OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Segera Berakhir


__ADS_3

"Cukup! Tolong hentikan, ini menyakitkan.." Pekik Nadia, sudah hampir 4 jam pria itu menggagahi nya. Inti nya sudah terasa sangat sakit, tapi pria itu tak menunjukan tanda-tanda akan berhenti menikmati tubuh nya.


"Aku sudah bilang akan menghajar mu semalaman, ku pastikan kau takkan bisa berjalan esok hari." Jawab sang pria, dia semakin memacu tubuh nya di atas tubuh polos Nadia.


"Sakit sekali tuan, milik mu terlalu besar untuk ku." Lirih Nadia lagi.


"Aku tak peduli, yang aku tau milik mu sangat sempit menggigit membuat junior ku keenakan." Jawab nya dengan seringai nakal. Nadia menelan ludah nya dengan kepayahan.


Pria itu terus bergerak dengan cepat hingga membuat tubuh Nadia terguncang hebat, gadis itu berulang kali merintih kesakitan tapi sepertinya pria itu tak peduli sama sekali, yang dia tau hanya ingin menuntaskan hasrat nya dengan gadis perawaan secara cuma-cuma.


Nadia tak tahan lagi, akhirnya dia tumbang tak sadarkan diri.


"Ckkk, sok-sokan nyakitin Nona muda baru di gempur gini aja dah pingsan." Cibir pria itu, akhirnya dia melepaskan penyatuan nya dan berjalan ke kamar mandi, menuntaskan hasrat nya yang belum tersalurkan secara sempurna.


...


Di kantor, Amelia tengah tertidur di sofa dan Smith yang masih berkutat dengan laptop nya. Meski sesekali pandangan mata nya tertuju pada gadis manis yang tengah tertidur lelap dengan tangan yang menekuk pipi cabi nya.


"Lucu sekali, ya ampun kalau saja dia tak mengalami hal tak terduga, aku pasti sudah menerkam nya." Gumam Smith, dia gemas dengan pipi cabi gadis nya yang menekan tangan nya.


"Aku tak tahan.." Pekik nya pelan, dia bangkit dari kursi nya dan membawa gadis nya ke kamar pribadi milik nya.


Smith meletakan tubuh gadis nya dengan perlahan, seolah gadis itu adalah kaca yang mudah pecah.


Dia mengelus wajah cantik gadis nya, gadis yang mampu membuat hari nya lebih berwarna.


"Andai saja aku tak berstatus tunangan orang, pasti aku sudah menikahi dirimu sayang." Gumam Smith pelan, mata nya memancarkan cinta.


"Enggghh.." Amelia melenguh pelan dalam tidur nya, Smith segera membaringkan tubuh nya di samping gadis itu dan memeluk nya erat.


....


Sore hari nya, sepasang insan itu terbangun. Mereka saling menatap dengan senyum yang selalu menghiasi wajah kedua nya jika bersama.


"Selamat sore ayang, tidur mu nyenyak?"


"Tentu saja, pelukan tuan sangat nyaman." Jawab Amelia dengan senyum manis nya.


Smith mengusap puncak kepala gadis nya, semakin hari rasa cinta nya dan tak ingin kehilangan semakin besar.


"Kita pulang ya, kamu mau ikut aku pulang ke rumah besar?" Tanya Smith.


"Untuk apa? S-saya malu.."


"Kenapa harus malu, kamu ka calon nyonya Alexander." Ceplos Smith.


"Maksud tuan?"

__ADS_1


"E-ehh tidak ada.." Smith gelagapan, meski dia sering mengatakan kata-kata romantis, tapi baru kali ini dia menyebut Amelia sebagai calon nyonya Alexander.


"Ayo bersiap lah, kita pulang.."


Mereka berdua keluar dari ruangan pribadi itu. Saat mereka keluar, Roy sudah berdiri tegap di ambang pintu menunggu sang tuan muda.


"Kenapa di ambang pintu, Roy?"


"Tidak apa-apa tuan, hanya jaga-jaga saja."


"Jaga-jaga dari apa hmm?"


"Tidak tuan.."


"Tentu saja jaga-jaga dari mu tuan muda yang biasa nya tak tau waktu dan tempat, dari pada kesini jadi meriang lebih baik disini saja, agak jauh." Batin Roy.


"Ayo pulang.." Ajak Smith,dia menggandeng tangan gadis nya dengan mesra.


"Tuan jangan begini, takut nya ada yang curiga dengan hubungan kita."


"Sebaiknya memang jaga jarak dulu, apa tuan mau semua karyawan tau kalau Nona muda itu sim.."


"Iya-iya, bawel dasar jomblo akut." Ketus Smith, dia terpaksa melepaskan pegangan tangan nya dan membiarkan gadis nya berjalan lebih dulu.


"Apa semua nya sudah siap Roy? Aku tak tahan ingin segera menyelesaikan semua nya dan fokus hanya pada Amelia."


"Bagus, antar aku ke rumah besar setelah mengantarkan Amel."


"Baik tuan."


...


Seperti biasa, Amelia menunggu mobil tuan nya di taman dekat perusahaan tanpa merasa curiga terhadap apapun, dia duduk di bangku taman dengan sesekali menyunggingkan senyuman nya.


Hingga bunyi klakson membuyarkan semua nya, dia segera masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun melaju.


Amelia tak menyadari, ada sepasang mata yang memantau setiap gerak-gerik nya sedari tadi. Mata yang menatap nya dengan kemarahan yang membara.


Dia segera masuk ke dalam mobil nya dan mengikuti mobil yang membawa Amelia, dia dengan jelas tau kalau mobil itu adalah mobil Smith Alexander, tunangan nya.


"Jadi, mari kita lihat sejauh apa hubungan kalian." Gumam Marissa.


Dia mengemudikan mobil nya dengan kencang karena takut kehilangan jejak mobil itu. Tapi dia tak menyadari kalau kelakuan nya itu menimbulkan kecurigaan bagi Roy.


"Seperti nya mobil di belakang mengikuti kita tuan.." Ucap Roy mengutarakan kecurigaan nya.


"Apapun jangan biarkan mobil itu terus mengikuti kita Roy, aku takut dia akan berbuat macam-macam pada Amelia." Jawab Roy, dari tadi dia juga merasa curiga dengan mobil sedan silver yang sedari tadi terus mengikuti mobil nya.

__ADS_1


"Baik tuan, saya mengerti."


Roy melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, beruntung saja keadaan jalan nya cukup lengang.


"Ada apa tuan?" Tanya Amelia.


"Tak apa-apa, berpegangan saja. Jangan terlalu khawatir."


Smith mendekap tubuh gadis nya, menyembunyikan kepala gadis nya di dada.


"Kesempatan yang bagus Roy, tambah kecepatan nya lagi. Biarkan mobil itu terjebak lampu merah." Perintah Smith, Roy mengangguk. Dia mempercepat laju mobil nya hingga membuat Amelia ketakutan, dia meremass kemeja Smith hingga kusut.


Hanya beberapa detik saja, mobil Smith lolos dari jebakan lampu merah dan meninggalkan mobil silver itu.


Marissa mengumpat kasar, dia kembali kehilangan kesempatan untuk mengetahui apa hubungan gadis itu dan tunangan nya.


"Sialan, si brengsekk Roy itu pasti tau aku mengikuti nya." Teriak Marissa frustasi, dia memukul kemudi nya beberapa kali.


"Itu tadi kesempatan yang bagus, sialan aku malah terjebak lampu merah. Aarrghhh.."


Semesta saja tak merestui mu Marissa, menyerah saja. Hati Smith bukan lagi milik mu, dia berpaling karena kesalahan mu sendiri.


...


Roy tersenyum karena berhasil membuat mobil itu terjebak di lampu merah.


"Sayang, aku pergi ke rumah besar dulu. Aku takkan lama, jangan buka kan pintu untuk siapapun kecuali aku atau Roy."


"Baik tuan, saya permisi dulu."


"Hati-hati, kalau ada apa-apa hubungi aku." Amelia menganggukan kepala nya dan keluar dari mobil.


"Ayo kita pergi Roy," Perintah Smith, ekspresi wajah nya kembali datar.


Meski dalam hati nya dia merasa senang karena drama muka dua wanita itu akan segera berakhir.


...


"Bagaimana dengan pria itu Roy?"


"Aman tuan,"


"Bagus." Dia tersenyum menyeringai.


...


🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2