.
"Jadi kau ya?" Tanya Smith dia menatap gadis itu dengan tajam.
"Apa kesalahan gadis ku padamu?"
"Jawab aku!"
"Karena dia pegawai baru yang langsung di sukai dan menjadi petugas kebersihan khusus tuan." Jawab gadis itu dengan berani nya.
"Jadi kau iri dengan kekasihku ya? Jelas saja, gadis ku lebih dari segalanya di banding dirimu. Perempuan Murahan!"
Tangan nya melayang menampar pipi kanan gadis itu hingga membuat gadis itu terhuyung. Dia meringis sambil memegangi pipi nya.
"Tadi nya aku tak ingin mengotori tangan ku dengan menyentuh wanita seperti dirimu, tapi saat melihat pipi lebam gadis ku itu sangat membuat aku marah."
"Lalu bagaimana dengan gadis mu tuan? Bukan kah dia juga wanita murahan? Pasti dia menyerahkan tubuh nya untuk.."
Plakk...
Pipi kiri gadis itu kembali mendapat tamparan keras dari tangan kekar Smith.
"Lancang sekali kau bicara seperti itu tentang gadis ku, dia gadis baik-baik dan terhormat."
"Haruskah aku membuat anak buah ku menggilir mu?" Tanya Smith dengan senyum smirk nya.
Gadis itu melongo mendengar perkataan Smith, sang tuan muda ternyata sangat menakutkan jika marah.
"Seperti nya itu hukuman yang bagus untuk wanita seperti mu." Smith menyeringai puas.
....
🌻🌻🌻
__ADS_1
siang-siang gini enak nya ngapain ya?🤭🤭