
Pagi hari nya, Smith merasakan mual-mual yang luar biasa terasa mengaduk-aduk perut nya. Dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perut nya.
Huekk... huek...
Amel yang terusik dengan suara muntah yang cukup keras pun terbangun dan melihat ke kamar mandi.
"Oppa, kenapa? Kamu salah makan ya?" Tanya Amel, dia memijat tengkuk leher sang suami.
"Aduh yang, pait banget tenggorokan aku."
"Kita ke rumah sakit ya? Biar tau kamu sakit apa.."
Amel membopong tubuh lemas sang suami dengan kepayahan, tubuh nya jauh lebih mungil di bandingkan Smith yang tinggi tegap.
"Berat banget Oppa.." Keluh Amelia, keringat membasahi kening nya.
"Lho Mel, Smith kenapa?" Tanya Bibi Rose.
"Oppa muntah-muntah Bi.."
"Dia salah makan atau kenapa?"
"Gak tau Bi, tapi Oppa keliatan lemes banget. Lihat, bibir nya sampe pucat."
"Minum teh hangat dulu ya, nanti kita ke dokter."
Smith dan Amel menyetujui usul bibi Rose. Smith duduk di sofa dan merebahkan tubuh lemas nya.
Amel memijat kepala Smith perlahan, dia tau rasa pusing pasti tengah melanda sang suami.
__ADS_1
Tak lama, Roy datang. Smith memang sengaja meminta Roy datang pagi-pagi untuk pergi ke kantor bersama-sama, seperti biasa.
"Selamat pagi Tuan, Nona Amel.." Sapa Roy dengan senyum ramah nya.
Amelia membalas sapaan Roy dengan senyum manis nya, berbeda dengan Smith yang terlihat seperti tengah menahan sesuatu.
"K-kau bau Roy.." Ucap Smith, membuat Roy mengernyitkan dahi nya, lalu menciumi ketiak dan pakaian nya.
"Tidak tuan, ini parfum saya yang biasa."
Smith bangkit dari rebahan nya dan berlari ke kamar mandi dekat dapur sambil menutupi mulut nya, Amelia menyusul sang suami yang bisa di pastikan akan muntah-muntah lagi.
Benar saja, Amel melihat Smith tengah berjongkok di wastafel dengan tangan yang masih memegangi mulut nya.
. .
Roy heran dengan kelakuan tuan muda nya, perasaan dia selalu memakai parfum yang sama tapi selama ini pria itu tak pernah komplain dengan aroma nya.
"Tuan Smith kenapa Nona?"
"Dari pagi dia muntah-muntah terus, gak tau kenapa.." Jawab Amelia dengan raut penuh ke khawatiran.
"Apa Nona sedang mengandung?"
"Iya, aku sedang hamil sekarang. Memang nya kenapa?" Tanya Amelia.
"Mungkin ini gejala kehamilan simpatik, Nona."
"M-maksudnya?" Tanya Amelia lagi.
__ADS_1
"Ini gejala morning sickness yang biasa di alami ibu hamil trimester pertama, tapi hal itu bisa berpindah pada suami Nona."
"Ap-apa? Jadi Oppa Smith menggantikan aku?"
"Bisa jadi Nona, apalagi kalau suami nya sebucin Tuan Smith." Celetuk Roy keceplosan.
"Hehh, siapa yang kau katai bucin hah? Kau mau di pecat?" Sewot Smith, membuat nyali Roy menciut.
"Maaf atas kelancangan saya Tuan, tolong jangan pecat saya. Istri dan anak saya mau makan apa kalau saya di pecat."
"Cari saja pekerjaan lain, terserah kau saja anak istrimu mau di kasih makan apapun." Jawab Zen acuh.
"Oppa, Rena itu sahabat aku lho kalau kamu lupa." Amelia menatap tajam sang suami yang masih terlihat pucat.
"Ahhh ya, maaf Baby.."
"Kata orang dulu, katanya kalau suami yang mengalami morning sickness menggantikan istri yang hamil, tanda nya suami nya sangat mencintai istrinya." Celetuk Roy lagi, tak kapok-kapok.
"Kalau itu memang benar, aku sangat mencintai istri ku, sangat."
"Jadi, Roy pergi lah ke kantor. Peduli lah kau mau kawin besok, aku lelah dari tadi muntah-muntah, atau liburkan saja dua hari."
"Baik tuan, saya pergi sekarang. Semoga cepat sembuh, dan kalau penjelasan saya kurang jelas, silahkan tanya pada dokter saja."
"Ya Roy, kau bisa pergi. Terimakasih.."
....
🌻🌻🌻
__ADS_1
ada yang masih nunggu novel ini up? maaf ya, author rada gak mood nerusin ini novel, gak tau kenapa. mungkin efek sepi☹️