OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Harus Jadi Milikku!


__ADS_3

Mobil terhenti di depan salah satu apartemen wah di daerah ini, apartemen ini di kenal dengan tarif nya yang fantastis, maka tak heran yang mampu membeli nya adalah orang berdompet tebal, seperti pengusaha atau crazy rich. Tak jarang juga gadis-gadis simpanan semacam sugar babby juga tinggal di apartemen kelas atas ini.


"Terimakasih Roy, mau mampir dulu minum kopi?" Tanya Riska dengan mata yang berkedip genit.


"Tidak, terimakasih. Sudah malam tak perlu ngopi, nanti tak bisa tidur dan takkan bisa fokus bekerja besok." Bukan Roy yang menjawab, tapi Rena dengan mulut pedas nya.


"Benar apa yang pacar ku bilang, sudah larut. Aku permisi." Roy segera menekan pedal gas, berada di dekat wanita itu membuat mood nya berantakan.


"Yang.."


"Hemm..." Rena hanya berdehem sebagai jawaban.


"Kenapa lagi?"


"Gak sadar gitu kehadiran mantan mu itu membuat mood ku rusak Pak Roy?" Balik tanya Rena dengan nada menyindir.


"Tapi kan kamu yang ngizinin aku nganterin dia dulu.."


"Peka dikit napa hemm? Dasar lelaki.." Cibir Rena, mata nya memicing menatap Roy.


"Huhh, aku selalu salah. Jadi, aku minta maaf ya sayangku.."


"Kali ini saja, tapi kalau terulang lagi aku akan pergi dan takkan pernah menemui dirimu lagi."


"Yang.."


"Mana ada sih perempuan yang mau satu mobil dengan perempuan lain yang status nya adalah 'MANTAN'?" Ketus Rena.


"Tapi kan tadi aku gak mengiyakan, tapi Riska langsung masuk gitu aja."


"Iya, karena mantan kamu itu gak punya malu." Jawab Rena.


Sudah Roy, jangan terus di ladeni. Semakin lama, pasti semakin rumit. Masalah kecil pasti akan jadi masalah besar jika berurusan dengan makhluk yang nama nya Perempuan!


...


Mobil yang Roy kendarai sampai di depan kost-kostan yang di sewa gadis nya.


"Mampir dulu?" tanya Rena, Roy menganggukan kepala nya, dia pun mengekor di belakang gadis nya.

__ADS_1


"Tunggu dulu disini, duduk aja kalau mau nonton televisi remot nya ada di meja." Tunjuk Rena pada meja kecil yang penuhi toples-toples berisi camilan.


Gadis itu masuk ke dalam kamar kecil nya, dia mengganti pakaian nya dengan piyama, tadi nya mau mandi tapi udah malam dari pada masuk angin lebih baik tak usah mandi.


Tapi, satu kesalahan fatal yang dia lakukan. Dia lupa kalau kamar nya hanya tertutup gorden kusut tanpa pintu, hingga saat dia membuka seluruh pakaian nya tanpa sadar Roy sudah ada disana memandangi tubuh telanjangg nya.


Roy meneguk ludah nya susah payah, mau bagaimana pun dia lelaki normal, jika di suguhi pemandangan yang begitu memanjakan mata, pasti membuat pisang nya yang sedang tertidur itu terbangun dan menggeliat menginginkan sesuatu yang hangat di antara kedua paha gadis nya.


Tanpa sadar, kelakuan Rena membuat Roy bernafsuu. Dia berjalan mendekat dan..


Grepp..


Roy memeluk Rena dari belakang, hingga membuat gadis itu refleks memekik, tapi tangan Roy lebih cekatan membekap mulut gadis nya.


"Diam sayang, jangan teriak-teriak." Ucap Roy, lalu membuka bekapan nya.


"Ngapain masuk-masuk ke kamar anak gadis, gak sopan.." Gerutu Rena, dia masih berusaha menutupi kedua bulatan indah nya dan sesuatu yang berbulu di bawah sana dengan kedua tangan nya.


"Tadi nya pengen tanya dimana kamar mandi, ehh pas kesini malah di suguhi pemandangan indah, yaudah nikmatin aja dulu." Jawab Roy dengan senyum nakal nya. Tangan nya merayap nakal ke arah buah kenyal di dada gadis nya, meremass nya dengan lembut hingga membuat Rena melenguh pelan.


"Enghh.."


Mendengar Rena melenguh, Roy segera membalikan tubuh gadis nya. Sedetik kemudian, bibir mereka kembali bertaut dengan mesra nya. Roy mencium Rena dengan liar hingga membuat gadis itu gelagapan karena tak mampu mengimbangi permainan pria itu di bibir nya.


Dengan cepat, Roy melepas tautan bibir nya dan kini beralih mengulumm pucuk kehitaman itu dengan nikmat nya, memutar-mutar lidah nya di puncak bukit indah nan kenyal itu.


"Ahh..." Desahh Rena tanpa sadar.


Entah sejak kapan, kedua nya kini sudah berbaring di ranjang dengan Roy berada di atas tubuh hampir polos gadis nya. Pria itu terus mengikuti naluri kelelakian nya untuk menjamah tubuh indah gadis nya, dengan tak sabar dia merobek paksa segitiga tipis yang menutupi lembah hara sumber kenikmatan.


"Ahh jangan.." Refleks Rena menutupi area inti nya dengan kedua tangan. Roy menatap gadis itu dengan penuh hasrat, dia tak tahan lagi ingin menyalurkan hasrat terpendam nya.


Tapi tak lama, gadis itu malah menganggukan kepala nya. Memberi izin pada Roy untuk melakukan penyatuan, memberikan mahkota yang selama ini dia jaga untuk Roy.


Katakan lah dia bodoh karena dengan mudah memberi sesuatu yang sangat berharga pada pria yang belum tentu akan menjadi suami nya nanti, tapi entahlah yang jelas dia hanya ingin memberikan itu sekarang pada Roy.


Roy melucuti seluruh pakaian nya, hingga saat membuka lembaran kain terakhir yang menutupi senjata nya, Rena menutup mata nya. Dia tak siap melihat benda itu sekarang, apalagi sebentar lagi benda itu akan masuk ke dalam inti nya.


"Kamu tak mau melihat senjata ku sayang? Aku pastikan kamu mendesahh nikmat setelah benda ini masuk ke dalam lubang milik mu.." Ucap Roy, dia menggesekan ujung senjata nya di kacang kecil gadis nya.

__ADS_1


Jujur saja, Rena sangat ingin tau seberapa besar ukuran nya, tapi dia belum sanggup melihat benda yang akan mengoyak mahkota nya malam ini.


Akhirnya, dengan sedikit keberanian dia membuka mata nya perlahan. Tapi malah di kejutkan dengan kepala benda itu yang berada tepat di wajah nya, besar dan panjang. Belum lagi urat-urat yang menegang di sisi nya, membuat Rena ngeri sekaligus penasaran dengan rasa nya.


Roy tersenyum melihat ekspresi terkejut gadis nya, memang ukuran milik nya bisa disebut big size atau jumbo. Selain panjang dan besar, dia juga memiliki urat yang menonjol.


"Ini akan terasa sedikit sakit di awal, tapi percayalah akan terasa nikmat setelah cukup lama.."


"Apa ini pertama kali untuk mu yang?" Tanya Roy, Rena menganggukan kepala nya mengiyakan.


"Bagaimana dengan mu?"


"Aku pernah melakukan nya sekali dengan Riska dulu.."


"Ap-apa? Jadi itu bekas wanita lain?"


"Hey, itu sudah lama sayang. Lagi pun saat pertama kali aku melakukan nya, Riska sudah tak perawann lagi." Jawab Roy membandingkan.


"Aku tak mau.." Rena bangkit dan mendorong dada pria itu hingga terjungkal jatuh dari ranjang.


Rena segera mengambil selimut dan melilitkan nya di tubuh polos nya.


"Sayang, kasian junior kalau gak jadi masuk sarang.."


"Aku gak mau, pulang sana." Usir Rena, dia mengeratkan genggaman nya pada selimut.


"Tapi yang.."


"Pergi Roy, aku bilang pergi ya pergi. Aku gak mau lihat wajah kamu lagi.."


"Yang gak bisa gitu dong, apapun cara nya kamu harus jadi milik ku!" Roy kembali menindih tubuh gadis nya.


Dia menarik paksa selimut yang sedari tadi membelit tubuh gadis nya dengan kuat, hingga terlepas sempurna.


Menyadari tatapan tak biasa dari pria itu, Rena beringsut mundur. Tapis sayang tangan itu lebih cepat, hingga kini tubuh itu berhasil Roy tindih kembali.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Besok ya, abang roy mau unboxing🤭🤭



__ADS_2